Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 30


__ADS_3

Setelah mereka duduk di tempatnya, pelajaran dimulai dengan serius, walaupun sesekali ada candaan, tak terasa sekarang adalah waktu untuk istirahat pertama.


"Kuy guys kantin." ajak Kelya kepada teman-temannya.


"Kuy." jawab mereka barengan.


Mereka semua pun menuju ke kantin bersama-sama. Di sepanjang jalan menuju kantin ada yang melihat mereka dengan tatapan kagum, dan ada juga yang menatap mereka dengan tatapan iri termasuk ada sekelompok perempuan yang menatap mereka dengan iri, yaitu Riska beserta empat temannya.


Kelompoknya Riska terdapat lima orang, mereka adalah genk yang suka membully adek kelas, kelompok mereka tidak suka dengan Nindya dkk karena dulunya Riska suka dengan Bian, tapi cintanya ditolak karena Bian lebih memilih mengejar Nindya.


(Yang lupa Bian itu yang suka sama Nindya waktu SMP ya)


Dan sekarang mereka suka dengan Ivan dkk tapi sekarang Ivan dkk dekat dengan Nindya dkk dengan cepat, padahal dulu Ivan dkk dan Nindya dkk tidak dekat.


"Kog mereka 2-3 Hari ini deket ya?" tanya Siska salah satu genk Riska.


"Iya tuh, ada angin apa mereka jadi deket gitu." sahut Kinan.


"Keknya salah satu dari mereka ada yang suka deh." ucap Indi.


"Kelihatannya si iya." jawab Cantika/Tika.


"Sialan, masak gue kalah lagi sama mereka!" ucap Riska geram.


"Gue gabakal diem." sambungnya.


"Terus lu mau ngapain?" tanya Cantika.


"Kita ikuti dulu permainan mereka." jawab Riska.


"Lu gak takut gitu kena bogem dari Nindya?" tanya Indi dengan polosnya.


"Lu do'ain gue kena bogem huh?" tanya Riska geram dengan temannya yang agak lola satu itu.


"Kagak sih." jawab Indi polos.


"Indi kapan ogeb lu ngurang sih?" tanya Kinan ikut geram.


"Emang gue ogeb?" tanya Indi.


"Serah lo!!" ucap Riska, Siska, Cantika, Dan Kinan berengan.

__ADS_1


Sementara Nindya dan Ivan dkk sudah sampai di kantin dan duduk di tempat yang mereka pilih.


"Sape yang mau pesen?" tanya Lia.


"Kikil aja, tapi gue ikut biar tau." jawab Hani memberi saran.


"Enak aje lu panggil gue kikil." bantah Kelya.


"Gapapa udah pw sebut gitu." jawab Hani santai.


"Pw pw pala kao." ucap Kelya geram.


"Ck, malah pada debat." ucap Nindya.


"Dah lah gue ama kikil aja, lu pada pesen apa?" ucap Hani, Kelya hanya mendengus kesal.


"Gue ikut dong." ucap Marley.


"Okelah." jawab Hani.


"Pada pesen apa?" sambungnya.


"Gue siomay aja gak pake pare sama tahu putih ya. Bumbu kacangnya dibanyakin." jawab Nindya.


"Gue bakso aja." ucap Lia.


"Gue juga bakso." ucap Tama dan David.


"Gue nasi goreng." ucap Reyhan.


"Lum sarapan lu?" tanya David yang diangguki oleh Reyhan.


"Lu apa Ngger?" tanya Kelya pada Angger.


"Emm, batagor aja deh." jawab Angger.


"Oke deh, kuy berangkat." ajak Kelya kepada Hani dan Marley.


Kelya, Marley, dan Hani pun pergi untuk membeli makanan. Sedangkan yang lainnya masi tetep stay di tempat duduk mereka dan berbincang.


"Kalian pacaran?" tanya Angger kepada Nindya dan Ivan.

__ADS_1


"Enggak." jawab Nindya dan Ivan barengan.


"Tapi kog deket ya, apa kalian saudara?" tanya Angger lagi.


"Tapi setau gue kagak mungkin kalian saudara." sambung Angger.


"Nin emang lu punya sepupu kek gini?" sambung Angger.


"Tapi gak mungkin deh." sambungnya.


"Angger bawel mode on." ucap Nindya dan Lia barengan.


"Kalian ini, gue beneran tanya woy." ucap Angger kesal.


"Tanya kog kayak ngerap." ucap Tama mengibarkan bendera peperangan.


"Sewot aje lu, kenapa emang kalo gue ngerap." ucap Angger kesal.


"Brisik tau gak." ucap Tama singkat.


"Dasar termos." seru Angger.


"Dasar bertengger." seru Tama tak mau kalah.


"Robot teros!!" seru Nindya, Lia, Ivan, David, dan Reyhan.


Angger dan Tama ahirnya bungkam dan saling tatap dengan tatapan tajam.


"Nanti aja jelasinnya yang lo tanyain." ucap Nindya pada Angger.


"Heem." jawab Angger singkat karena masi kesal dengan Tama.


.


.


.


TBC


Maaf kalo typo:)

__ADS_1


Happy Reading💜


__ADS_2