
Merekapun shalat berjamaah. Beberapa menit kemudian mereka selesai dan langsung memutuskan pergi de rumah kakaknya Nindya, 20 menit mereka sampai di rumah kakaknya Nindya.
“Assalamualaikum.” ucap Nindya dan Ivan barengan. Tak lama pintu terbuka menampakan sosok kakaknya Nindya.
“Waalaikumsalam, eh dek masuk dulu sini.” jawab Reni kakak Nindya.
Merekapun duduk di ruang keluarga disana ada rendi dan atala yang sedang bermain.
“Atala ada tante tuh.” ucap Reni pada anaknya. Atala mendengar itu sedikit girang dan berjalan ke arah Nindya.
“Ante, ante.” sapa Atala sambil berjalan ke arah Nindya.
“Eh. Atala sini duduk sama tante.” ucap Nindya dengan jongkok. Atalapun menghampiri Nindya, Nindya menggendong Atala dan duduk di sofa.
“Sama siapa ke sini dek?” tanya Rendi.
“Saya Ivan kak, calonnya Nindya?” jawab Ivan dengan sopan dan tak lupa dengan senyum.
“Ouh ini toh yang dijodohin sama adek?” ucap Reni dang beralan dari dapur dan membawa minuman.
“Iya kak.” jawan Ivan dan Nindya barengan.
“Waduh-waduh kompak sekali mereka berdua ya mas.” jawab Reni dengan nada menggoda.
“Aissh, kakak apa-apaan ih.” sahut Nindya. Mendengar jawaban Nindya semua orang yang ada disana tertawa.
__ADS_1
“Oh ya, Atala tadi om Ivan beliin buah kesukaannya Atala iho.” ucap Nindya yang membuat Atala tersenyum.
“Ngomong apa sama om?” ucap Rendi.
“Acih om.” ucap Atala menghampiri Ivan, dan memeluk Ivan.
“Sama-sama Atala, mau main gak nih sama om?” jawab Ivan dengan tersenyum.
“Au om au, ayo.” jawab Atala dan mengajak Ivan bermain ke taman.
“Kak, Nin aku mau main dulu sama Atala di taman ya.” Pamit Ivan lalu menggendong Atala.
“Yasudah boleh, Atala gak boleh nakan ya sama om.” ucap Rendi, Atala hanya mengangguk.
Ivan dan Atala sudah pergi dari ruang keluarga, hanya tersisa Nindya, Reni, dan Rendi.
“Soalnya Atala tau kalo mainnya sama calon om nya.” jawab Reni tertawa.
“Aish, gak suami gak istri sama aja dah.” ucap Nindya dengan nada kesal. Membuat Reni dan Rendi semakin tertawa.
“Oh ya dek, jadi kalian udah tunangan apa belom, nikahnya kapan?” tanya Reni.
“Kalo tunangan sih besok Minggu, dan nikahnya pas liburan.” jawab Nindya dengan lesu.
“Kata mama kemaren lusa nikahnya dua minggu lagi.” ucap Rendi.
__ADS_1
“Yah sebenernya sih 2 minggu lagi, tapi adek ga mau ninggalin sekolah adek, apalagi itu acaranya ke villa yang ada di bali kayak kakak dulu." jawab Nindya.
“Wah adek sape nih?” tanya Reni dengan menahan tawa.
“Aishh, aku lupa lagi aku adeknya siapa sih. Kak Rendi aku adeknya siapa sih?” jawab Nindya tertawa melihat muka Reni yang kesal atas yang diucapkan Nindya.
"Enggak kak, bercanda doang, suer" jawab Nindya dengan mengakat tangan menunjukan 2 jarinya seperti ✌.
"Ya sudah ayo kita kebelakang liat gimana si Ivan sama si Atala." ajak Rendi.
"Skuy lah penasaran aku, gimana liat Si Ivan yang nyebelin ngajak anak-anak main." jawab Nindya terkekeh, membuat Reni dan Rendi tertawa.
Sampai di taman yang keberadaan mereka agak jauh dari Ivan, melihat interaksi dua laki-laki itu. Tanpa sadar Nindya mengembangkan senyumnya melihat keponakannya begitu senang saat main dengan Ivan.
Ivan, merasa beruntung gue di jodohin ama elu. Tapi semoga secepatnya elo berubah jadi yang lebih baik lagi yah-batin Nindya dengan tersenyum.
.
.
.
TBC
Maaf kalo typo
__ADS_1
Happy Reading!