
Olivia bersiap untuk membedah katak tersebut sedangkan Raka memperhatikan nya saat tangannya menyentuh katak tersebut olivia begidik kegelian, Raka tak bisa lagi menahan tawanya
"kenapa kamu tertawa" tanyanya heran Rakapun berhenti untuk tidak tertawa lagi dan Raka mengambil pisau yang olivia pegang
"biar aku saja yang melakukannya" jawab Raka sambil menyentuh katak itu
"kamu catat apa apa aja yang penting dan perhatikan" katanya pada olivia
"baiklah" jawabnya
Beberapa menit kemudian mereka masih membedah katak itu
Olivia sedang fokus pada katak itu lalu mencatatnya dan Raka hanya memperhatikan nya
"bukannya menjadi seorang dokter itu harus berani, apalagi dengan darah" tanya Raka pada olivia yang sedang mencatat di bukunya
Kini mereka saling bertatapan
"aku bukan nya takut, aku hanya geli saja dengan katak dan soal darah aku tidak takut" jawabnya sambil mencatat kembali
----
Setelah kelas selesai mereka mnuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah minta di isi Raka berjalan beriringan dengan olivia menju kantin dan memesan makanannya mereka sedang asik mengobrol dan datanglah leo dan juga paris mereka bergabung di meja yang sedang di tempati oleh raka dan olivia jelas suasana jadi canggung
Sebenernya paris melihat raka dan olivia di kolidor menuju kantin jadi paris mengajak leo untuk ikut bersamanya
"haii vi" sapa leo yang duduk di hadapannya leo melihat paris yang duduk begitu saja dan mengeluar kan ponselnya dan memainkannya
Sekarang leo tau kenapa paris mengajaknya kekantin
Raka duduk di sampingnya olivia sangat bersyukur paris tak duduk didepan nya apa lagi di sampingnya
Olivia tak peduli dengan Paris olivia menganggap bahwa Paris hanya angin lalu
"haii leo"jawab nya sambil tersenyum dan merekapun melanjutkan makanannya sambil mengobrol
"katanya 4hari lagi ulang tahun kampus kita yah" tanyanya leo supaya tidak canggung karna olivia dan Paris hanya diam
"iya katanya kita juga bisa nyumbang buat isi acara ini, bisa nyanyi atau apalah itu" jawab raka menanggapi
"benarkah"tanya olivia pada raka
__ADS_1
"iya kamu mau nyumbang untuk memeriahkan acara ini" tanya raka
"ahh..boleh juga, tapi bisakah kamu membantuku"olivia pada raka
"tentu" jawabnya sambil tersenyum
Paris hanya mendengarkan yang mereka bicarakan sesekali melihat olivia dan saat mata mereka bertemu olivia membuang pandangannya, Paris memainkan Ponselnya entah apa yang sedang paris mainkan
---
Dua hari berikutnya Dirumah, olivia di ajak untuk jalan jalan keluar oleh rizki karna rizki ingin membelikan sesuatu sebagai kenang kenangan selama olivia melanjutkan kuliahnya di luar negri
"yu ki, mah aku pamit pergi sama rizki yah" pamit olivia pada ibunya
Olivia sudah siap memakai celana jins dan kaos polos warna biru rambutnya ia biarkan tergerai saja menutupi lehernya tak lupa olivia memakai sepatu ketsnya
"iya hati-hati yah jangan kemaleman, rizki jagain olivia " jawab ibunya
"siap tante, rizki bakalan pulangin olivia tanpa lecet" jawab rizki sambil memberikan hormat
Olivia menaiki motor rizki dan bersiap untuk berangkat, rizki membawanya ke taman hiburan olivia menaiki banyak permainan dan mereka juga banyak berpoto untuk kenangan, dan hari sudah semakin gelap olivia ingin menaiki kincir angin dan mengajak rizki
"ki ayo naik itu"ajak olivia sambil menarik tangan rizki, rizki hanya menuruti apa yang olivia mau karna rizki ingin menghabiskan waktunya bersama olivia dan membuatnya bahagia sebelum mereka berpisah lama
"lo yakin mau lanjut Kuliah di luar negri, kenapa gak disini aja kan sama aja" tanya rizki tiba-tiba, olivia menatapnya
"ya mau ajah, gue mau cari suasana baru di sana" jawabnya sambil membuang mukanya ke arah lain
"bukan karna pariskan" tanyany lagi
"yaa.. Enggak lah kenapa lo bawa bawa nama dia sih bikin mood buruk ajah" jawabnya kesal karna di saat seperti ini olivia ingin melupakan laki-laki itu walaupun olivia tidak bisa melupakannya paris adalah cinta pertamanya makanya olivia susah untuk melupakan paris
---
Paris yang di paksa oleh papahnya untuk menemani anak dari rekan bisnis papahnya pergi keluar dengn berat hati paris mengiyakan ke inginan papanya itu
"paris kita pergi ke taman hiburan yah" ajak gadis itu pada paris yang mengemudikan mobilnya
"ngapain kesana kaya anak kecil aja" jawabnya malas
"ayolah paris yah aku ingin pergi kesana" bujuknya pada paris, dan laki-laki itu hanya berdehem mengiyakan ajakan anak rekan bisnis papanya itu
__ADS_1
Sesampainya disana paris tak berniat untuk menaiki permainan apapun paris hanya menunggu gadis itu dan mengawasinya saja
Mata paris menemukan seorang gadis sedang duduk sendiri dengan makanannya dan paris tersenyum ingin menghampirinya tapi langkah paris terhenti karna seorang laki-laki mendekati gadis itu dan memberikan minuman pada gadis itu
"ki ayo gue mau permen kapas beliin yah" ajak olivia, yah gadis itu olivia dan Rizki
"lo itu laper apa gimna sih, lo baru makan nih baso, sama yang lainnya belum abis"tanya rizki heran pada sepupunya ini
"ya.. Elahh kan disana mana ada yang beginian makannya gue mau puas puasin" jawabnya sambil cemberut, rizki hanya memutar bola matanya jengah
"emang lo mau jengukin gue sambil bawa makan yang beginian" tanyanya sambil menunjukan wajah yang di sedih sedihkan
"ogah banget, yang ada juga makanannya pada basi pas gue sampe" jawannya
"yaudah ayo" ajak olivia sambil mendekati pedagang permen kapas itu dan membelinya
Paris trus saja memperhatikan olivia dari jauh entah kenapa paris tak suka jika olivia dekat dengan laki-laki lain bahkan sahabatnya Raka ataupun leo
paris tak tau jika sofi mencarinya ponsel paris berbunyi dan ada panggilan masuk
Sofi📱
Paris kamu ada dimana sih aku nyariin'
Paris📱
Kamu dimana biar aku yang kesana
Sofi📱
Aku di deket mainan kora-kora cepet kesini
Paris tidak menjawab laki-laki itu langsung mematikan telponnya dan berjalan menuju sofi
"kamu dari mana ajah sih paris" tanyanya sambil menggandeng tangan paris
"cuman lihat lihat yang lain" jawabnya cuek
"kamu gak mau naik permainan yang ada di sini paris" tanya sofi
"gak kaya anak kecil ajah" jawabnya malas
__ADS_1
"yaudah kita cari makan yu ini juga udah malem" ajak sofi paris hanya berdehem saja dan berlalu menuju restoran untuk mengisi perut mereka
Setelah selesai dengan makannya paris mengantar sofi pulang, paris ingin cepet sampe rumah dan tidur di kasur nya, jika bukan karna papah nya paris gidak akan mau keluar rumah