
Nindya sekarang berada di kamarnya dan sedang membalas chat dari teman-temannya.
Tiba-tiba ada notif masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"Lah ini siapa." tanya Nindya.
+62857××××××××
Assalamualaikum, gimana kabarnya Nin?-tanya orang itu.
Waalaikumsalam, kabar baik. Ini siapa ya?-balas Nindya sopan.
Aku Febrian teman SMP kamu dulu. -jawabnya.
Oke guys dia itu Febrian Hadyansah, dipanggil Bian. Dulu dia ngejar-ngejar Nindya. Tapi selalu ditolak oleh Nindya. Karena Nindya menganggapnya hanya sebagai kakak, walaupun begitu Bian tetep kekeh ngejar cintanya Nindya. Waktu lulus SMP Bian ikut orangtuanya pindah ke kota ×××.
Ouh, Bian kirain siapa, gimana kabarnya? -tanya Nindya balik.
Alhamdulillah, baik kog. Jangan lupa save no ku ya -jawabnya.
Oh oke, udah malem aku mau tidur. -balas Nindya.
Ouh, oke, met malem. -jawabnya.
Ni Bian dapet nomer aku darimana ya. Semoga aja dia gak kayak dulu lagi deh, mending we tidur aja dari pada mikirin itu.-batin Nindya.
Mata Nindya pun terpejam, dan sedang berada di dalam mimpi. Tak terasa waktu begitu cepat jam sekarang menunjukan pukul 04.30, Nindya bangun langsung bergegas ke kamar mandi, untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Selesai shalat subuh Nindya menata buku. Tak lupa atribut sekolah yang lengkap karena hari ini hari senin.
sekarang waktu menunjukan pukul 06.05 Nindya turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua nya.
"Pagi yah, bun." sapa Nindya yang jalan menuju ke meja makan.
"Pagi juga sayang." jawab Ayah dan Bunda barengan.
"Sarapan dulu, nanti kamu bareng sama Ayah aja ya." ucap Ayah.
"Oke deh kalo gitu." jawab Nindya.
15 menit kemudian semua sudah selesai makan Refan dan Nindya pun sekarang sudah ada di perjalanan menuju sekolah. Waktu perjalanan ke sekolah Nindya hanya 20 menit dan sekarang sudah ada di depan sekolah.
"Yasudah, yah adek pamit dulu ya. Assalamu'alaikum, Ayah hati-hati di jalan." pamit Nindya dan mencium tangan Refan.
__ADS_1
"Belajar yang rajin, Wa'alaikumsalam." jawab Refan.
Nindya pun turun dari mobil dan masuk ke gerbang sekolah, dan menuju ke kelasnya. Nindya sekarang sudah ada di kelasnya dan menyapa 2 sahabatnya itu.
"Assalamu'alaikum, met pagi Lia, Kelya." sapa Nindya dengan senyumnya
"Wa'alaikumsalam, pagi juga bu Ivan." jawab Lia dan Kelya bersamaan.
"Bu Ivan pala lu peyang, ini Nindya ege, sejak kapan nama gue ganti." jawab Nindya.
"Kan sebentar lagi jadi menantu keluarga Bramasta." goda Lia
"iye gak Kel." sambung Lia.
"Ya jelas dunk, jadi nyonya Nindya Putri Bramasta." goda Kelya.
"Serah kalian dah, serah." jawab Nindya ketus.
Tak disadari Ivan cs sudah ada disana.
"Wah... ada apa nih kek seru." ucap Ivan.
"Wa'alaikumsalam." ketus Nindya, Kelya, dan Lia
"Wa'alaikumsalam." jawab mereka bertiga lagi.
"Oh ya tumben ga telat 'a?" tanya Nindya kepada Ivan yang duduk di depannya. Ivan memutar tubuhnya dan menjawab.
"Emm, nanti kena omel calon istri." jawab Ivan terkekeh.
"Astagfirullah, adek salah apa ini, kenapa semua begini." jawab Nindya melas. Membuat semua yang ada disana tertawa.
"Lha kan emang bener Nin." ucap David.
"Heem, iya. Gue mau ke depan ya, udah mau bel, ngawasin adkel yang tugas, bayyy." pamit Nindya.
"Perlu ditemenin enggak?" tanya Ivan lembut.
"Gausah, sendiri aja. Daa, Assalamu'alaikum." jawab Nindya.
"Wa'alaikumsalam." seru mereka semua.
__ADS_1
Nindya pun pergi meninggalkan mereka untuk menjalankan tugas terahir karena besok Selasa sudah pemilihan pengurus baru, karena kelas 12 di fokuskan dengan ujian-ujian.
Tak lama kemudian terdengar bel tanya upacara. Upacara sudah berjalan dan sekarang pelajaran. Sudah beberapa jam ahirnya terdengar bel tanda istirahat. 3 sahabat ini pun memutuskan untuk ke kantin.
"Kuyyyy, Nin, Li ke kantin laper we." ucap Kelya.
"Kalo makan aja semangat." cibir Lia, yap karena Kelya kalo urusan makan amat sangat semangat.
"Sudah, ke kantin ae keburu masuk." jawab Nindya beranjak dari tempat duduknya. Mereka pun berjalan ke kantin.
"Mau pada pesen apa?" tanya Kelya.
"Gue batagor sama es teh aja." jawab Nindya yang fokus ke HPnya.
"Gue samain aja kek Nindya." jawab Lia.
"Oke deh." jawab Kelya dan memesan makanan.
Ivan, dan David menghampiri meja Nindya karena Reyhan sedang memesan makanan, tapi Ivan melihat Nindya yang sedang fokus ke HP dan mengkode Lia untuk duduk bersama. Lia yang mengerti kodenya pun mengangguk tanda setuju. Ivan pun duduk di samping Nindya, tapi Nindya belum mengetahuinya.
Ide jahil Ivan muncul untuk mengageti Nindya. Ivan pun pura-pura batuk di telinga Nindya, seketika Nindya kaget dan melihat orang di sampingnya.
"Astagfirullah, bikin kaget aja. A'a dari kapan disini?" tanya Nindya.
"Biarin aje, salah siapa aku dateng adek gatau." jawab Ivan.
"Liatin apa sih, sampe fokus gitu." sambung Ivan.
"Mau tau aja apa banget." tanya Nindya terkekeh.
"Cepetan dek." jawab Ivan.
"Nih lagi pantau persiapan buat besok pemilihan pengurus." jawab Nindya.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf kalo Typo
Happy Reading!