
"ayah dan ibuku mereka hiks.. Mereka kecelakaan" tangis olivia pecah
Rockypun menlajukan mobilnya secepat mungkin
Dan mereka sampai di rumah sakit tempat olivia bekerja, olivia berlari menuju ruangan tempat orang tuannya yang akan segera di operasi tapi
Olivia masuk ke ruangan reza terlebih dulu dan melihat laki-laki itu sedang bersiap untuk melakukan operasi, sementara Rocky hanya mengikuti olivia
"bagaimana ke adaan orang tuaku" tanya olivia panik
"tenanglah" ucap Rocky pada olivia
"mereka mengalami cidera cukup serius, kita harus segera mengambil tindakan secepatnya" jelas dokter reza pada olivia
"lakukan yang terbaik" ucap olivia pada reza dengan air mata yang turun ke pipi mulus ya tiada hentin
"apa kamu akan masuk ke ruang operasi" tanya reza pada olivia
"aku harus masuk bukan aku dokter bedah disini" balas olivia melihat reza
"kamu tidak bisa masuk dengan keadaan seperti ini olivia" ucap Rocky menatap olivia
"kau tidak perlu masuk ke ruang operasi jika kau tidak sanggup" sambung dokter reza
"hiks.. Aku takut hiks.. Tapi aku harus menyelamatkan mereka bukan, mereka membutuhkan ku, mereka orang tuaku" ucap olivia lalu pergi dari sana dan berlari menuju ruangannya
Rocky dan reza hanya melihat olivia yang berlari menuju ruangannya
"dia memang keras kepala, jika takut kenapa dia harus melajukannya" ucap dokter reza
"mereka orang tuanya, sudah seharusnya dia menolong mereka apalagi mereka adalah orang tuanya" balas Rocky lalu berjalan bersama reza menuju ruang operasi tersebut
__ADS_1
"baikalh kita mulai" ucap dokter reza pada dokter dan juga suster yang ada di ruangan operasi tersebut
Sementara olivia dan beberapa dokter dan juga suster lainnya berada di ruangan operasi yang berbeda dan mulai memulai operasi untuk ibunya
Olivia mengoprasi ibunya sangat hati-hati dan ia teus saja berdoa untuk orang tuanya agar mereka selamat dan bisa berkumpul kembali
Sementara Rocky terus saja mondar mandir menunggu operasi orang tua olivia selesai, Rocky juga sudah meminta anak buahnya untuk menyelidiki kecelakaan tersebut
Setelah beberapa jam olivia sudah selesai dengan operasi nya dan ibunya dalam masa kritis, olivia berharap semoga ibunya cepat melewati masa kritisnya ini dan membuka matanya, dan melihat olivia
Di ruang operasi reza dan dokter lainnya yang mengoprasi ayah olivia sudah selesai tapi tiba-tiba jantung nya melemah keadaan ayah olivia semakin menurun mereka yang bekerja sekuat tenaga terus saja berusaha sekuat mungkin
Salah satu suster memberi tau olivia yang sedang bersama Rocky menunggu hasil dari dokter reza yang menangani ayahnya
"dokter keadaan pasien menurun, jangungnya melemah" ucap suster tersebut
Olivia tidak tinggal diam ia langsung masuk kedalam ruang operasi tersebut membatu dokter lainnya dengan mesin kejut tapi tiba-tiba
Olivia yang terus mencoba mengembalikan detak jantung ayahnya agar kembali normal tidak bisa berbuat apa-apa lagi olivia menangis, ia benar-benar sangat hancur malam ini
Reza memeluk olivia agar gadis itu tenang tapi bukannya tenang olivia malah menjadi tangisnya pecah ia meronta ingin membangunkan ayahnya agar membuka matanya dan melihat nya
"ayahhhh.. Hiks olivia mohon bangun hiks.. Bangunlah olivia mohon ayah hiks.." ucap olivia
"sudahlah beliau sudah pergi" ucap reza menenagkan olivia
"kematian tuan hermawan hari kamis pukul 3:46 dini hari" ucap salah satu dokter disana
Olivia terjatuh ia tidak lagi bisa menahan tubuhnya sendiri ia menangis di lantai,
Reza membantu olivia agar berdiri dan olivia mematap lama ayahnya itu, lalu mencium wajah ayahnya untuk yang terkhir kalinya
__ADS_1
setelah beberapa saat olivia berjalan keluar ruangan tempat operasi ayahnya itu lalu duduk di samping Rocky, membiarkan suster menerjakan tugasnya
Rocky menatap reza dan meminta penjelasan pada reza
"om herma dia sudah tiada" ucap reza lalu menatap olivia, Rocky tentu terkejut dan melihat olivia
Sementara gadis itu hanya diam dan melamun matanya melihat ke arah lain tapi tatapannya itu kosong dan air matanya terus mengalir
Rocky yang melihat itu memegang tangannya olivia lalu gadis itu menatap Rocky
"mungkin ini yang terbaik, aku mohon jangan seperti ini, ayahmu pasti tidak mau kalau kamu seperti ini, kamu harus memikirkan dirimu dan juga ibumu, ibumu pasti sangat membutuhkan mu" ucap Rocky panjang lebar
"aku harus apa hiks.. Aku tidak mau kehilangan nya hiks.." ucap olivia Rockypun memeluk olivia, menenagkan gadis itu
"tenanglah masih ada aku di sini, aku akan menjaga mu dan ibumu, aku sudah berjanji pada ayahmu kan untuk menjagamu" ucap Rocky
Olivia hanya menangis menanggapi ucapan Rocky
Pagi harinya olivia sudah berada di tempat pemakaman ayahnya, matanya yang bengkak dan merah tertutupi oleh kaca mata Rocky, reza dan yang lainnya termasuk sahabatnya dan juga keluarganya yang lain ada disana menenagkan olivia
"kamu harus kuat, ibumu membutuhkan mu jangan seperti ini oke" ucap mamanya rizki
Olivia hanya diam
"lo harus sabar yah vi" ucap sahabatnya
"kita pulang sekarang kmu harus istirahat" ucap Rocky
"iya lo harus istirahat" balas rizki
Olivia terdiam dan menatap kuburan ayajnya
__ADS_1
'ayah olivia pulang dulu yah, ayah yang tenang disana olivia sayang ayah' ucap olivia dalam hatinya