
Hari ini di SMA Persatuan tidak ada jadwal pelajaran karena pemilihan pengurus organisasi OSIS dan kedisiplinan, dan juga pulang lebih awal.
Pemungutan suara diadakan pukul 07.30 dan selesai pukul 09.00. Setelah pemungutan suara selesai panitia diberikan waktu istirahat 30 menit lalu penghitungan suara. Perhitungan suara di lihat oleh seluruh siswa SMA Persatuan. Suporter-suporter memberi dukungan untuk pilihan mereka. Ahirnya penghitungan suara selesai, saat ini di umumkan yang menjadi pengurus selanjutnya oleh kepala sekolah dan pemilik sekolah yaitu papa Ivan.
"Saya disini mengumumkan yang menjadi ketua OSIS angkatan selanjutnya adalah Kenzi kelas 11 IPA 3." ucap Zein sebagai pemilik sekolah ini.
Suasana menjadi riuh karena yang dipilih mereka menang. Setelah itu Zein mengumumkan siapa yang menjadi wakil, sekertaris, dan lainnya. Saat ini akan di umumkan siapa yang menjadi penerus pengurus kedisiplinan sekolah oleh kepala sekolah.
"Dan yang menjadi ketua kedisiplinan selanjutnya adalah Kevin kelas 11 IPA 1." ucap Kepala sekolah yang mendapat balasan riuh karena kevin menjadi ketua kedisiplinan.
Sekarang adalah memberikan penghargaan kepada pengurus OSIS dan kedisiplinan yang akan diganti, dan serah jabatan kepada pengurus yang baru. Setelah selesai Semua berjabatan tangan, saat ini Nindya berjabatan dengan Kevin kedis baru.
"Selamat, tugas gue udah lengser ke elo." ucap Nindya.
"Thanks kak, mohon bimbingannya." jawab Kevin.
"Gue yakin elo bisa, semangat." ucap Nindya.
"Siyap kak." jawab Kevin tersenyum.
Jam 11.30 semua sudah selesai siswa dan siswi pun pulang ke rumah, kecuali anggota OSIS dan kedisiplinan untuk membereskan semuanya. Belum selesai membereskan ternyata azan dhuhur sudah berkumandang, semua pun shalat terlebih dahulu bagi yang islam dan tidak mendapat halangan.
Jam 13.00 semua sudah beres dan pulang, saat Nindya beranjak ke parkiran ada yang memanggilnya.
"Nindya." sapa Adit si mantan ketos.
"Ada apa?" tanya Nindya dingin.
"Mau pulang?" tanya Adit basa basi.
"Heem." jawab Nindya hanya dengan deheman.
__ADS_1
"Udah dijemput? kalo belom bareng aja yuk." ucap Adit mengatakan mangsudnya untuk pulang bareng Nindya.
"Makasih, tapi gaperlu." jawab Nindya datar.
"Kenapa?" tanya Adit.
"Dah dijemput, gue duluan." ucap Nindya lalu berjalan meninggalkan Adit dan menuju ke mobilnya Ivan.
Huff, ditolak lagi. Sampai kapan kek gini coba? Adit lo harus tetep Semangat!! -batin Adit melihat punggung Nindya yang mulai menjauh.
Nindya sudah sampai di mobil Ivan lalu masuk ke dalam mobil.
"Udah selesai?" tanya Ivan melihat ke Nindya.
"Udah." jawab Nindya singkat.
"Mau langsung pulang atau makan dulu?" tanya Ivan.
"Oke deh, berangkat." ucap Ivan dan mengajukan mobilnya.
Di tengah perjalanan Ivan terpikirkan oleh Adit yang sempat berbincang dengan Nindya sebelum Nindya masuk ke mobilnya.
"Dek kayaknya mantan ketos suka sama kamu deh." ucap Ivan fokus kejalan.
"Heem, dia pernah ngungkapin pas kelas 11." jawab Nindya membuat Ivan kaget.
"Terus adek terima?" tanya Ivan.
"Ga engak lah 'a, buat apa?" jawab Nindya.
"Adek suka?" tanya Ivan melirik Nindya.
__ADS_1
"Enggak." jawab Nindya.
"Kenapa A'a tanya itu?" sambungnya.
"Emm,, e... eng.. gak papa." jawab Ivan terbata-bata.
"Heleh boong, kenapa tanya itu?" Nindya mengulangi pertanyaannya.
Mampos dah gue, jawab apa ini. Udahlah ngomong jujur aja. -batin Ivan.
"Kenapa hem?" ulang Nindya membuyarkan lamunan Ivan.
"A'a cemburu." jawab Ivan dengan lirih. Mendengar itu Nindya tertawa.
"Sudah kudagu." ucap Nindya di sela tawanya.
"Duga dek." ucap Ivan membenarkan.
Setelah 25 menit perjalanan mereka sampai di kediaman Wijaya mereka makan siang bersama, Ivan pun pamit untuk pulang, karena ada pekerjaan.
.
.
.
TBC
Maaf kalo typo:)
Happy Reading 💜
__ADS_1