Kedis Cantik Jodohku

Kedis Cantik Jodohku
KCJ 34


__ADS_3

Tapi sebelum Nindya sampai Kelas ada beberapa anak yang mencegat Nindya di Koridor sekolah yang cukup sepi.


orang itu adalah Riska dan teman-temannya.


"kenapa?" tanya Nindya santai.


"Elo yang harusnya gue tanya kenapa." sahut Kinan.


Nindya mengangkat salah satu alisnya untuk meminta penjelasan lanjutan.


"Lo gak puas rebut gebetan gua?? hah!!" ucap Riska sedikit membentak.


"Mangsudnya??" tanya Nindya yang belom mengerti mangsud pembicaraan Riska dkk.


"Sok gak tau, dan gapunya dosa ya lu!" sahut Siska.


"Kenapa sih kalian, bikin orang pusing saja." ucap Nindya lalu meninggalkan Riska dkk nya.


"Sial*an tu anak!!" kesal Riska.


"Sabar Ris, dia kali ini bisa lolos, tapi gatau besoknya lagi." Ujar Siska menenangkan Riska yang sedang dalam emosinya itu.


"Gak tau diri tu anak." kesal Indi.


"Wes mending masuk kelas aja yok." ajak Kinan.


"Heem." jawab Riska dengan deheman karena masi kesal.


Nindya sudah sampai di kelasnya, dia berfikir kenapa Riska bisa memarahinya.


"Kenape sih tu anak??"


"Gajelas banget." smambungnya.


"Gajelas apanya?" suara yang Nindya kenal mengagetinya.


"Gapapa." jawab Nindya singkat.

__ADS_1


"Kenapa sih, coba cerita." ucap Ivan lalu duduk di deket kursi Nindya.


"Bingung aja ama Riska dkk." ucap Nindya.


"Kenapa??" tanya Ivan.


"Masak pagi-pagi marah-marah gajelas sama we." jawab Nindya.


"Kog bisa??" tanya Ivan lagi.


"Kalo aku tau aku gabakal mikir Ivan Putra Bramasta...." jawab Nindya.


"Hehe, iya juga yak." jawab Ivan cengengesan.


"Aneh ni anak satu." ujar Nindya.


"Ye maap." jawab Ivan.


"Bodo."


"Etdah marah nih?" ucap Ivan, Nindya hanya fokus untuk melihat yang ada di HP nya.


"Jan marah dong." ucapnya lagi.


"Jan marah ntar mukanya jelek iho."


"Bodoamat." jawab Nindya singkat.


"Jan marah lah, Adek kan baikk, cantek, pinter jan ngambek dong." bujuk Ivan.


"Sereh." jawab Nindya cuek.


"Etdah balik ke mode kulkas." gerutu Ivan dengan suara lirih yang masi terdengar Nindya.


"Masi denger." ucap Nindya.


"Emang aku ngomong apa??" ujar Ivan.

__ADS_1


"Gosah pura-pura gatau." jawab Nindya dingin.


"Udahan ya jan marah-marah terus."


"Nanti ku beliin es krim deh." rujuknya seperti membujuk anak kecil yang sedang marah.


"Ga pengen!" jawab Nindya singkat.


"Pengennya apa?" tanya Ivan.


"Kamu diem, udah cukup balikin mood ku." jawab Nindya.


"Yaudah ku diem ini." jawab Ivan lalu membaca buku untuk menghilangkan rasa bosannya.


Bel masuk pun terdengar, semua siswa/siswi memasuki kelas masing-masing, pelajaran di kelas Nindya cukup berisik karena gurunya tidak masuk kelas karena ada rapat di luar sekolah, jadi diberi tugas untuk dikumpul di jam terahir mata pelajaran itu. Sekarang sudah jam istirahat Nindya masi betah duduk di bangkunya, Ivan pun menghampirinya.


"Engga ke kantin?" tanya Ivan.


"Males ke kantin." jawab Nindya, yang moodnya tidak seperti pagi tadi.


"Mau dibeliin sesuatu gak, kamu harus tetep makan." tanya sekaligus Ivan meningkatkan Nindya untuk makan.


"Beliin somai aja, bumbu kcangnya banyakin." jawab Nindya setelah berpikir.


"Siyap, tunggu ya." ucap Ivan.


"Ku beli somai dulu." sambungnya lalu Ivan pergi ke kantin.


Tak butuh waktu lama, Ivan kembali dengan membawa 2 plastik somai.


"Sesuai aplikasi ya kak." ucap Ivan nyeleneh.


"Berapa totalnya mas??" ujar Nindya yang menanggapi lelucon Nindya.


"Kalo buat tuan putri gratis kak." jawab Ivan cengengesan.


"Hahaha, aneh-aneh aja kamu mah." jawab Nindya dengan tertawa, melihat tawa Nindya Ivan menjadi senang karena sedari tadi Nindya hanya diam.

__ADS_1


Maaf kalo typo:)


Happy Reading💜


__ADS_2