
"kamu ngapain kesini malam malam" tanya laki-laki itu
"aku mau nginep bolehkan" jawab olivia sambil tersenyum
"tapi-"olivia memotong ucapan laki-laki itu dengan menunjukan wajah memelasnya
"ayolah reza cuman semalam aja ko yahh aku mohon... Gak bakalan nyusahin ko janji" tanyanya sambil mengangkat tangan berjanji
"yaudah ayo masuk tapi kamu harus jelaska knapa" jawabnya
"okeh" ucap olivia penuh semangat
Reza mengambilkan minum untuk olivia dan memberikannya pada gadis itu
"jadi kenapa" tanyanya
Olivia hanya melihat lihat apartemen reza dan tak menghiraukannya
"untuk apartemen anak laki-laki ini cukup rapih bahkan apartemen aku ajah kalah" ucapnya
Reza memutar bola matanya kesal olivia tidak mendengar apa yang reza katakan padanya hanya melihat lihat saja padahal olivia bukan baru kali ini saja datang ke apartemen reza
"oyolah olivia jawab pertanyaan ku" tanyanya lagi olivia melihatnya
"jawab apa" tanyanya
"jangan pura-pura bodoh olivia, kenapa kamu sampai kabur ke apartemen ku jawab" tanyanya lagi
Olivia duduk di kursi dan meminum minuman yang reza berikan padanya lalu menatap reza
"gak ada apa apa cuman pengen aja emang gak boleh" tanyanya sambil cemberut
"apa kamu gak takut olivia untuk tidur di rumah laki-laki" tanya reza pada olivia
"gak, aku tau kamu akan menjagaku bukan malah membuatku takut" jawabnya santai
Reza mendekatkan wajahnya pada olivia, dan olivia memundurkan wajahnya karna reza terus mendekatinya
__ADS_1
"hehh.. Bodoh mau apa jangan becanda gak lucu" ucap olivia sambil mendorong kepala reza dengan jari telunjuknya
"kau takut kan, jadi jawab jujur ada apa sebelum aku benar-benar memciummu" tanya reza kali ini dengan serius
"ada seorang laki-laki yang menggaguku makanya aku kabur kesini puas" jawabnya
"laki-laki siapa, bukannya di apartemen mu ada sahabat mu juga" jawabnya sambil melihat olivia
"sebenarnya aku kesini untuk menghindari laki-laki itu, tapi diana malah merencanakan agar aku dan laki-laki itu bertemu" jelas olivia sambil melihat kedepan dengan tatapan kosong
"lalu kenapa apa dia sebegitu jeleknya sampai kamu gak mau ketemu sama laki-laki itu" tanya reza yang penasaran
"bukan begitu, dulu aku sangat mencintainya sampai dia membuat aku sakit hati" jawab olivia
"apa kamu masih mencintainya" tanya reza pada olivia gadis itu hanya diam saja tak menjawab
Reza tau sekarang kanapa olivia tidak pernah bisa di luluhkan hatinya karna masih ada seseorang di dalam hati olivia
"yaudah ini udah malem pergi tidur dikamar aku akan tidur di sini" ucap reza pada olivia yang melamun
"baiklah selamat malam reza" jawabnya sambil berlalu pergi kekamar reza
Diana menelpon paris tapi sama paris juga tidak bisa menemukan olivia, akhirnya mereka menyerah untuk mencari olivia
"gadis itu kamana dia pergi larut malam begini, apa dia kerumah temannya" ucap diana pada dirinya sendiri
Karna sekarang tidak ada siapa-siapa di apartemen olivia lalu gadis itu pergi untuk tidur karna diana akan pulang besok ke negara asalnya
Olivia bangun dari tidurnya jam sudah menunjukkan pukul 6 olivia berjalan menuju kamar mandinya reza untuk cuci mukanya dan setelah itu olivia berjalan menuju dapur karna melihat reza sedang mamasak sesuatu
Saat olivia ingin mengagetkan reza yang kelihatannya serius sekali tiba-tiba
"kau sudah bangun" tanya reza pada olivia lalu laki-laki itu berbalik dan melihatnya
"bagai mana kau tau aku ada di belakang mu" tanya olivia pada reza, laki-laki itu terkekeh melihat olivia
__ADS_1
"dasar gadis bodoh kalo ingin mengagetkan ku pelankan langkah kaki mu" ucapnya sambil melanjutkan masakan nya
Olivia hanya melihatnya malas
"apa kamu sudah memberi tau sahabat mu kau tidur disini" tanya reza pada olivia yang sedang minum
"yaampun bodohnya aku, kenapa sampai lupa" jawabnya, olivia menyimpan gelasnya di atas meja dan berlari menuju kamarnya reza untuk menghubungi sahabatnya itu,
Tapi ponsel olivia mati karna lupa untuk di isi daya, olivia melihat reza sedang menyiapkan makanan di atas meja untuk sarapan mereka olivia mendekat ke arah laki-laki itu
"ponsel ku mati, aku takut diana khawatir mana ponsel mu aku pinjam untuk menghubungi diana" tanya olivia pada reza
"di atas meja deket tv" jawab reza
Gadis itu berjalan dan mengambil ponsel reza saat olivia menyalakan ponselnya reza olivia terkejut karna wallpaper ponsel reza adalah poto dirinya dan reza yang sedang tersenyum manis
Gadis itu mendekati reza dan menujukan ponselnya ke arah muka reza, reza terkejut karna poto tersebut memang reza gunakan sebagai wallpaper layar ponselnya
"kamu menjadikan poto kita wallpaper utama di ponsel mu" tanya olivia ingin membuka galeri di ponsel itu tapi reza langsung merebutnya olivia terkejut karana reza tiba-tiba mengambil ponselnya
"bukankah kita berteman, apakah tidak boleh aku menggunakan poto kita sebagai wallpaper" tanya reza pada olivia
Gadis itu hanya menatapnya saja
"aku pikir poto wallpaper ponselmu hanya poto gadis gadis genit itu" jawab olivia sambil duduk untuk sarapan
Reza melihatnya malas lalu laki-laki itu ikut duduk dan melihat olivia sudap memakan sarapannya
"kau pikir aku mau gitu sama mereka" tanya reza malas
Pasalnya banyak wanita yang selalu genit pada reza karna laki-laki ini emang tampan jika olivia bisa melihatnya oliviapun akan jatuh hati, tapi sayang nya olivia buta dengan itu karna di hati olivia hanya ada paris seorang
Setelah selesai dengan sarapannya reza mengantar olivia pulang ke apartemennya karna pasti sahabatnya itu sedang bingung mencari olivia
Saat sampai di apartemennya olivia langsung masuk dan mendapati sahabatnya tengah mondar mandir seperti kebingungan
"kenapa lo mondar mandir gak jelas" tanya olivia tiba-tiba, sontak diana melihat ke arahnya dengan tatapan seperti ingin memakannya hidup hidup
__ADS_1