Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 31


__ADS_3

"Nanti aja jelasinnya yang lo tanyain." ucap Nindya pada Angger.


"Heem." jawab Angger singkat karena masi kesal dengan Tama.


Tak lama kemudian makanan mereka sampai yang bibawa Kelya, Hani, Marley.


"Makanan dateng guys." seru Kelya saat sampai di samping meja yang ada temannya.


Mereka menikmati makanan sambil bercanda, disisi lain ada lima orang yang mengamati mereka dari kejauhan.


"Hebheb Marley ku ganteng banget astaga.." ucap Cantika memandang kagum Marley.


"Baru aja tadi masuk di sini udah digebet aja." sewot Kinan.


"Gakpapa lah kan biar impas, lu sama Reyhan, Riska ama Ivan, Siska sama David, Indi sama Tama." jelas Cantika.


"Nah betul tuh, lagian gue udah klepek-klepek ama my huby Tama." sahut Indi cepat.


"Cowo aja cepet." cibir Siska, Riska, dan Kinan barengan.


"Iya dong, wajib!" jawab Indi semangat dengan sedikit berteriak, membuat orang di sekitar mereka melihat ke arah mereka.


"Malu-maluin aja lu." ucap Riska lirih, dibalas cengengesan oleh Indi.


"Aku jadi ingin di dekat ayang Reyhan deh, takut ada pelakor soalnya." ucap Kinan dengan songongnya.


"Perasaan cinta bertepuk sebelah tangan deh." sahut Siska.


"Ya iya sih, tapi gue yakin ayang Reyhan mau sama gue." jawab Kinan yakin.


"Mimpi jangan tinggi-tingi jatoh sakit lu." ucap Cantika.


"Ga ngaca lo!!!" seru Riska, Siska, Kinan, dan Indo kompak.


"Lupa ngaca." jawab Cantika santai.


"Kayanya holkay." cibir Siska.


"Yang kaya BoNyok gue, gue cuman kecipratan." ujar Cantika membela diri.


"Bodo lah." seru Riska.

__ADS_1


Sementara di tempat Nindya, Ivan dkk.


"Emm, Nin." ujar Hani mengawali.


"Apee." jawab Nindya.


"Lu ada hub-" ucap Hani belum selesai karena ucapannya Angger.


"Eh iya, kan ini dah kumpul cerita sekarang aja Nin." sahut Angger.


"Kampret lu, gue lagi mau ngomong dah lu potong." ujar Hani lalu menoyor kepala Angger.


"Sialan lu, main toyor-toyor aje." ucap Angger kesal.


"Mampos lu." lirih Tama uang terdengar oleh Angger.


"Ape lu termos!!! Mau gue toyor lu???!!" seru Angger kesal.


"Dih ngape ni anak, dasar bertengger!!!" seru Tama gak mau kalah.


"Ape lu!!!" seru Angger.


"Iho apee!!!" seru Tama.


"Ade apa sih lu dua orang ributttt mulu kerjaannya." seru Hani.


"Kuy KUA aja nikahin ni dua orang." ucap Ivan.


"Ogah!!!" ucap Angger dan Tama barengan.


"Kompak sekali." goda David.


"Apa si lu!" ucap Angger dan Tama barengan lagi.


"Hadudu jodoh gak akan kemana." ucap Kelua dengan nada nyanyian.


"Ogah jodoh ama termos!!"


"Ogah jodoh ama tengger!!" ucap nya barengan lagi.


"nyimak." seru Nindya santai.

__ADS_1


"2in." seru Reyhan.


"3in." seru Hani.


"4in." seru Ivan.


"5in." seru Marley.


"Eh buset belon lulus tk lu lu pade? " seru David.


"Pikir aja diri!" seru Ivan, Reyhan, Marley, dan Hani barengan.


"Dahhhhhhhhh, jangan pada debat kaga jelas. Kaga guna!" ucap Nindya.


"Tadi lu mau tanya apa?" tanya Nindya pada Hani.


"Ohhh ituu." jawabnya.


"Lu sama Ivan ada hubungan apa?" smambungnya.


"Gue sama Nindya otw tunangan." jawab Ivan, membuat Hani, Angger, Marley, dan Tama kaget.


"What!!!" triak mereka berempat, di sekitar mereka jadi menoleh ke arah mereka.


"Lu pada jangan triak-triak napa sih." geram Nindya.


"Maap kelepasan." ucap Angger cengengesan.


"Jadi beneran ini?" tanya Marley.


"Hooh, besok minggu tunangan,dan liburan semester nikah." jawab Ivan santai. Membuat mereka berempat kaget, dan pikiran negative ada di otak mereka.


"Gue sama Ivan dijodohin." jelas Nindya agar mereka tak salah faham. Sedangkan mereka hanya ber O ria.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Maaf kalo typo:)


Happy Reading💜


__ADS_2