Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 18


__ADS_3

Nindya, Atala, dan Dina berbincang dan mendengarkan cerita Atala yang membuat tertawa, ahirnya Ivan turun dengan menggunakan celana levis hitam panjang, kaos hitam pendek dan kemeja yang sengaja tidak dikancingkan, topi hitam, tak lupa sepatu warna hitam.


"Ayo, berangkat." seru Ivan yang sudah ada di ruang keluarga.


"Oh, oke. Ma Adek pamit ya." pamit Nindya dengan menggendong Atala.


"Iya hati-hati dijalan. Ivan jagain Adek sama Atala, awas aja sampe lecet." ucap Dina dengan nada mengancam.


"Aish, iya Mamaku." jawab Ivan.


"Assalamu'alaikum." seru mereka bertiga sambil mencium tangan Dina.


"Wa'alaikumsalam." jawab Dina.


Mereka pergi menggunakan mobil yang dibeli dengan uangnya sendiri, karna membantu Papanya mengurus kantor. Di perjalanan hanya terdengar celotehan dan nyanyian dari Atalanta, sampai Nindya membuka suara.


"Mau kemana 'a?" tanya Nindya dengan melihat Ivan.


"Emm, gimana kalo ke mall? Kan disana ada area main anak-anak." Jawab Ivan yang masi fokus ke jalan.


"Oke deh, nanti sekalian mau beli novel." jawab Nindya.


"Adek suka novel?" tanya Ivan melihat ke Nindya sebentar dan kembali fokus ke jalan.


"Ya gitu deh, buat ngisi waktu luang aja sih." jawab Nindya dengan memandang jendela. Sementara Ivan hanya ber O ria saja.


Setelah perjalanan yang lumayan, ahirnya mereka sampai di salah satu mall kota itu. Mereka masuk ke area bermain



*boleh berfantasi juga guys, cari gambarnya perjuangan. Tapi lebih berat berjuang untuk dia yang tak menganggap ku ada.


"Bucin ko Thor." Ivan


"Gapapa kali-kali." Author.

__ADS_1


"Eeleh, dah berkali-kali Thor." Nindya yang nyaut.


~Back to topic~


Yang main hanya Ivan dan Atala, mereka sudah membujuk Nindya, tapi dia hanya mau nunggu saja. Ivan dan Atala bermain dengan ceria, dan semangat. Saat Nindya sedang memainkan HP nya tiba-tiba ada yang menyapanya.


"Nin, ngapain disini?" tanya orang itu.


"Ouh, elu Li, tu lagi nunggu Ivan ama Atala." jawab Nindya dan memasukan telfonnya ke dalam tas.


"Lah lu ngapain disini?" tanya Nindya kepada orang itu yaitu Lia.


"Lagi nemenin sepupu gue." jawab Lia.


" Oo, sama siapa kesini?" tanya Nindya menginterogasi.


"Eh.. em.. sama temen." jawab Lia gugup.


"Hadududu, sama siapa." jawab Nindya menggoda.


"Iyain ae lah." jawab Nindya.


--Di tempat Ivan dan Atala--


Ivan dan Atala sedang bermain dan Ivan pun menemukan orang yang ia rasa cukup kenal, Ivan pun mendekati orang itu dan menyapanya.


"Hey Vid." sapa Ivan kepada David yang sedang bermain dengan anak kecil.


"Eh elu Van, kirain siapa." jawab David.


"Anak sape nih, anak lu?" tanya Ivan terkekeh.


"Pale lu peyang, ini sepupunya Lia." jawab David terus terang.


"Waduh, pepet teros bang!" jawab Ivan dengan tertawa.

__ADS_1


"Pendekatan bray, ni anak sapa? Anak lu?" tanya David balik.


"Gila apa lu anak gue, ini keponakannya Nindya." jawab Ivan.


"Haduh kita sama berjuang nih." ucap David.


"Hah gak salah denger we? Kita? lu aja kalik kalo gue udah pasti." jawab Ivan sombong.


"Ceh, sombong bener lu." jawab David, membuat Ivan tertawa.


"Jadi lu udah jadian sama Lia." tanya Ivan sambil bermain bola dengan Atala.


"Belom sih, masi proses." jawab David.


"Huwe, kasihan Lia digantungin ama kang cangcimen." ucap Ivan terkekeh.


"Enak aje lu kutu kupret, bukan digantungin nunggu waktu yang pas aja." jawab David.


Mereka berempat bermain bersama-sama dan mengenalkan satu sama lain antara mereka.


------------------------------------------------------------------------


Maaf beberapa hari ini gak up karena Author ujian. Jangan lupa di like, comen, vote ya guys.


.


.


.


TBC


Maaf kalo ada typo:)


Happy Reading!

__ADS_1


__ADS_2