
Ivan, merasa beruntung gue di jodohin ama elu. Tapi semoga secepatnya elo berubah jadi yang lebih baik lagi yah-batin Nindya dengan tersenyum.
"Wah wah calon adek ipar we bisa cepet akur sama Atala. Lampu hijau lah dek buat Ivan." Ucap Reni terkekeh.
"Iya tuh, bisa-bisa Atala nempel terus ama Ivan." Sambung Rendi terkekeh.
"Aissh, kalian berdua emang. Ya kali ga bisa lepas. Orang tuanya aja kalean." Bantah Nindya.
"Yaudah sono ambilin Ivan minum." Suruh Reni.
"Perasaan yang tuan rumah anda kenapa saya yang suruh ambil minum?" Tanya Nindya.
"Ya gapapa calon mu itu dek." Jawab Rendi tertawa.
"Ampun dah ga bini gak laki, sama ae. Huff." Nindya pun mengambilkan minum untuk Ivan.
Tak lama kemudian Nindya pergi menghampiri Ivan dengan membawa minum untuk Ivan.
"Diminum dulu, pasti cape kan, apalagi Atala gak bisa diem." Ucap Nindya.
"Gak cape sama sekali kog, makasih minumnya." Jawab Ivan tersenyum.
"Atala sini sama ate dulu." Atala pun duduk dipangkuan Nindya.
"Atee, om Ipan baik ho." Ucap Atala yang berada di pangkuan Nindya.
"Apa iya? Beneran om Ivan baik nih." tanya Nindya sambil melirik ke Ivan yang sedang menatapnya, dan Nindya hanya menahan tawa saat melihat ekspresi Ivan.
"Baik tee. Iya kan om." Jawab Atala melihat Ivan.
"Iya, ante mu aja tuh yang sok-sok an." jawab Ivan dengan mengusap kepala Atala.
"Oh ya, Atala udah makan belom?" tanya Nindya.
"Elum, mau diamacakin ama ante." Jawab Atala.
__ADS_1
"Oke deh, tante masakin nasi goreng mau?" tanya Nindya dengan tersenyum.
"Auu, ante auu." Jawab Atala antusias.
"Yaudah yuk kedapur, ante gendong yuk." Ucap Nindya.
"ayok!!" jawab Atala
"Sini om Ivan gendong aja ya." Ucap Ivan tersenyum.
"Nanti kasihan tante cape, kan mau masak buat Atala." sambung Ivan dengan mengulurkan tangannya.
"Tala ama om ya te." ucap Atala.
"Yaudah sama om."
Haduh, bisa manis juga kelakuan ni anak-batin Nindya.
sampai di dapur Nindya langsung masak untuk Atala. Reni pun datang menghampiri mereka.
"Adek kakak rajin ya." ucap Reni.
"Ceh, kirain masak juga buat kakak." Reni dengan nada agak kesal.
"Anda yang kepedean kak. lagian anda bisa masak kan." jawab Nindya tertawa.
"Iya deh." jawab Reni.
Tak lama pun nasi goreng jadi untuk Atala. Atala dan Ivan sedang ada di ruang TV sedang bermain tak lupa ada Rendi.
"Tala, au di suapin om." rengek Atala yang ada di pangkuan Ivan.
"Yaudah sini om suapin, harus abis iho ya." jawab Ivan sambil menggapai piring yang ada di tangan Nindya.
"Beneran gapapa 'a. Gacape?" sahut Nindya.
__ADS_1
"Gapapa lagian aku suka." jawab Ivan tersenyum.
Tak lama kemudian Ivan selesai menyuapi Atala. Kemudian Ivan dan Nindya berpamitan untuk pulang sehabis shalat magrib berjamaah di rumah Reni dan Rendi. Sebelum keduanya pulang ada drama terlebih dahulu karena Atala tak ingin Ivan pulang.
skip mobil
Di perjalanan hanya hening, hingga akhirnya..
"A'a kenapa bisa cepet deket sama Atala? Padahal Atala itu susah buat dideketin orang yang baru dia kenal." tanya Nindya kepada Ivan.
"Paling Atala tau kalik, aku Ini calon-aww." jawab Ivan terputus karena mendapatkan cubitan di lengannya.
"Yaallah dek, A'a baru nyetir malah di cubit, sakit dek." jawab Ivan dengan nada melas.
"Bwahahaha, mam mam tu cubitan, sekalian aja di getok kepalanya Nin." Author.
"Lain kali thor, di gorok juga kaga apa-apa." Nindya.
"Astaghfirullah tega kamu dek sama A'a." Ivan nada melas.
"Tambahin melasnya Van, turun di perempatan jalan biar dapet duwit, bwahaha." Author.
"Thor ganggu ae lu, biasanya kalo lagi ada orang yang dua-dua an yang ketiga setan. lha berarti lu setannya dong." Ivan dengan tertawa.
"Hilih bicid kao nak, ngomong ae mau sama Nindya." Author
"Yodah we pergi dulu okey, mau cari cogan.. tapi boonk. Nanti ndak sakid lagi ati gue." Author.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf kalo ada typo
Happy Reading!