
Sesampainya di ruang BK mata Ivan melotot melihat mamanya sedang ada di sekolah dan Ivan bertanya.
“Mama kenapa kesini?” tanya Ivan menatap matanya dan salim kepada mamanya.
“Gapapa, cuman mau main aja, gimana enak gak hukumannya?” tanya adel.
“Namanya hukuman itu gak enak lah ma. Tapi Ivan mau berubah biar gak dihukum lagi ama si kedis dan bu Nita.” ucap Ivan membuat Adel mengembangkan senyumannya.
“Oh, ya bu Nita kenapa panggil saya kemari?” tanya Ivan dengan sopan.
“Tak apa-apa Ivan cuman tadi bu Adel ingin bertemu kamu.” jawab bu Niita tersenyum.
“Oh, baiklah mah,bu saya permisi dulu ke kelas ya?” pamit Ivan sangat sopan.
“Iya sana kamu ke kelas, nanti tertinggal pelajarannya.” ucap mama tersenyum.
“Ya sudah mah, bu Ivan ke kelas dulu ya, Assalamualaikum..” pamit Ivan dan menyalimi mama dan bu Nita.
Skip pulang sekolah
*Author pov*
Bel pulang sudah berbunyi, ketiga sahabat berbincang-bincang di kelas sebelum pulang dan merencanakan pergi ke Mall.
“Eh gays ke Mall yuk, dah lama gue gak jalan-jalan apalagi kita mendekati UKK nih gak kerasa kita mau kelas 12 aja.” ajak Kelya.
“Kalo gue mah ayok-ayok aja, lo gimana Nin?” jawab Lia.
“Hmm, okelah gue mau.” Nindya
“Skuyy berangkat!” seru Kelya,
__ADS_1
Melum melangkat terdengan suara notivikasi dari HP Nindya.
“Ehh, bentar gue angkat telfon dulu, bokap gue nih takutnya ada yang penting.” ucapku.
*telfon*
“Assalamualaikum, yah ada apa?”
“Waalaikumsalam, Nin kamu langsung pulang yah, ada yang mau omongin sama kamu, urusan penting!” ayah Nindya, Refan
“Iya yah, Nindya langsung pulang, Assalamualaikum..”
“Hati-hati, Waalaikumsalam…”
*Nindya prov*
Setelah angkat telfon gue minta maaf dan pamit sama sahabat gue.
“Yah gaseru lu, yaudah hati-hati.”
Di perjalanan gue penasaran apa urusan penting yang dibilang bokap.
Nih ayah kenapa dadakan, urusan penting apa yang mau domongin sama ayah, tumben-tembenan koh ayah ngomong gitu. Udah lah sekarang fokus nyetir biar cepet sampe rumah dan ngomong ama ayah biar ga penasaran lagi-batin Nindya.
20 menit ahirnya gue sampe rumah juga.
“Assalamualaikum, Nindya pulang!!”
“Waalaikumsalam, udah mandi sana terus makan ada yang mau diomongin sama kamu.” jawab bunda, Dian.
“Yaudah, bun aku ke kamar dulu.” jawab Nindya.
__ADS_1
20 menit kemudian gue turun setelah gue mandi dan istirahat sejenak. Langsung gue pergi ke ruang makan.
“Nin makan dulu, setelah itu ayah mau bicara sama kamu.” ayah Refan
“Iya, yah.” jawabku dan mengambil posisi duduk.
Setelah selesai makan gue, ayah, dan bunda ke ruang keluarga. Sekedar info gue itu bukan anak tunggal tapi gue punya saudara perempuan, tapi udah nikah waktu gue SMP kelas 3.
“Yah, ini mau ngomongin apa sih, adek jadi penasaran.” ucapku.
“Jadi gini dek, ayah mau jodohin adek sama anak temen ayah.” jawab ajah.
“HAHH!! mangsud ayah apa, ayah bercanda kan? Ga lucu tau yah!”
“Gak dek ayah beneran, sebenernya kamu udah dijodohin dari kecil dek.” Ayah.
“Yah, adek baru kelas 11, masa iya gitu. Apalagi adek gatau orangnya lagi.” jawabku dengan nada kesal.
“Kata siapa kamu gak kenal, kamu kenal orangnya kok dia baik.” jawab bunda.
“Kalo adek ga mau gimana, adek masi kecil yah… Bun jelasin ke ayah lah” rengekku ke bunda.
.
.
.
TBC
Maaf kalo ada yang typo.
__ADS_1
happy Reading!