
Hai nama gue Nindya Putri, biasa dipanggil Nindya. Gue kedis (ketua kedisiplinan) di SMA PERSATUAN. umur gue 17 tahun bulan lalu.
.
.
*Nindya prov*
Hari ini Senin hari yang paling tak disukai karena harus panas-panas di pagi hari dan mendengarkan nasihat atau pesan dari guru, hari ini gue berangkat lebih awal karena gue ada urusan organisasi di sekolahan. Setelah urusan gue selesai gue langsung jalan melalui koridor menuju kelas XI IPS2. sampai dikelas gue langsung duduk dan menyapa sahabat gue, yaitu Adelia Maharani (Lia) dan Kelya Anastasya (Kelya) mereka sahabat gue dari kecil.
“Hei, li. Hei, kel. Dah dateng lu pada?” ucapku.
“Belon ini arwahnya Lia ama Kelya.” ketus Lia.
“Oh,,kirain Lia ama Kelya” ucapku terkekeh melihat ekspresi sahabatku.
“Nin lo itu sakit mata apa jiwa sih, ya jelas-jelas ini gue ama Lia” jawab Kelya dengan nada sedikit meninggi.
“Hahaha,,santai napa gosah ngegas bercanda kalik” ucapku sambil menyenggol pundak Kelya yang duduk di sampingku.
"Jalan ditempat apa mogok dong kalo kagak ngegas." jawab Lia dan tertawa.
“Oh ya, gue tinggal yak bentar lagi bel tuh seperti biasa gue mau cari manusia telat dan langgar tata tertib buat gue kasi hukuman” ucapku.
"Enak tau menghukum orang tu, hahahahaha" lanjut Nindya.
“Yaudah sana lo, ti ati lu” ucap Kelya.
__ADS_1
"jangan mentang-mentang lu kedis kasi hukuman seenaknya anak orang." jawab Lia
"Ayee kapten." jawab gue dengan posisi tangan hormat.
Setelah itu gue langsung buru-buru ke gerbang sekolah buat nyusul yang jaga lainnya.
***Di kediaman Bramasta***
”IVANN!!!! BANGUN UDAH JAM SETENGAH TUJUH” ucap wanita paruh baya dibalik pintukamar Ivan yaitu Dina mama ivan.
“Iya ma, Ivan udah bangun kan sekarang upacara jadi Ivan nelat.” balas Ivan santai.
“Astaga Ivan,,yaudah sana cepetan berangkat sekarang!” tegas mama Ivan.
“Iya-iya mah,Ivan pamit Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam, hati-hati Van!”
*Ivan prov*
Oh ya kenalin gue Ivan Putra Bramasta, biasa dipanngil Ivan. Umur gue 17 tahun lebih 7 bulan. Gue itu pinter tapi gue itu sangat amat malas berangkat pagi sekali.
“Ck, sombong amat lu Van, iya tau lo pinter!” Author.
“Sirik aja lu thor, gapapa lah sombong dikit,hehehe.” Ivan.
“Iyain aja dah biar cepet.” Author.
__ADS_1
"Nah gitu dong Thor ngalah, huwahahahaha. Canda Thor awas lu bikin gue sengsara di sini." Ivan.
"Yah liat saja sesuka gue dong😏." Author.
"Iyain dah, lanjutin ceritanya aja Thor daripada debat kaga jelas gini." Ivan
~Back to topic~
Sesampainya di sekolah gue berniat masuk dengan memanjat gerbang belakang sekolah. Gue langsung pergi ke belakang sekolah dan tanpa ragu-ragu gue panjat gerbang karena biasanya gerbang belakang enggak ada yang jaga.
*Author prov*
Setelah berhasil memanjat Ivan tengok kanan kiri dulu memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
“Huff,untung kaga ada orang.” Ivan menghembuskan nafas lega.
“Dah lah turun keburu ada orang yang liat.”
Ivan turun dengan hati-hati hingga ada suara yang mengagetkannya.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf ceritanya gaje tapi saya akan berusaha membuatnya menarik. Ini novel pertama saya, jadi dimaklumi ya. Maaf kalo typo jangan lupa tingalkan jejak kalian setelah membaca yah!
Happy Reading!