
Mereka berempat pun melaju ke kelasnya bersama-sama. Dengan diiringi perbincangan kecil, tak lama merekapun sampai di kelas mereka.
Sementara Hani, Angger, Marley, dan Tama sudah berada di dekat Kantor Kepala Sekolah.
"Eh lu dulu sana yang masuk!" suruh Angger pada Tama.
"Gue?? ogah." jawab Tama judes.
"Ngapa gak lu dulu." sambungnya.
"Idih, ogah we." jawab Angger.
"Lu sono Han." sambungnya.
"Ogahhh." jawab Hani.
"Sono lu dulu Ley." suruh Marley.
"Idih, pada cupu lu pada! Ogah gue mah kalo masuk duluan." jawab Marley gak tau malu.
"Idih lo juga cupu ogeb!" seru Angger.
"Hompimpah ae kuy, yang beda masuk duluan." ucap Tama memberi saran.
"Dari pada gak jadi masuk kite." sambungnya.
Mereka beempat hompimpah dan yang beda adalah Angger.
"Barengan aja kuy." ucap Angger yang tak mau jalan paling awal.
"Ceh,,," ucap Tama sambil melirik ke arah Angger.
"Ape lu liat-liat!!! Mata lu baru!!" ucap Angger ngegas.
"Pede amad jadi orang, sape juga yang liatin elo!!" jawab Tama ikut ngegas.
"Idih gak mau ngaku lagi." ucap Angger judes.
"Idih beneran gak ngeliatin gue, lo aja yang ke pede an." elak Tama.
"Heleh, udah ketawan gak mau ngaku!!" ucap Angger dengan nada yang naik satu oktaf.
"STOP!!!!" triak Hani dan Marley barengan, membuat Angger dan Tama bungkam.
__ADS_1
"Kita mau sekolah bukan debat!" seru Hani dan Marley barengan lagi.
"Dah mending kita barengan aja." ucap Marley.
"Daripada debat gajelas." sahut Hani.
"Iya.." jawab Angger dan Tama lirih.
Mereka bersama-sama mengetuk pintu ruangan itu.
tok.. tok.. tok
"Permisi." seru mereka bersama.
Pintu dibuka menampakan sosok kepala sekolh yaitu Pak Jodi.
"Kalian murid baru ya?" tanya Jodi pada mereka berempat.
"Iya pak." jawab mereka barengan.
"Oh mari silakan masuk!" ucap Pak Jodi.
"Terimakasih pak." seru mereka bersama lagi.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan itu lalu duduk setelah dipersilakan oleh Pak Jodi.
"Saya Tama pak." ucap Tama ikut memperkenalkan diri.
"Saya Marley pak."
"Saya Hani pak."
"Saya Angger pak."
Pak Jodi menganggukan kepala sebagai jawabannya.
"Kalian masuk di kelas XI IPS 2, dan ini Pak Tri wali kelas kalian." jelas Pak Jodi kepada keempatnya.
"Sekarang kalian masuk kelas, dan semoga betah disini." sambungnya.
"Terimakasih Pak." ucap mereka barengan.
"Mari kita ke kelas." ucap Pak Tri, dijawab dengan Anggukan kepala mereka.
__ADS_1
Hani, Angger, Tama, Marley, dan Pak Tri menuju ke kelas XI IPS 2. Ahirnya mereka sampai lalu masuk kedalam ruangan ruang kelas. Nindya, Lia, Kelya, David, Ivan, dan Reyhan kaget melihat Hani, Angger, Tama, dan Marley yang masuk bersama dengan Pak Tri.
"Assalamu'alaikum." ucap Pak Tri mengawali.
"Wa'alaikumussalam." jawab semua murid.
"Hati ini sekolah kita ada murid baru pindahan dari luar kota dan juga luar negeri, dan masuk ke kelas ini." jelas Pak Tri pada muridnya, dan dijawab anggukan oleh semua muridnya.
"Kalian silakan perkenalkan diri kalian." sambung Pak Tri.
"Saya Marley Putra, bisa dipanggil Marley, salken semua." ucap Marley memperkenalkan diri didepan kelas, mendapat anggukan dari siswa siswi yang ada di kelas.
"Saya Surya Pratama, dipanggil Tama, salken semua." ucap Tama.
"Saya Hani Puspita Sari, dipanggil Hani atau Sari, salken." ucap Hani.
"Saya Angger Ferdiansyah, dipanggil Angger, salken semua." ucap Angger.
"Oke, ada yang mau bertanya kepada mereka?" tanya Pak Tri.
"Saya pak." ucap salah satu siswa mengangkat tangannya.
"Silakan."
"Hani sama Angger sudah punya pacar belum?" tanya siswa itu.
Angger dan Hani berpandangan lalu menggeleng sebagai jawabannya.
"Ada-ada saja kamu." ucap Pak Tri pada siswanya itu. karena di kelas ini belajar juga kadang dengan candaan, tapi waktunya serius mereka akan serius.
"Oke kalian silakan duduk." suruh Pak Tri kepada Hani, Angger, Marley, dan Tama.
"Baik pak." jawab mereka bersama.
Setelah mereka duduk di tempatnya, pelajaran dimulai dengan serius, walaupun sesekali ada candaan, tak terasa sekarang adalah waktu untuk istirahat pertama.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf kalo typo:)
Happy Reading💜