Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 11


__ADS_3

Di perjalanan sangat hening hingga..


“A’a mau adek masakin apa?” tanya Nindya memecahkan keheningan.


“Emm, apa yak..” Ivan berfikir dan pandangannya tetap ke jalan.


“Gimana kalau gurame goreng tepung sama nasi goreng?” jawab Ivan tersenyum melihat Nindya.


“Siyap bos..” jawab Nindya terkekeh membuat Ivan gemas.


“Oh ya dirumah A’a ada siapa aja, biar nanti bahannya gak kurang.” tambah Nindya.


“Kamu masak buat kita aja soalnya papa sama mama kan keluar bareng ayah dan bunda.” jawab Ivan.


“Ouhh, oke deh. Tapi ‘a setelah nanti makan siang boleh kita kerumah kakakku, udah lama gak ketemu?” Tanya Nindya melihat ke Ivan dengan nada memohon.


“Boleh aja, yang penting sama kamu.” jawab Ivan terkekeh. Membuat pipi Nindya merah.


“Huh, gak lucu ‘a” jawab Nindya dengan membuang muka agar Ivan tak mengatahuinya. Ivan yang melihatnya hanya tertawa.


Tak lama kemudian mereka sampai di swalayan untuk memberi bahan-bahan masak, Nindya mampir ke bagian buah untuk membelikan keponakannya buah kesukaannya.


“Adek beli ini buat keponakan adek yah.” ucap Nindya dan di angguki oleh Ivan.


“A’a mau buah juga?” tanya Nindya.


“Boleh A’a mau buah naga.” jawab Ivan tersenyum.

__ADS_1


“Ayey kapten.” jawab Nindya lalu tertawa, membuat Ivan gemas.


Nindya lucu banget sih, betah gue di deket elo.-batin Ivan tersenyum melihat Nindya.


(Em, jadi dah tau kan ya. Nindya di sekolah sama di luar sekolah beda banget. Ya sikap Nindya yang seru, gokil gitu sama orang terdekan dia apalagi di luar sekolah.)


Mereka sekarang sudah ada di kediaman keluarga Bramasta. Nindya langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan.


30 menit kemudian masakan sudah tersaji di atas meja makan.


“Silakan dicoba ‘a, mau adek ambilin?” tanya Nindya.


“Boleh tuh dek, jangan banyak-banyak ya.” jawab Ivan sambil tersenyum.


“Oke deh, a’a mau minum apa?” tanya Nindya sambil mengambilkan makan untuk Ivan.


“Oke kalau begitu, nih makanannya adek ambil minum dulu.” ucap Nindya sambil menyerahkan piring dan berisi makanan.


Nindya langsung bergegas untuk mengambil minum, dan tak lama kemudian dia menaruh di meja depan Ivan. Nindya duduk di hadapan Ivan yang sedang makan dan mengambil makan untuk dirinya sendiri.


“Gimana ‘a, enak gak masakan adek?” tanya Nindya dengan melihat Ivan yang sedang makan.


Ini nasi goreng enak banget dah, gasalah Papa sama Mama cariin calon. Boongin Nindya dah-batin Ivan sambil ide jahil di kepalanya muncul.


“Hem, gimana yah. Ya masi bisa dimakan lah.” jawab Ivan bohong.


“Iya-iya kalo mau bohong liat-liat situasi kondisi dulu tho. A’a aja makannya kayak gitu dah nambah lagi.” jawab Nindya terkekek.

__ADS_1


“Nah itu tau masakan kamu enak.” Ivan.


Setelah itu keadaan menjadi hening, 10 menit kemudian mereka selesai makan dan Nindya membereskan piring kotor dan lainnya. Dan mencuci piring.


“Mau aku bantu gak?” tanya Ivan yang ada di sebelah Nindya.


“Gausah adek bisa kog.” jawab Nindya yang sedang sibuk mencuci piring.


“Yakinan, gak mau?” tanya Ivan lagi untuk memastikan.


“Beneran, nih udah mau selesai juga kog.” jawab Nindya. Tak tala kemudian Nindya membalikan badannya ke arah Ivan.


“Selesai!” ucap Nindya dengan tersenyum. Terdengar suara yang menandakan waktu untuk shalat asar.


“Yasudah ayo kita shalat, setelah itu kita pergi kerumah kakak kamu.” ucap Ivan dengan tersenyum.


“Siap bos!” jawab Nindya kerkekeh.


.


.


.


TBC


Maaf kalo ada yang typo

__ADS_1


Happy Reading!


__ADS_2