
Ivan turun dengan hati-hati hingga ada suara yang mengagetkannya.
“Heh! Ngapain lo disitu, telat lo ya.” ucap kedis yap Nindya dengan tegas.
Mendegar suara tadi sontak membuat Ivan kaget dan terjatuh.
“Nj*** ,sakit banget siapa sih!” ucap Ivan yang jatoh posisi terlentang.
“Hahaha sukurin lo! Ikut gue sekarang!” ucap Nindya.
“Kemana?” tanya Ivan polos sambil menaik turunkan alisnya.
“Tinggal ngikut aja apa susahnya sih!!” jawab Nindya dengan nada kesal.
“Lo gak tau gue siapa?” jawab Ivan sambil tersenyum sinis.
“Ya jelas tau lah siapa juga yang gak kenal lo manusia es😌, lu itu anak dari bapak Zein Bramasta, pemilik sekolah ini dan lagi lo itu CEO muda dan pewaris tunggal keluarga Bramasta, masi kurang gak?” jawab Nindya santai.
“Nah lu tau,kenapa masi nyuruh-nyuruh gue? Dan lagi lo tadi bilang gue manusia es kan? Lo gak ada kaca dirumah emangnya. Lo aja juga es, sesama es jan bilang gitu napa?” Ivan.
“Siapa yang takut mau hukum lo? Nyokap lo yang suruh gue buat hukum lo. Kalo soal es dah gosah dibahas males debat.” jabab Nindya dengan muka datar.
“Ikut gue sekarang!!” tambahnya dengan nada yang tegas.
“Ck, iya-iya.” Ivan.
Awas lo ya gue akan balas lo tunggu saja-batin Ivan
“Udah puas ngebatin gue,ngomong langsung aja apa susahnya?" jawab Nindya tersenyum sinis.
__ADS_1
Ni anak kenapa tau gue lagi ngebatin dia, dasar cewe rese-batin ivan
“Dih kepedean, siapa juga yang ngebatin lo, dasar cewe rese!” ucap Ivan dengan nada kesal.
“Serah lo dah yang penting ikut gue sekarang!” Nindya.
Baru lima langkah ada suara yang memanggil nama Nindya.
“NINDYA!!” triak cewe iyu yaitu wakedis si Amel.
“Eh, Mel ada apa kog triak-triak?” jawab Nindya.
Ivan yang melihat keduanyapun sedang berbincang berpikiran untuk kabur,
Nah mumpung si cewe rese gak liat gue mending kabur aja deh-batin Ivan.
“Si-siapa juga yang mau kabur?” jawab Ivan terbata-bata.
sialan ni cewe bisa baca pikiran orang apa, huff sabar Ivan lain kali lo bales dia kali ini ikuti dia dulu-batin Ivan dengan muka kusutnya.
“Udah puas batinnya? Ikut gue sekarang!!” jawab Nindya.
"Oh ya Mel, nanti lo urus aja yang tadi lo omongin, gue mau kasi hukuman buat ni anak curut dulu, oke👌"
"Enak aja lu ngomong gue anak curut!" sahut Ivan dengan kesal.
"Udah gosah banyak omong, ikut gue sekarang!" imbuh Nindya.
“Hmm”jawab Ivan dengan deheman.
__ADS_1
Nindya membawa Ivan ke lapangan sekolah untuk berkumpul dengan anak-anak yang terlambat dan tak mematuhi aturan sekolah.
“Cepetan lo baris!” tegas Nindya kepada
Tanpa menjawab Ivan menuruti perintah Nindya.
Tanpa basa basi bu Nita memberikan hukuman kepada siswa dan siswi yang terlambat dan tak mematuhi tata tertib.
“Kalian semua lari keliling lapangan 7 kali!!” ucap bu Nita guru killer dengan tegas.
“Kecuali Ivan, yang berhak menentukan hukuman buat kamu adalah Nindya karena mama kamu yang memintanya, dan ibu harap kamu tak datang kesekolah telat lagi!!” tegas bu Nita
“Akan saya usahakan bu!” jawab Ivan dengan muka tertunduk.
Tak menggubris bu Nita mengawasi anak-anak yang terkena hukuman.
Kemudian Nindya berkata kepada sekertarisnya agar mencatat nama siswa/siswi yang melakukan pelanggran. Setalah Nina mengangguk tanda mengerti Nindya langsung mendekati Ivan sambil tertunduk.
.
.
.
TBC
Maaf kalo ada yang typo..
Happy Reading:)
__ADS_1