
"iya, ini semua aku yang masak, ayo duduk kita makan sekarang" ucap paris mengajak olivia untuk duduk
"ini enak sekali, ahh aku akan sering meminta mu untuk memasak" ucap olivia sambil melihat paris
"aku akan melakukannya dengan senang hati" ucap paris balas menatap olivia
Setelah selesai makan siang olivia meminta paris mengatarnya untuk kembali ke rumah sakit karna hari ini olivia sangat sibuk
"makasih paris" ucap olivia dan langsung turun dari mobilnya paris setelah paris mengiyakan
Sore harinya paris kembali ke rumah sakit tapi olivia tidak bisa bertemu dengan paris karna hari ini sangat sibuk bahkan olivia harus lembur, paris mencoba menghubungi olivia tapi ponsel gadis itu tidak aktif karna selama olivia tugas di ruang operasi olivia selalu mematikan ponselnya
Parispun mengirim pesan pada olivia untuk berpamitan pulang ke negara asalnya karna ada urusan yang mendadak, paris juga menitipkan pesan pada suster tika untuk menyampaikan kalau paris harus pulang saat ini juga
Parispun berlalu dari rumah sakit dan segera pergi ke bandara untuk pulang
Malam hariny olivia selesai dengan operasinya dan oliviapun berjalan menuju ruangannya tapi saat olivia bertemu dengan suster tika olivia mendapatkan pesan dari paris
"dokter olivia" panggil suster tika olivia menoleh dan melihat suster tika di belakangnya
"iya ada apa sus" tanya olivia
"tadi ada kekasih dokter kesini dia menitipkan pesan ini pada saya untuk anda" ucap suster tika sambil memberikan kertas pada olivia
Oliviapun menerimanya dan masuk ke ruangannya olivia duduk di kursi kerjanya dan membuka kertas tersebut
'sayang aku harus pulang sekarang juga, karna ada urusan mendadak, aku akan kembali nanti kalau urusanku selesai aku mencintaimu
Paris~'
"kenapa harus sekarang dia bahkan baru sehari ada di sini, ahh lain kali aku yang harus mengunjungi nya" ucap olivia pada dirinya sendiri
Olivia memejamkan matanya Sebentar olivia begitu lelah hari ini olivia butuh istirahat untuk sesaat tapi baru beberapa menit kemudian datanglah seorang laki-laki dan tersenyum padanya setelah mengetuk pintu ruangan olivia
"kau kelihatan sangat lelah sekali" ucap reza pada olivia sambil memberikan secangkir kopi, dan olivia menerimanya
"iya aku sangat sibuk sekali hari ini" jawab olivia sambil meminum kopi yang reza berikan padanya
"apa operasinya lancar" tanya rezs kembali
"iya semuanya lancar" balas olivia
__ADS_1
Saat mereka asik mengobrol tiba-tiba suster tika masuk setelah mengetuk pintu dan olivia menyuruh nya masuk
"maaf dokter mengganggu tapi pasien di ruang A keadaannya memburuk" ucap suster tika oliviapun segera bergegas dari ruangannya bersama reza yang mengikutinya
"bagaimana keadaanya dok" tanya keluarga pasien tersebut
"dia harus segera di operasi sekarang, suster tolong siapkan ruangannya kita akan melakukan operasi tersebut" ucap olivia pada suster, suster itu pun bergegas dan menyiapkan ruangan operasinya
"dan keluarga pasien tolong urus surat suratnya" ucap salah satu suster yang berada di sana
"tapi kami tidak punya uang untuk membayar operasi tersebut sus kami hanya meminta agar di rawat jalan saja" ucap keluarga pasien
"tapi pasien harus segera di operasi kalo tidak ini sangat beresiko" ucap olivia yang dari tadi mendengar mereka berbicara
"baiklah aku yang akan membayar biaya operasinya" ucap reza pada olivia, oliviapun menoleh ke arah reza
"tapi za" ucap olivia terpotong oleh reza
"dia butuh tindakan sekarang juga olivia" ucap reza yang melihat pasien dan memeriksa keadaan pasien
"dok ruangan operasinya sudah siap" ucap suster tersebut
Olivia mengajak reza untuk mengurus biaya operasinya pasien
"aku juga akan membantu biayanya" ucap olivia pada reza
"gak usah vii biar aku yang urus yah" tolak reza
"sudahlah za ini juga pasien kita, kita harus seger bertindak" ucap olivia meyakini reza, laki-laki itupun hanya mengiyakan
Setelah selesai mereka berlari menuju ruang operasi dan menjalankan operasinya, beberapa jam kemudian operasi nya selesai olivia dan rezapun keluar dari ruangan operasinya
Pagi harinya olivia terbangun dari tidurnya olivia berjalan menuju kamar mandinya untuk bersiap menuju rumah sakit, saat olivia sudah siap olivia berjalan ke luar apartemenny dan mendapati reza sedang menunggunya di luar
"sedang apa kamu disini" tanya olivia pada reza, laki-laki itu tersenyum
"untuk berangkat batenglah" jawab reza
"ouh ya udah ayo" ucap olivia
"kamu sudah sarapan" tanya reza
__ADS_1
"belum sempat" balas olivia
"kita pergi sarapan dulu gimana" tanya reza olivia melihat ke arah reza yang sedang mengemudi
"gak nanti ajah di rumah sakit aku buru-buru" ucap olivia reza pun menganggukan kepalanya
Olivia bergegas memeriksa pasiennya sesekali olivia mengobrol dengan pasiennya saat olivia memeriksa pasiennya ponselnya berbunyi, menandakan ada panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenal
Olivia mengangkat telponnya sambil berjalan menuju ruangannya
"hallo siapa yah" ucap olivia
"olivia ini aku leo" ucap orang yang di sebrang sana
"leo apa kabar, ada apa menghubungiku" tanya olivia
"paris kecelakaan" ucap leo olivia hanya terdiam mencerna ucapan leo
"jangan bercanda leo ini gak lucu sama sekali" ucap olivia pada leo
"olivia gue gak bercanda sekarang paris lagi di tanganin sama dokter, dia harus segera di operasi" ucap leo meyakini olivia
Olivia menangis lemas dan terjatuh duduk di lantai kakinya tak bisa menahan tubuhnya
"kenapa biasa sampai kecelakaan leo" tanya olivia sambil menangis,
"ceritanya panjang olivia gue cuman mau ngasih tau lo ajah" ucap leo
"baiklah, makasih leo kabarnya" ucap olivia dan memutuskan panggilannya olivia menundukan kepalanya
Reza yang berjalan ingin menemui olivia, melihat olivia terjatuh dan berlari mendekati olivia
"kamu kenapa olivia, kenapa duduk disini" tanya reza melihat olivia
"za.. Paris kecelakaan" jawab olivia sambil menangis, sontak membuat reza kaget di buatnya
"kenapa bisa" tanyanya lagi
"aku gak tau za, aku harus gimana dia jauh aku gak bisa liat dia za" ucap olivia sambil menangis
Reza melihatnya tidak tega seperti reza juga sakit saat melihat ke adaaan olivia seperti ini
__ADS_1