Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 20


__ADS_3

Nindya pun menemukan novel yang ia cari dan langsung bergegas mencari keberadaan Ivan dan Atala. Tak membutuhkan waktu yang lama mencari Nindya menemukan orang yang dicari dan bergegas menghampirinya.


"Lagi cari apa?" tanya Nindya yang menghampiri Ivan dan Atala.


"Udah selesai cari novelnya?" tanya balik Ivan tanpa menjawab pertanyaan Nindya.


"Udah kog, pada cari apa ini?" jawab Nindya dan kembali bertanya kepada Ivan.


"Lagi liat-liat buku cerita." jawab Ivan tersenyum.


"Ouh gitu." jawab Nindya.


"Ante mau ini." ucap Atala kepada Nindya dengan memegang sebuah buku.


"Atala mau, kalo beneran mau kita beli ya." jawab Nindya dan mengambil buku cerita yang di pegang Atala.


"Acih ante." ucap Atala tersenyum.


"Sama-sama ganteng." ucap Nindya.


"Aku mau bayar dulu ya 'a." pamit Nindya.


"Eit, aku ikut." jawab Ivan dan mendapat anggukan oleh Nindya.


Mereka berdua pun sedang berada di kasir untuk membayarnya,


"Jadi totalnya dua ratus ribu kak." ucap kasir sopan.


Saat Nindya ingin mengeluarkan uang Ivan sudah mengeluarkan kartu dan memberikannya pada kasir.


"Ehh, kog A'a yang bayar." tanya Nindya.


"Gapapa, santai aja oke." jawab Ivan.


Setelah menyelesaikan pembayaran mereka pun berjalan keluar dari toko buku.


"Kog malah A'a yang bayar?" tanya Nindya.


"Gapapa lah kan aku seneng liat kamu seneng." jawab Ivan.


"Hilih, makasih ya 'a." ucap Nindya dengan senyum manis.


"Sama-sama." jawab Ivan.


"Atala bilang apa sama om." ucap Nindya kepada Atala.


"Acih om ipan." ucap Atala.

__ADS_1


"Sama-sama ganteng." jawab Ivan.


"Sekarang mau kemana?" tanya Nindya sambil berjalan si samping Ivan yang menggendong Atala.


"Tala mau kemana?" tanya Ivan sambil melihat Atala.


"Au ulang, tala apek." jawab Atala yang lesu di gendong Ivan.


"Wah gaada tenaga lagi nih." goda Nindya tersenyum.


"Aish, kamu ini keponakan cape malah digoda." ucap Ivan kepada Nindya.


"Hehe, seru tau goda Atala itu." jawab Nindya terkekeh.


"Daripada goda Atala yang kecapean paling bentar lagi tidur, mending aku aja." ucap Ivan yang mengoda Nindya.


"Satu jawaban aku, yaitu MALES." jawab Nindya menekan kata Males, kemudian tertawa.


Melihat Nindya yang tertawa Ivan terus memperhatikan Nindya


Manis, bisa-bisa diabetes gue kalo gini.-batin Ivan.


"Udah jangan ketawa lagi." ucap Ivan kepada Nindya, setelah mendengar itu Nindya berhenti tertawa


"Kenapa?" tanya Nindya heran.


"Soalnya ketawanya manis, nanti aku diabet gimana." goda Ivan, mendengar itu Nindya bungkam.


"Aww, sakit ini." ucap Ivan dengan nada melas.


"Bodo." jawab Nindya ketus, langsung berjalan meninggalkan Ivan.


Ivan yang melihat Nindya manyun menjadi gemas, hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Mereka sudah di dalam mobil dan meninggalkan mall tersebut, Atala sudah tertidur di pangku oleh Nindya. Sementara Nindya masi kesal dengan Ivan, tapi boong Nindya mau ngerjain Ivan, dan di perjalanan Nindya hanya melihat ke arah jendela.


"Aduh jangan marah dong." ucap Ivan masi fokus ke jalan. Nindya tak meresponnya.


Ivan menghela nafas dan kembali membujuk Nindya. Padahal Nindya tidak marah dengan Ivan, tapi Nindya mau ngerjain Ivan.


"Jangan marah dong, aku beliin es krim deh." bujuk Ivan.


"Ogah." jawab ketus Ivan.


"Ku beliin balon deh." usaha Ivan.


"Bukan anak kecil." jawab Nindya, dibalik itu Nindya coba menahan tawanya.


"Aku beliin permen deh." bujuk Ivan kembali.

__ADS_1


"Ogah." jawab Nindya.


"Aku harus apa lagi biar kamu gak marah lagi. Ngomong sama aku kamu mau apa biar maafin aku." ucap Ivan melas, dan meminggirkan mobilnya. Mendengar itu Nindya tak kuasa menahan tawanya. Ivan yang melihat Nindya tertawa menjadi heran.


"Kog ketawa sih?" tanya Ivan heran.


"Apanya yang lucu?" sambung Ivan.


"A'a yang lucu." jawab Nindya masi tertawa.


"Kog aku, emang apa yang lucu?" tanya Ivan heran.


Nindya pun menghentikan tawanya dan menatap Ivan.


"Baru tau aku seorang Ivan Putra Bramasta yang sangan amat cuek, dingin kek kutub kalo sama cewek, tapi sekarang bujuk aku biar ga marah." jawab Nindya dengan tersenyum.


"Ya kan beda kamu sama cewek lainnya." jawab Ivan serius.


"Beda apanya?" tanya Nindya yang mengangkat alis kirinya.


"Beda hubungannya sama aku." jawab Ivan.


"Jadi dari tadi kamu ga marah?" sambung Ivan.


"Ngapain marah, gajelas banget." jawab Nindya.


"Ohh, jadi ceritanya mau ngerjain aku?" tanya Ivan.


"Kalo iya gimana?" tanya balik Nindya.


"Udah mulainya jailnya." ucap Ivan tersenyum.


"Bodo, wlee." jawab Nindya lalu menjulurkan lidahnya. Ivan melihat itu jadi gemas sendiri.


"Udah cepet jalan kasihan ini Atala." sambung Nindya lalu memandang Atala yang tertidur pulas di pangkuannya.


"Iya, iya." jawab Ivan dan menjalankan mobilnya.


Diperjalanan menjadi hening, beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di pekarangan keluarga Wijaya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Maaf kalo typo:)


Happy Reading!


__ADS_2