
Setelah Nindya selesai berganti pakaian dia langsung turun ke bawah untuk makan bersama keluarganya, setelah selesai makan mereka berbincang-bincang di ruang keluarga.
"Kakak mau nginep sini?" tanya Nindya.
"Iya, dek kan udah lama gak kesini paling sampe acara tunangan kamu." jawab Reni.
"Ouhh, begitu. Jadi rumah rame deh." jawab Nindya senang.
"Van, kamu gak dicari sama mama mu?" tanya Dian.
"Udah kabarin mama juga bun." jawab Ivan sopan.
"Om, Tala au halan-halan." ucap Atala.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Ivan pada bocah yang duduk di pangkuannya.
"Emana-mana ang penting ama om ama ante." jawab Atala.
"Kalo om sih mau aja, tanya tante dulu sana." ucap Ivan tersenyum.
"Antee ayo halan-halan, Tala mau ama om ama ante." permohonan Atala sama Nindya.
"Yasudah ante mau tapi pamit dulu sama mama dan nenek." jawab Nindya.
"Kalian boleh jalan-jalan tapi jangan terlalu malam." sahut Dian.
"Yasudah tante ganti baju dulu sama ambil tas ya." ucap Nindya kepada Atala.
"Angan ama-ama ya te." jawab Atala kembali ke dekat Ivan.
Nindya tak butuh waktu lama untuk berganti pakaian. Dia langsung menghampiri Ivan. Merekapun berpamitan untuk pergi.
"Bun, kak pinjem adek ama Atala dulu ya." pamit Ivan sopan.
"Hati-hati 'a. Jangan terlalu larut nanti pulangnya." jawab Dian.
__ADS_1
"Titip Atala ya Van." sahut Reni.
"Siap bun kak." jawab Ivan.
"Assalamu'alaikum." ucap Nindya, Ivan dan Atala bersama dan menyalimi Dian dan Reni.
"Waalaikumsalam." jawab Dian dan Reni.
Mereka pun meninggalkan kediaman Wijaya, dijalan hanya hening hingga..
"Mau kemana dulu 'a?" tanya Nindya.
"Ke rumah dulu A'a mau ganti baju." jawab Ivan yang masi fokus ke jalan.
"Iya sekalian mandi A'a bau." jawab Nindya terkekeh.
"Hilih, Tala emangnya om bau?" tanya Ivan kepada Atala.
"Engga kog om, om wangi kog." jawab polos Atala.
"Anak kecil lebih jujur iho dek, walaupun bau kamu juga tetep suka ama aku kan." ucap Ivan terkekeh.
"Tinggal dikit nanti malem juga selesai, lagian aku dah beberapa hari gak ke kantor, asisten aku yang urus semuanya." jawab Ivan.
"Oh gitu." jawab Nindya.
Di jalan menjadi hening, hanya sekali-kali Atala nyanyi belum jelas membuat Ivan dan Nindya tertawa. Sekarang merekapun sudah berada di kediaman Bramasta.
"Assalamu'alaikum." ucap Ivan, Nindya dan Atala saat berada di depan pintu, sambil Ivan memencet bel.
"Wa'alaikumsalam." jawab Dina sambil membuka pintu.
"Eh, ada mantu bunda," ucap Dina mereka pun mencium tangan Dina.
"Anak ganteng ini siapa?" tanya Dina melihat Atala yang digendong Ivan.
__ADS_1
"Ini anaknya kak Reni ma." jawab Ivan.
"Ohh ini ya tampan sekali kamu nak." Ucap Dina sambil menyentuh pipi Atala.
"Tala ini mamanya om Ivan panggil aja oma ya." Ucap Ivan.
"Oke om." jawab Atala.
Merekapun masuk dan sekarang berada di ruang keluarga.
"Atala sama ante sama oma dulu om mau mandi nanti setelah itu kita jalan-jalan." ucap Ivan pada Atala, Ataupun beralih ke Nindya. Ivan pun langsung bergegas ke kamarnya untuk mandi.
"Atala sini sayang sama oma." ucap Dina.
"Ia Oma." jawab Atala dan menghampiri Dina. Dina pun mengangkat Atala dan mendudukan di pangkuannya.
"Kalian sudah makan belum." tanya Dina kepada Nindya.
"Sudah kog ma, tadi sebelum ke sini kita sudah makan." jawab Nindya.
"Mama sudah makan?" sambung Nindya.
"Sudah dek sebelum kalian dateng." jawab Dina.
"Mama dirumah sendiri?" tanya Nindya.
"Iya papa belum pulang paling sebentar lagi." jawab Dina.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf kalo ada yang typo
Happy Reading!