Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 25


__ADS_3

"Selamat pagi Nindya." sapa seseorang itu adalah Adit ketua OSIS yang naksir dengan Nindya.


"Pagi." jawab Nindya singkat dengan wajah datar.


"Gue ke kelas dulu." sambungnya dan berlalu menuju ke kelas.


Ivan tersenyum tipis melihat sikap Nindya yang dingin kepada cowok yang berusaha mendekatinya. Ivan menyusul Nindya ke kelasnya.


Sabar dit, perjuangan lo masi panjang. Lo harus kuat, semangat Adit! -batin Adit melihat punggung Nindya yang menjauh dari dirinya.


Tapi kog tumben yah deket sama Ivan, apa mereka ada hubungan? Bodoamat lah, sebelum janur kuning melengkung masi ada kesempatan buat nikung, Lo bisa dit. - bantinnya. Kemudian Adit berjalan ke aula tempat pemilihan pengurus baru.


Nindya dan Ivan sudah sampai di kelas, disana ada Lia dan Reyhan, karena Lia anggota OSIS dan Reyhan anggota kedisiplinan.


"Assalamu'alaikum." ucap Nindya dan Ivan barengan saat memasuki kelas.


"Wa'alaikumsalam." jawab Lia dan Reyhan.


"Udah lama?" tanya Nindya kepada Reyhan dan Lia.


"Baru aja duduk nin." jawab Lia.


"Elo rey?" tanya Ivan kepada Reyhan.


"Dah dari tadi." jawabnya santai.


"Rajin kali kau rey." puji Ivan.


Nindya menaruh tas di kursi yang dan beranjak akan pergi membawa bekal.


"Kemana nin?" tanya Lia.


"Mau ke aula." jawab Nindya.


"Itu buat siapa?" tanya Lia melihat bekal yang di bawa Nindya.


"Itu." jawab Nindya melihat ke arah Ivan yang tempat duduknya di depannya.

__ADS_1


"Ouh, barengan ke aula ya." ucap Lia.


"Heem."


Nindya berdiri di samping meja Ivan. Kemudian Nindya menyodorkan kotak makan dan susu kotak.


"Ni sarapannya 'a." ucap Nindya.


"Oh, oke. makasih." ucap Ivan dan menerima bekal itu.


"Rey lu gak ke aula?" tanya Nindya.


"Tadi gue udah kesana." jawab Reyhan.


"Oh oke, gue sama Lia ke aula dulu yah." pamit Nindya yang diangguki Lia.


"Perlu ditemenin?" tanya Ivan pada Nindya.


"Gausah, A'a sarapan aja kan belum makan." tolak Nindya.


"oke kalo gitu." jawab Ivan.


"Assalamu'alaikum." ucap Lia dan Nindya barengan dan beranjak ke luar kelas.


"Wa'alaikumsalam." jawab Ivan dan Reyhan.


Nindya dan Lia berjalan beriringan ke aula, saat di aula ada laki-laki yang menghampiri Nindya dan Lia.


"Nin lo udah sarapan belum? kalo belum ke kantin yok, bareng gue." ucap si ketos yaitu Adit.


"Udah sarapan gue, makasih atas ajakannya, tapi gue ga bisa." jawab Nindya dengan nada dingin.


"Oh oke deh, gue ke kantin dulu." pamit Adit.


"Heem." jawab Nindya hanya dengan deheman.


Adit berjalan dengan muka yang ditekuk.

__ADS_1


Udah di tolak berkali-kali, huff sabar dit, lo pasti bisa. -batin Adit.


Di tempat Nindya dan Lia.


"Nin keknya Adit masi ngejar elo ya." ucap Lia setelah Adit pergi.


"Bodoamat gue mah." jawab Nindya.


"Menurut elo siapa yang jadi penerus elo?" tanya Lia.


"Tebakan gue sih si kevin kelas 11 Ipsa." jawab Nindya.


"Hah? Ipsa apaan?" tanya Lia.


"IPA 1 oneng." jawab Nindya.


"Oh, makannya yang jelas dong. Gue gak terlalu peka orangnya." ucap Lia.


"Bwahhahaa, baru nyadar gak peka. Jadi keinget Varo yang deketin elo tapi lo nya gak peka-peka." ucap Nindya.


"Bicid ko nak." cibir Lia.


"Dah we mau ngecek, day." ucap Nindya.


"Sono lu, pergi jauh-jauh." jawab Lia.


"Lu gak bisa hidup kalo gue pergi, hahhaahah." ucap Nindya lalu pergi meninggalkan Lia seorang diri.


"Di tinggal deh gue." ucap Lia.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Maaf kalo ada yang typo:)


Happy Reading💜


__ADS_2