Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 19


__ADS_3

Setelah puas bermain Ivan, David, Atala, dan Rena(sepupu Lia) menghampiri Nindya dan Lia yang tengah berbincang menunggu mereka.


"Dek." panggil Ivan menghampiri Nindya dan Lia.


"Udah selesai, ehh.. David. Waduh ternyata ini temennya Li." ucap Nindya sambil menyenggol pelan lengan Lia. Lia pun menjawab dengan tersenyum.


"Ceritanya udah jadian nih? Traktiran nih." sambung Nindya.


"Bukan dek, tapi ada gantungan kang cangcimen." jawab Ivan terkekeh.


"Ehh, kutu kupret ngawur omongannya." jawab sinis David, membuat Ivan dan Nindya tertawa.


"Nama kamu siapa cantik?" tanya Nindya kepada Rena yang digendong David.


"Rena kak." jawab Rena yang umurnya lebih tua dari Atala.


"Anak manis." ucap Nindya tersenyum.


Ga nyesel Nin gue suka sama lo, semoga lo bisa bales rasa ini dengan waktu yang cepat. -batin Ivan tersenyum.


"Oh ya Nin, gue mau pamit ya, udah ditunggu nih sana sama Nyokap gue." pamit Lia.


"Buru-buru amad buk." jawab Nindya.


"Ehh, lu kira gue ibu-ibu, lagian udah lama gue disini." jawab Lia sewot.


"Iya deh, iya, gosah sewot juga kalek." jawab Nindya.


"Gue juga pamit ya Nin, Van." pamit David karena juga harus mengantarkan Lia dan Rena, Ivan dan Nindya menjawab dengan anggukan.


"Assalamualaikum." ucap David, Lia, dan Rena.


"Wa'alaikumsalam." jawab Ivan, Nindya, dan Atala.

__ADS_1


Setelah itu David, Lia, dan Rena pun meninggalkan Ivan, Nindya, dan Atala.


Atala pun mengajak mereka ke tempat penjual es krim karena Atala menginginkannya. Setelah sampai Nindya pun memesan es krim sedangkan Atala dan Ivan mencari tempat duduk untuk menikmati es krim. Nindya pun menghampiri Atala dan Ivan yang sedang duduk.


"Nih, es krim buat Atala sana A'a." ucap Nindya sembari memberikan kepada Atala dan Ivan.


"Acih ante." ucap Atala tersenyum.


"Makasih." ucap Ivan dengan tersenyum.


"Sama-sama." jawab Nindya dengan tersenyum.


Mereka menghabiskan es krim dengan bersenda gurau. Setelah menghabiskan es krim, Ivan dan Atala menemani Nindya mencari novel. Tapi Atala mengajak Ivan untuk mencari buku cerita, Ivan pun menuruti kemauan Atala, sementara Nindya sedang mencari novel. Saat Nindya tengah memilih novel ia pun tak sengaja menabrak seseorang.


Bruk..


"Eh maaf, aku ga sengaja." ucap Nindya kepada orang orang itu.


"Nindya."


"Hani."


seru mereka bersama.


Hani Puspita teman sewaktu SMP Nindya, Lia, dan Kelya. Tapi Hani setelah lulus harus pergi keluar kota untuk mengikuti Ayahnya karena dipindahkan tugas


"Wah-wah kirain udah lupa sama gue, gara-gara gak hubungin gue." ucap Nindya.


"Ya mana mungkin gue lupa sama es batu." jawab Hani terkekeh.


"Dih ya kan beda tempat sama orang beda pribadi, hahahha." jawab Nindya.


"Aduh masi sama kayak dulu," ucap Hani.

__ADS_1


"Hem pa iya ya? Oh iya bokap lo pindah tugas kesini lagi?" tanya Nindya sambil mencari novel.


"Heem, jadi pindah lagi deh. Tapi bisa kumpul sama kalian lagi, kog tumben ga ada Lia sama Kelya?" tanya Hani.


"Ya kan we kesini sama Ivan sama Atala anaknya kakak we." jawab Nindya.


"Aduh mbak sapa tu Ivan, yang ngejar-ngejar lo sampe gada akal?" tanya Hani dengan tertawa.


"Aish, itu sudah masa lalu, tapi kalo tanya siapa Ivan, cerita nya panjang, lain kali aja we ceritain, sekalian kita kumpul bareng." jawab Nindya.


"Oke deh we juga kangen 2 mahluk lainnya." jawab Hani dengan tertawa.


"Oh gue duluan ya, nanti di omelin nyokap gue lagi, karna pulang ga inget waktu." sambungnya.


"Oke deh ati-ati." jawab Nindya.


"Assalamu'alaikum." ucap Hani.


"Wa'alaikumsalam." jawab Nindya.


Nindya pun menemukan novel yang ia cari dan langsung bergegas mencari keberadaan Ivan dan Atala.


.


.


.


TBC


Maaf kalo ada yang typo:)


Happy Reading!

__ADS_1


__ADS_2