
Nindya bangun karena mendengar suara azan subuh.
"Udah pagi aja, hoamm." ucap Nindya dan menguap lalu bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudhu.
Setelah itu Nindya menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setalah shalat Nindya pergi ke dapur untuk membantu memasak, dan menyiapkan roti isi karena kemungkinan tak sarapan di rumah. Setelah selesai Nindya bergegas ke kamar untuk membersihkan badan.
~Di kamar Ivan~
Ivan terbangun karena alarm yang dia pasang, tak lama kemudian terdengar azan subuh berkumandang, dan Ivan segera ke kamar mandi untuk mencuci muda dan mengambil air wudhu dan menjalankan kewajibannya menjadi muslim. Setelah selesai Ivan segera mandi dan mengerjakan tugas sekolah yang kemarin malam belom di kerjakan.
Jam 5.40 Ivan keluar kamar dan berpamitan kepada orang tua nya.
"Pah, mah A'a berangkat dulu ya." ucap Ivan.
"Gak sarapan dulu 'a?" tanya Dina.
"Gausah ma, nanti A'a ke kantin aja."
"Yasudah sana nanti Nindya nunggu." ucap Zein.
"A'a pamit yah, Assalamu'alaikum." ucap Ivan lalu mencium punggung tangan Zein dan Dina.
"Wa'alaikumsalam." jawab Zein dan Dina.
"Hati-hati 'a, gausah ngebut." sambung Dina yang di beri acungan jempol oleh Ivan.
Ivan bergegas ke garasi dan menaiki mobil kesayangannya Laferrari. Jalanan cukup sepi karena masi pagi, dan itu membuat Ivan sampai setelah 20 menit di perjalanan. Ivan memasuki pekarangan keluarga Wijaya, Ivan membunyikan klakson agar Nindya keluar.
Di dalam rumah Nindya sedang menunggu Ivan di ruang TV setelah mendengar klakson mobil Nindya bergegas pamit kepada orang tua nya, karena kakak dan kakak iparnya masi di kamar untuk bersiap.
__ADS_1
"Yah, bun Nindya pamit ya A'a dah di depan." pamit Nindya.
"Gak sarapan dulu dek?" tanya Dian.
"Nindya bawa bekal, nanti makan di perjalanan saja bun." jawab Nindya dengan tersenyum.
"Yasudah dan a berangkat, A'a dah nunggu." ucap Refan.
"Adek pamit, Assalamu'alaikum." ucap Nindya dan mencium punggung tangan Refan dan Dian.
"Wa'alaikumsalam." jawab Refan dan Dian dengan kompak.
Nindya pun segera melaju keluar rumah dan masuk ke dalam mobil.
"Berangkat sekarang?" tanya Ivan.
"Sekarang lah A'a." sambung Nindya dengan melas membuat Ivan tertawa.
"Oke, berangkat." ucap Ivan segera menancap gas keluar dari pekarangan rumah keluarga Wijaya.
"A'a udah sarapan?" tanya Nindya.
"Belom, nanti paling ke kantin aja." jawab Ivan.
"Gausah nih aku buatin bekal, ya cuman roti isi sama susu sih." ucap Nindya mengeluarkan bekalnya.
"Malah ngerepotin." ucap Ivan.
"Aku yang ada yang ngerepotin A'a." ucap Nindya.
__ADS_1
"A'a mau makan sekarang?" tanya Nindya.
"Nanti aja di kelas." jawab Ivan.
"Yaudah, adek mau makan nanti ga ada waktu." ucap Nindya.
"iya."
Nindya makan roti isi dan minum susu yang telah di siapkan tadi pagi, Ivan sesekali melirik ke Nindya yang sedang makan. Setelah 15 menit Nindya selesai makan, diperjalanan tak ada suara. 4 menit setelah Nindya selesai makan mereka sampai di sekolahan. Ivan memarkirkan mobilnya.
"Mau langsung apa ke kelas dulu?" tanya Ivan, mereka masih di dalam mobil.
"Ke kelas dulu deh." ucap Nindya.
"Yaudah bareng aja, yok." ucap Ivan, mereka pun menuju ke kelas, dua-duanya berada di mode dingin balik lagi. Tak ada percakapan, di tengah-tengah perjalanan ada seseorang yang menyapa Nindya.
"Selamat pagi Nindya." sapa seseorang itu....
.
.
.
TBC
Maaf kalo typo:)
Happy Reading 💜
__ADS_1