
Olivia menangis sendirian di taman rumah sakit, dan beruntung lah olivia karna tamanya tidak terlalu ramai oleh orang
'kenapa sakit sekali, aku yang menyuruhnya untuk menikahinya tapi kenapa sakit sekali' pikir olivia sambil memukuli dadanya
"kenapa kamu menangis" ucap seseorang sambil mengulurkan sapu tangan miliknya
Olivia mendongakan kepalanya dan melihat Rocky yang sedang berdiri di hadapannya
Rocky pun tersenyum sambil melihat ke arah olivia dan oliviapun tak ragu langsung memeluk Rocky, laki-laki itu terkejut karna ini peetama kalinya olivia memeluknya, dan pertama kali seorang wanita memeluknya karna Rocky yang begitu kejam dan dingin kepada setiap wanita yang ingin mendekatinya Rocky langsung mengusir nya secara kasar
Rockypun membalas pelukan olivia yang masih menangis
"kenapa kamu ada di sini bukankah kau pulang hari ini" ucap olivia masih memeluk Rocky
"apa aku tidak bilang jika aku akan pulang malam ini" jawab Rocky pada olivia, dan oliviapun melepaskan pelukannya dan melihat Rocky
"kamu tidak bilang jika kau malam ini pulang" Rocky membantu olivia menghapus airmatanya dan olivia melihat Rocky
"haha maafkan aku, aku lupa memberi taumu dan kau belum menjawab pertanyaan ku dokter olivia" ucap Rocky sambil tertawa
Oliviapun tersenyum sambil menyeka air matanya
"aku tidak menangis, ini hanya kelilipan debu saja" olivia berusaha mengelak, dan Rocky terus menatap olivia
"benarkah haha jika kamu kelilipan kenapa air matamu terus mengalir seperti air terjun" goda Rocky pada olivia, dan oliviapun terkekeh mendengar godaan Rocky
"kau mengejekku" olivia melihat Rocky yang masih tertawa
"tidak" ucap Rocky dan menatap olivia
__ADS_1
"lalu kenapa kau terus tertawa" tanya olivia kesal
"kau terlihat jelek jika menangis seperti itu, dan lihat ingusmu keluar" goda Rocky lagi
"aku tidak ada ingus kau menyebalkan sekali" olivia memukuli Rocky sambil tersenyum dan merekapun tertawa
Inilah kenapa olivia langsung merasa nyaman saat bersama Rocky, Rocky selalu mengerti perasaan olivia
Mereka tidak menyadari jika reza melihat mereka sendari tadi, ada sedikit rasa cemburu dalam hatinya melihat olivia yang begitu akrab dengan laki-laki yang reza tidak kenali itu, dan rezapun berjalan menjauh dari sana setelah melihat olivia kembali tersenyum berkat orang lain dan bukan karna dirinya lagi,
Sepertinya reza harus berusaha membuka hatinya untuk wanita lain dan biarkanlah olivia menjadi adiknya, agar hubungannya dengan olivia tidak akan canggung jika nantinya olivia memiliki hubungan dengan laki-laki lain
Oliviapun pergi dari sana dan menuju ruangannya bersama Rocky yang berjalan di sampingnya olivia
"suster apa jadwalku sibuk hari ini?" olivia yang melihat suster tika
"hari ini sepertinya tidak dokter" jawab suster tika pada olivia
Oliviapun membereskan barangnya dan segera pergi dari sana bersama Rocky
"kamu akan pergi" reza yang tadinya ingin keruangan olivia namun melihat olivia sepertinya akan pergi bersama laki-laki yang reza tak kenal itu
Oliviapun melihat kearah reza
"iya aku ada urusan sebentar, ada apa dokter ada yang bisa aku bantu" kata olivia pada reza
"ohh, tidak ada" ucap reza sambil melihat ke arah laki-laki itu, dan oliviapun melihat reza dan memperkenalkan reza pada Rocky
"ohh, ya dokter reza perkenalkan ini Rocky, dulu dia adalah pasienku sewaktu aku masih di jepang" Rocky pun mengulurkan tangannya pada reza dengan ekspresi wajahnya yang biasa datar tidak ada senyum sedikitpun
__ADS_1
Dan rezapun membalas uluran tanga Rocky
"reza, kakanya olivia" ucap reza
"Rocky" balas Rocky pada reza
"jadi anda kakanya olivia, tapi kenapa kamu tidak pernah cerita punya kaka laki-laki pada ku dokter olivia" tanya Rocky heran sambil melihat reza lalu melihat ke arah olivia
"sebenarnya dia adalah sahabatku, tapi aku sudah menganggapny sebagai kaka ku" jelas olivia pada Rocky, dan Rockypun hanya mengangukan kepalanya
"baiklah kalau begitu, aku permisi dulu dokter" olivia berpamitan pada reza
"iya baiklah hati-hati" balas reza sambil melihat olivia yang berjalan pergi
"aku permisi calon kaka ipar" ucap Rocky pada reza lalu mengikuti olivia yang sudah berjalan duluan
Reza terus melihat mereka sampai merek benar-benar hilang dari pandangannya
"siapa laki-laki itu" tanya dokter yuna yang tiba-tiba ada di samping reza, dan rezapun terkejut karnanya
"dokter mengagetkan ku saja" ucap reza yang melihat kearah dokter yuna
"aku dari tadi disini kenapa dokter terkejut seperti itu" ucap dokter yuna yang melihat kearah reza
"benarkah aku tidak mendengar dokter datang" balas reza sambil berjalan pergi ke ruangannya, dokter yuna hanya menatapnya malas dan berjalan mengikuti dokter reza dan merekapun pergi sambil mengobrol
Ini poto Rocky
Jangan buliy aku yah jika novelnya banyak typo ini novel pertama ku~
__ADS_1
Janganlupa tinggalkan jejak kalian 👍o