Kehadiranmu

Kehadiranmu
Eps42


__ADS_3

Olivia sudah sampai di restoran tersebut dan sedang menikmati makan malamnya bersama Rocky


"jadi kamu akan pulang besok" ucap olivia pada Rocky


"iya, aku pasti akan merindukanmu" jawabnya menatap olivia


"haha aku juga akan merindukanmu" jawab olivia sambil tersenyum


"aku akan segera kembali untukmu aku janji" karna rasanya Rocky berat untuk meninggalkan olivia disini walaupun di negara asalnya


Dan oliviapun merasa sudah nyaman dengan Rocky walaupun mereka baru kenal akhir akhir ini, mereka melanjutkan obrolan mereka sebelum besok Rocky pulang ke Negara asalnya


Oliviapun pulang di antara oleh Rocky tapi dengan mobil masing-masing olivia dengan mobilnya dan juga Rocky dengan mobilnya


"terimakasih sudah mengantar ku pulang" kata olivia pada Rocky yang sudah turun dari mobilnya dan menatap Rocky


"sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu selamat malam dokter olivia" ucap Rocky sambil tersenyum


"haha iya selamat malam, hati-hati dan jaga dirimu baik-baik" jawab olivia sambil tersenyum pada Rocky, dan Rocky hanya mengangukan kepalanya


"iya, masuklah" jawab Rocky


"iya" balasnya, oliviapun berjalan menjauh dari Rocky, Rocky hanya menatapnya sampai olivia benar-benar masuk ke dalam rumah lalu Rocky pun pergi dari rumah olivia


Keesokan harinya olivia sudah berada di ruangan nya dan sedang melihat hasil dari para pasiennya


Tok.. Tok.. Tok..


Tiba-tiba pintu ruangannya olivia di ketuk seseorang


"masuk" jawabnya olivia, dan olivia melihat dokter yuna yang datang ke ruangannya

__ADS_1


"ini mengenai teman mu, sepertinya temanmu semangat sekali untuk segera sembuh" dokter yuna sambil menatap olivia


"baguslah kalau begitu, itu kabar baik" jawabnya olivia sambil menatap balik dokter yuna


"sepertinya ucapan mu waktu itu benar-benar membuatnya semangat untuk segera sembuh" balas dokter yuna


Olivia menghela napasnya lalu melihat ke arah dokter yuna


"baiklah kalau begitu ayo kita periksa keadaan nya sekarang seperti apa" ucap olivia pada dokter yuna lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar,


Dokter yuna hanya mengikutinya dan berjalan di samping olivia, merekapun masuk kedalam kamar inap sofi dan olivia melihat seorang laki-laki yang sedang bersamanya, olivia berusaha setenang mungkin dan mereka mulai memeriksa sofi


"apa yang kau rasakan sekarang apa sakit di kepalamu masih ada" tanya olivia pada sofi


"tidak, sekarang aku sudah jarang merasakan sakit di kepalaku" jawabnya sofi menatap olivia


"sepertinya besok lusa anda bisa pulang, karna saya lihat anda sudah membaik" ucap dokter yuna


"benarkah, terima kasih dokter, terima kasih olivia" jawannya sofi senang


Setelah selesai memeriksa sofi olivia dan dokter yuna bergegas pergi dari sana


"dokter olivia" ucap paris yang menyusul mereka keluar,


Oliviapun menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah paris lalu ke arah dokter yuna


"iya ada yang bisa saya bantu" olivia menatap paris


"bisakah kita bicara sebenatar, ada yang ingin aku bicarakan dengan dokter" jawabnya paris melihat olivia


Olivia melihat ke arah dokter yuna

__ADS_1


"baiklah" jawab olivia


"dokter saya permisi dulu kalau begitu" sambung olivia kepada dokter yuna


"iya silahkan" dokter yunapun melihat olivia dan paris pergi dari sana


Paris mengajak olivia duduk di taman rumah sakit, dan di sinilah mereka berada


"aku akan menikahinya" kata Paris tiba-tiba


Deg... Jantung olivia terasa sangat sakit mendengar ucapan paris barusan, olivia berusaha menahan hatinya dan tersenyum kearah paris


"itu bagus, aku senang mendengarnya" jawab olivia


Paris terus memperhatikan olivia 'tapi hatimu berkata lain olivia' batin paris


"iya, aku akan menikah dengan satu minggu lagi" paris menatap olivia


"maafkan aku olivia, bukan karna aku tidak mencintaimu, aku bahkan sangat mencintaimu dan ingin menikah dengan mu bukan dengannya tapi aku tidak bisa nenolak keinginan orang tuaku" sambung paris


"tidak apa-apa, aku akan merelakanmu berbahagia lah aku mendoakan mu" setelah mengatakan itu olivia berdiri dari duduknya dan melangkah pergi,


Olivia menghentikan langkah kakinya karna mendengar perkataan paris


"aku akan menikahinya tapi tidak untuk mencintai nya, karna kamu orang yang aku cintai olivia" ucap paris menatap olivia yang sudah menatapnya dulu


"jangan seperti ini paris, dia adalah calon istrimu, kamu harus mencintainya dan lupakan aku" Jawab olivia pada paris


"dan aku juga akan melupakan cintaku, dan merelakanmu" sambung olivia


Paris berjalan mendekati olivia dan menatap matanya

__ADS_1


"kau tidak bisa memaksaku olivia, dan jangan harap aku akan bahagia dengan pernikahan ini" setelah mengatakan itu paris pergi dari hadapan olivia


Olivia tidak bisa menahan air matanya yang ingin meluncur ke luar, olivia menangis dan duduk di kursi tempat nya duduk tadi


__ADS_2