Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 28


__ADS_3

"Tama!" seru Hani kaget melihat Tama.


"Hani!" seru Tama yang juga kaget melihat ke arah Hani.


"Kalian saling kenal?" tanya Nindya bingung.


"Tama itu sepupu gue, iye kan. " jawab Hani.


"Yoi, ternyata lu sekolah sini juga." ucap Tama.


"Cehh, lu aja di luar negri gak keinget gue." ucap Hani kesal.


"Yee, sory kan gue ikut BoNyok gue." jawab Tama.


"Heem inn, jadi lu netep lagi kan di sini?" tanya Hani.


"Yes." jawab Tama.


"Lah kog gue baru tau lu punya sepupu." ucap Kelya.


"Cakep lagi." sambungnya.


Lia menoyor kepala Kelya.


"Aww, apaan sih noyor pala we segala?" tanya Kelya kesal.


"Dih, lu inget tu ama si Erza." jawab Lia.


"Nah tu betul, bijak kamu Li." sahut Nindya.


"Erza teh saha?" tanya Angger.


"Pacarnya Kelya, tapi LDR die." jawab Lia.


"Waduh ada yang patah hati gegara doi punya pacar nih." ucap David melirik Reyhan.


"Heem nih, ada bau-bau patah hati." sahut Ivan mengerti mangsud David.

__ADS_1


Sedangkan Reyhan mencoba bersikap Bodoamat dengan keadaan walaupun dia kaget dengan jawaban Lia.


"Kalean ini." ucap Nindya.


"Emang tampangnya Kelya kek jomblo ngenes ya, kog dikira ga punya pacar?" tanya Lia dengan watados.


"Wah jadi anda sudah punya pacar ya?" tanya Angger menanggapi.


"Sudah dong." jawab Lia bangga, mambuat David kecewa.


"Siapa?" tanya David dengan nada kecewanya.


"Itu lho suga, masa gatau. Member BTS itu lho. " jawab Lia.


Pletak.....


Satu jitakan mendarat di kepala Lia dari Hani.


"Mbaknya halu ketinggian." ucap Hani.


"Ehem, kode." sahut Ivan melirik ke David.


"Sudah, kek gini terus kita gak selesi-selasai." ucap Nindya.


"Oh iye, we ama Angger mau ke kantor kepsek." ucap Hani.


"Bareng napa Han, we sama Marley." ucap Tama.


"Huuh." jawab Marley.


"Heleh." ucap Hani.


"Sudah guys, we mau ke kelas, ada panggilan dari cogan." ucap Nindya dengan watados (wajah tanpa dosa).


"Cowo siapa dek? siapanya kamu huh!!" ucap Ivan ngegas.


"Cowoknya ganteng bet dah, tinggi, putih, hidungnya mancung, anak basket, pinter lagi." jawab Nindya santai membuat Ivan melototkan matanya.

__ADS_1


"Canda 'a serius amad!" sambung Nindya melihat ke arah Ivan yang sedang menahan marahnya. Ivan mendengar itu bernafas lega.


"Bodo ah, serah!" ucap Ivan pura-pura ngambek.


"Oke." jawab Nindya santuy langsung berjalan ke arah kelasnya.


"Buahhahahahahahahahah........" tawa Reyhan, David, Marley, Tama, Lia, Kelya, Angger, Dan Hani, yang melihat ekspresi kesal Ivan.


"Jurusnya gak mempan ya mas." goda Reyhan terkekeh.


"Lah bukannya dibujuk biar ga ngambek, ini malah ditinggal pergi." gumam Ivan kesal melihat punggung Nindya mulai menjauh.


Tawa Reyhan, David, Marley, Tama, Lia, Kelya, Angger, Dan Hani pecah mendengar gumaman Ivan.


"Sono lu kejar, soalnya ada tuan Adit yang ngejar Nindya." ucap David, tanpa menjawab Ivan lari menyusul Nindya.


"Udah lah, Ngger kuy kantor kepsek." ucap Hani menarik pergelangan tangan Angger lalu meninggalkan lainnya.


"Eh sepupu laknat, tungguin woy." teriak Tama dan menarik tangan Marley lalu mengejar Hani dan Angger.


"Udah lah kuy ke kelas aja." ajak David.


"Huuh, dari pada kek orang gaje." tanggal Lia.


Mereka berempat pun melaju ke kelasnya bersama-sama. Dengan diiringi perbincangan kecil, tak lama merekapun sampai di kelas mereka.


.


.


.


TBC


Maaf kalo typo:)


Happy Reading 💜

__ADS_1


__ADS_2