Kehadiranmu

Kehadiranmu
Eps11


__ADS_3

Diana berjalan ke arah olivia


"lo dari mana aja gue khawatir sama lo tau gak" jawab diana kesal


"gue nginep di rumah temen" ucapnya santai dan berlalu ke kamarnya


Diana hanya mengikuti dan mengomelinya


"temen siapa, dimana cewe apa cowo? Apa lo sering nginep kaya gini olivia" tanyanya tak berhenti seperti mengintrogasi olivia


Gadis itu menatapnya malas,


"kalo tanya tuh satu-satu gue bingung jawabnya" ucap olivia sambil berlalu ke kamar mandinya dan meninggalkan diana yang emosi karna olivia berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya


"olivia gue lagi ngomong lo malah mandi" ucap diana pada olivia


"iya gue mandi dulu nanti baru jawab" Teriak nya di dalam kamar mandi


Selang beberapa menit olivia sudah beres dengan mandinya dan sudah memakai pakaiannya


Olivia berjalan ke ruang tengah untuk menemui diana sambil memainkan ponsel nya, langkah olivia terhenti saat suara laki-laki bertanya padanya dan olivia melihat laki-laki itu malas hendak berbalik menuju kamarnya tapi tangannya di tahan oleh seseorang


"kamu dari mana saja olivia aku cariin kamu semalaman" ucap paris pada olivia


Laki-laki yang sedang menahan tangan olivia, gadis itu menatapnya


"apa peduli mu, kenapa juga mesti repot repot nyariin, aku baik-baik aja salama ini apa lagi sebelum kamu datang ke sini" jawabnya santai


Paris menatap balik olivia lalu tersenyum


"oyah, apa selama ini juga kamu gak pernah merindukan ku olivia, sebegitu bencinya kamu pada ku olivia" Tanyanya paris yang menatap mata olivia


Diana yang menghubungi paris saat olivia masih mandi tadi dan bilang bahwa olivia sudah pulang, paris tidak tinggal diam paris langsung berangkat menuju apartemen olivia dan di sinilah paris sekarang

__ADS_1


"aku tidak pernah merindukan orang yang membuatku sakit" ucap olivia sinis


"olivia sudah ku katakan aku emang salah aku minta maap, sebesar itukah kesalahanku olivia" tanya paris kini dengan tatapan penyesalan bukan lagi mata yang selalu tajam


"harusnya kamu pikir dulu sebelum kamu menyakiti hati seseorang paris, ahh tidak kamu memang tidak punya hati bukan" jawab olivia sambil menepis tangan paris degan senyum mengejek


"vi paris kesini karna dia tulus buat minta maaf sama lo" ucap diana pada olivia


"sudahlah di, seharusnya lo gak usah hubungin dia, bukannya lo liat sendiri apa yang dia lakuin" tanya olivia yang melihat ke arah sahabatnya itu,


"aku mencintaimu olivia" ucap paris sambil menundukkan kepalanya, olivia menatap paris tak percaya dengan apa yang paris katakan padanya


Paris menatap mata olivia yang kini menatapnya juga


"aku benar-benar menyesal olivia karna menyakiti hatimu, setelah kamu pergi aku baru menyadari kalo aku mulai mencintaimu" kata paris, olivia menatap mata paris mencari kebohongan di dalam sana tapi tidak ada kebohongan


"vi hampir tiga tahun ini paris trus cari lo sebenarnya gue gak peduli karna dia yang udah bikin lo pergi tapi setelah gue sadari kalo kalian saling mencintai gue bisa apa vi, paris yang datang sendiri kesini bukan karna gue kasih tau, cintanya yang anterin dia sampe ketemu sama lo vi" jelas diana yang kini berjalan kearah olivia dan menatapnya


Olivia balas menatap sahabatnya itu


"aku gak cinta sama dia olivia, kita di jodohkan untuk kepentingan bisnis, aku akan mengurusnya saat aku pulang nanti" jawab paris sambil memegang kedua tangan olivia


"aku gak mau paris itu sama ajah aku yang rusak hubungan kalian aku gak mau" ucap olivia pada paris sambil melepaskan tangannya


"aku akan pulang untuk mengurus semuanya olivia, tunggu aku kembali ke sini dan kita pulang bersama" kata Paris Meyakinkan olivia


Gadis itu tak menjawab, olivia hanya diam saja sementara paris berlalu ingin pergi tapi paris kembali dan menatap mata olivia dan


Cup..


Paris mencium kening olivia dan tersenyum


"aku akan kembali" ucap paris lalu pergi dari apartemen olivia, diana mendekati olivia dan tersenyum,

__ADS_1


"lo bisa liat kalo paris bener-bener cinta sama lo dia pasti bakalan perjuangin cinta nya dan mengutamakan lo" ucap diana yang menyemangati sahabatnya itu, olivia hanya tersenyum dan mengangukan kepalanya


Di bandara.. Olivia yang mengantarkan sahabatnya itu untuk kembali pulang ke negara asalnya,


"jaga dirilo disini yah, dan kayaknya orang tua lo juga kangen banget sama lo" ucap diana pada olivia


"titip salam buat mereka yah, dan tolong jaga mereka, lo juga hati-hati di perjalanan gue pasti bakalan kangen sama kalian" ucapnya sambil memeluk sahabatnya diana membalas pelukannya sebelum akhirnya diana harus pergi dan menghilang dari Pandangan olivia


Di taksi menuju apartemennya olivia ingin pulang saja karna hari ini olivia ijin tidak masuk kampus karna urusannya dengan Paris dan diana,


Olivia terus melamun di sepanjang perjalanan nya pulang entah apa tapi olivia meresa takut dan bingung harus bagaimana, di satu sisi olivia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalo olivia juga masih sangat mencintai paris namun karna paris sudah memiliki tunangan itu yang membuat olivia takut karna akan merusak hubungan paris




Keesokan harinya paris sudah sampai di rumahnya paris ingin menemui papanya dan ingin mengakhiri semua ini dan kembali pada olivia,



Paris menemui papanya yang berada di ruang kerjanya kini paris sudah duduk di hadapan papanya


"bagaimana pekerjaan mu di sana sudah selesai, kamu bahkan baru pulang sekarang paris" tanya papanya yang menatap putranya itu



"papah tenang saja semua sudah beres pah" jawabnya


"baguslah kau memang bisa di andalkan" ucap papanya yang merasa bangga pada putranya itu


"aku ingin membatalkan pertunangan ini pah" ucap paris tiba\-tiba pada papanya, laki\-laki paruh baya itu hanya diam tidak terkejut karna dia tau kalo selama ini juga paris tidak pernah menerima perjodohan ini,


__ADS_1


Laki\-laki paruh baya itu tidak mau kalo anak satu\-satunya itu menerima perjodohan ini karna terpaksa


__ADS_2