Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 9


__ADS_3

--Pagi hari--


Nindya bangun karena suara azan subuh, ia bergegas ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, setelah itu dia melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat Nindya turun ke bawah dan memasak makanan membantu bundanya, ia melakukan itu saat libur sekolah.


“Eh, anak bunda sudah bangun.” ucap Dian melihat Nindya yang menghampirinya.


“Sudah dong bun, kan hari ini libur sekolah, bukan artinya untuk bermalas -malasan, bunda mau masak apa hari ini?” tanggap Nindya dan bertanya kepada Bundanya.


“Mau masak sop daging, tempe goreng, cumi asam manis, dan udang tepung.” jawab Dian sambil memotong sayur.


“Okelah, Adek yang goreng ya bun.” ucap Nindya dengan tersenyum.


“Oke”


30 menit makanan sudah siyap, Nindya pun berpamitan untuk mandi.


“Bun, adek keatas dulu, mau mandi.” ucap Nindya dengan tersenyum.


“Yaudah, sana nanti keburu dingin makanannya.” jawab Dian.


15 menit Nindya menyelesaikan ritual mandinya, Nindya memakai baju santainya dan tak lupa jilbabnya. Nindya turun kebawah dan melihat ayahnya sudah ada di meja makan.


“Pagi ayah, bunda.” sapa Nindya dengan tersenyum manis.


“Pagi” jawab Refan dan Dian barengan.


Saat ninfya berjalan ke arah meja makan ada suara


Tingg..Tongg

__ADS_1


“Adek aja yang bukain yah.” ucap Nindya, kedua ortunya pun menganggukan kepalanya.


“Assalamualaikum” ucap orang yang berdiri di depan pintu.


“Waalaikumsalam, eh A'a, masuk dulu, udah makan?” jawab Nindya tersenyum.


“Belom nih” jawab Ivan dengan tersenyum.


“Ya sudah, ayo makan bareng ada ayah sama bunda juga” ajak Nindya kepada Ivan.


“Oke” jawab Ivan singkat.


“Assalamualaikum bunda, ayah.” sapa Ivan sambil mencium tangan calon mertuanya.


“Waalaikumsalam, makan bareng sini ‘a, duduk dulu” ucap Revan pada calon menantunya.


Di meja makan tak ada yang berbicara, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang mengenai piring.


15 menit semua sudah selesai makan, dan memutuskan untuk berbincang di ruang keluarga.


“Oh ya, a’a kesini ada perlu apa?” tanya ayah sambil melihat ke Ivan.


“Mau main yah, sama sekalia mau ajak adek jalan-jalan dan kerumah.” jawab Ivan dengan tersenyum.


“Oh, mau berangkat kapan perginya? Soalnya ayah sama bunda ada urusan buat acara hari minggu nanti, jadi ayah titip adek ya.” ucap Refan.


“Sekarang yah, kalo jagain adek udah tugas a’a” jawab Ivan sopan.


“Oh, dek cepetan ganti baju. Ayah juga mau pergi sekarang sama bunda. Assalamualaikum.” ucap ayah.

__ADS_1


“Siyap yah.” jawab Nindya spontan.


“Waalaikumsalam” jawab Nindya dan Ivan barengan dan mencium tangan ayah dan bunda.


Setelah kepergian Ayah dan Bunda Nindya pamit ke kamar untuk berganti pakaian, tak perlu waktu yang lama Nindya sudah selesai berganti pakaian.


“Ayo ‘a, adek sudah siap.” ucap Nindya mendekati Ivan.


“Skuyy, kita ke danau dulu baru belanja.” jawab Ivan berganti posisi menjadi berdiri.


“Ngikut aja kalo aku mah.” jawab Nindya santai.


Tanpa basi basi mereka bergegas ke danau, di sana Nindya dan Ivan tak sengaja bertemu dengan kedua sahabat Ivan. Kedua sahabatnya pun datang menghampiri Ivan dan Nindya.


“Waduh, tumben nih akur biasanya berantem mulu.” ucap David dengan nada menggoda.


“Oh, tadi pagi diajak jalan gabisa katanya sibuk urusan kantor.” imbuh Reyhan.


.


.


.


TBC


Maaf kalo ada yang typo!


Happy Reading!

__ADS_1


__ADS_2