
"Kenapa Kak Dio naik bus? Kan, Kakak punya mobil?" tanya Karin penasaran, sebab Dio menggunakan kendaraan umum, dan lagi. Dengan ransel cukup besar, itu pasti sangat merepotkan.
"Kalau pakai mobil, papa bisa sangat mudah melacak keberadaanku. Aku gak mau diganggu." Dio merentangkan telapak tangannya. "Coba lihat tanganku," perintah Dio pada gadis pujaannya. Karin menurut.
"Di sana ada celah yang begitu lebar, tidakkah kamu mau mengisinya?" Karin tersipu sekaligus terharu, tanpa pikir panjang, ia letakkan tangannya di sana.
Keduanya saling mengaitkan jari jemari, mengisi kekosongan di setiap sela. Saling berjanji dalam hati masing-masing, akan selalu menjaga, mencintai dan melindungi satu sama lain.
*****
Proses pembuatan iklan untuk varian rasa baru, akan dilakukan bulan depan. Baik Dio maupun Karin, memiliki cukup waktu untuk mengurus segala keperluan nanti. Saat ini, semua fokus tertuju pada acara ulang tahun perusahaan ke-69 nanti.
Perayaan hari jadi perusahaan sekelas DeeKa Food, sudahlah pasti tidak akan dilaksanakan biasa-biasa saja. Sejumlah room di hotel berbintang lima, sudah di booking untuk menampung karyawan juga keluarganya. Tema tahun ini adalah "Bersama, kita bisa!"
Dengan kebersamaan, hal sesulit apa pun akan terasa sangat mudah untuk dilalui. Dan lagi, ada satu pengumuman besar yang menjadikan perayaan tahun ini, menjadi lebih istimewa.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, waktunya pulang. Karin mengajak Nesa untuk menginap di tempatnya, sekalian membantunya memilih baju untuk dipakai saat pesta nanti. Dio sudah memberikan tiga buah gaun untuknya. Karin mencobanya satu persatu. Yang pertama lengan panjang.
"Gimana?" Karin berputar menampilkan tiap sisi gaun.
"No, punggungmu terlalu terekspos, nanti kamu masuk angin lagi." Nesa terkekeh membayangkan selesai pesta, sahabatnya ini minta dikerokin.
__ADS_1
Ok, Karin mengenakan gaun kedua, lengan panjang juga. Namun, belahan pahanya cukup menantang, Nesa menggeleng. Lanjut ke gaun ketiga. Lengan pendek, panjang selutut, dengan pola bunga-bunga kecil. Sangat pas menempel pada tubuh gadis berhidung mungil itu.
"Udah pas nih, ya, aku pakai ini?" tanya Karin memastikan.
"Sempurna!" balas gadis oriental itu, dengan menirukan gerakan tangan khas pesulap Demian Aditya.
Terdengar suara bel pintu berbunyi. Itu pasti Dio, pikir Karin. Sebab tadi ia meminta kekasihnya untuk membelikan makan malam, persediaan makanan di kulkas sudah habis. Ia segera menyambut kedatangan pria tercintanya, dengan senyum sumringah, yang terukir indah di bibir tipisnya.
Melihat senyum itu, membuat gairah yang beberapa hari ini ditahan membuncah. Ditambah gadisnya hanya memakai dress tipis, yang menampilkan tiap lekuk tubuh indahnya. Hei, pria mana yang tak ingin menyentuhnya.
Di kamar, Nesa merasa kerongkongannya kering, ia lupa mengambil air waktu ke dapur tadi. Dan lagi, Karin bilang tadi ingin mengambil makanan, kenapa lama sekali? Pikirnya. Ketika membuka pintu yang menghubungkan kamar dengan ruang tv sekaligus tamu itu, baru beberapa langkah pula ia berjalan, sudah dibuat kaget. Matanya terbelalak, melihat dua sejoli tengah bercumbu mesra sambil berdiri. Tubuh langsing Karin terimpit oleh badan Dio yang kekar.
Perlahan Nesa mundur, hendak kembali masuk ke kamar. Pelan-pelan, berharap pasangan dimabuk asmara itu tak menyadari keberadaannya. Tapi, duggh ... ia malah menabrak pintu ketika berbalik. Dio segera memeluk dan menutupi tubuh punjaan hatinya dengan tubuhnya. Bagian atas pakaian Karin sudah tak berada di tempatnya lagi, gadis itu pun menenggelamkan dirinya dalam pelukan kekasih. Jangan tanya, sekarang wajah keduanya sudah seperti kepiting rebus, memerah, malu bukan main.
Dio dan Karin, tertawa. Mereka lupa, kalau ada gadis jomblo yang sedang menginap.
"Kenapa kita bisa lupa, ya. Kalau Nesa lagi nginep? Rapiin bajunya, panggil dia, aku siapin makan. Keburu dingin juga ini."
"Siap Bosque!"
*****
__ADS_1
Hari anniversary DeeKa Food. Dari jam 9.00 sampai jam 17.00 semua karyawan bekerja seperti biasanya. Soal cek in hotel sudah bu Mei atur sedemikian rupa, para keluarga dari karyawan pun sudah mendapat akses untuk ke hotel terlebih dahulu. Jadi, begitu jam kantor selesai, mereka langsung ke tempat menginap tanpa harus pulang terlebih dahulu.
Sesuai susunan acara, kini semua karyawan beserta keluarga tengah menikmati makan malam bersama di restoran hotel. Selesai makan malam, acara dilanjut dengan pembacaan peraturan yang sedikit ada perubahan. Dan pastinya, perubahan itu tidak akan merugikan pihak karyawan.
"Baik, sesuai jadwal, waktu juga sudah memasuki jam istirahat, sebelum itu, ada informasi yang akan Manager Marketing kita sendiri sampaikan. Kepada beliau, dipersilakan!" Dio berjalan menuju mimbar, diiringi tepukan tangan dari semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.
"Terima kasih, Nina." Nina mengangguk juga tersenyum. "Baik, langsung saja. Seperti yang kita semua tahu, penjualan kita bulan ini melonjak tajam. Untuk itu. Khusus divisi Marketing, mulai bulan depan, setiap orang boleh ambil cuti satu minggu, lengkapnya akan saya sampaikan saat rapat divisi nanti, selamat malam, selamat istirahat."
Ruangan seketika menjadi riuh, Karin menatap kekasihnya penuh semangat, cuti itu adalah idenya. Saat makan malam kemarin, ia mendesak prianya agar memberi libur, tentu saja Nesa yang berada di sana mendukung penuh sahabatnya itu.
Dio meminta agar kamarnya dengan kamar Karin terhubung, pastinya, dengan alasan yang tidak akan membuat orang lain menaruh curiga.
Paginya, pukul 07.00 semua sarapan bersama, selesai sarapan lanjut ke acara berikutnya yaitu jalan santai, dengan tujuan akhir Gelora Bung Karno. Semua terlihat antusias tak terkecuali Karin. Karena DeeKa Food tengah ada kerja sama dengan Thomas, maka model papan atas itu pun ikut serta. Ya, gadis pemilik mata cokelat itu, beberapa kali berpapasan dengan pria yang hobi tebar pesona tersebut. "Menyebalkan," gumamnya dalam hati, kala tak sengaja jalan beriringan dengan Thomas.
Sebelumnya, setiap karyawan dan keluarga yang hadir, diwajibkan membeli produk DeeKa Food apa saja, senilai seratus ribu rupiah. Nah, dari setiap item yang mereka beli, mereka akan mendapatkan kupon. Kupon-kupon tersebut dikumpulkan sehari sebelum acara, dan hari ini pengundiannya. Banyak hadiah yang bisa didapat, seperti mesin cuci, kulkas, smartphone, dan hadiah utama berupa satu buah mobil Avanza. Dengan total hadiah lima ratus juta rupiah.
Satu persatu nomor kupon disebutkan untuk masing-masing hadiah. Tiba pengundian untuk lima belas buah smartphone, baru empat belas yang disebut, dan salah satunya nomor kupon Karin.
"Aaa ... aku dapat handphone baru, aku ambil dulu, ya." Karin menitipkan air minumnya pada Nesa, lalu menuju sumber suara yang menyebut nomor kuponnya.
"Baik, selanjutnya, ini untuk smartphone yang ke lima belas, ya. Tiga kali dipanggil tidak ke depan, berarti hadiah akan dialihkan. Dkf069009, silakan ke mari."
__ADS_1
Seseorang tak jauh dari tempat Karin duduk tadi, terlihat mengangkat tangan.
"Iya, yang di sana, ayo sini!"