
Olivia yang berbaring di atas ranjangnya sambil memainkan ponselnya tiba-tiba ponsel diana berbunyi dan tidak ada nama yang tertera
Olivia memanggil diana tapi tidak ada jawaban karna diana sedang mandi untuk bersiap karna malam ini mereka akan pergi makan di luar sebagai permintaan maap diana pada olivia
Olivia tak menghiraukan panggilan yang masuk pada ponselnya diana, tapi lama-lama olivia kesal karna ponselnya terus berbunyi dan tidak bisa diam akhirnya olivia menerima panggilan teleponnya
"lo ini lama sekali cuman mengangkat telpon dari gue" ucap seseorang di sebrang sana olivia terkejut mendengar suara laki-laki yang berbicara di telpon tersebut tiba-tiba diana mengambil ponselnya dari tangan olivia sontak olivia kanget karna diana tiba-tiba mengambil ponselnya,
Diana langsung menerima panggilan tersebut dan menjauh dari olivia, olivia kembali duduk di ranjangnya dan berpikir apa paris yang menelpon diana tapi olivia tak menghiraukannya olivia berpikir untuk apa paris menelpon diana
"lo belum siap-siap ayo bentar lagi kita berangkat gue udah laper" ucap diana yang tiba-tiba datang memecah lamunan olivia
"iya iya ini juga mau mandi" jawab olivia sambil berlalu pergi menuju kamar mandinya
Selang satujam mereka sudah siap olivia dengan dress panjang di atas lututnya mereka berjalan menuju restoran yang sudah mereka sepakati
Mereka sudah sampai dan memesan makanan mereka selang beberapa menit kemudian makanan mereka sudah datang diana dan olivia memakannya sambil mengobrol dan bercanda
Sebenernya olivia penasaran ingin menanyakan apa paris yang menelpon diana tadi tapi olivia ragu, tentu saja unguk apa paris menelepon diana mereka saja tidak dekat dengan Paris malah selalu menghindar
Olivia ijin untuk pergi ke toilet
"gue ke toilet bentaryah" ucapnya
"jangan lama habis ini kita ke toko buku bentar yah" balas diana yang di angguki oleh olivia
Olivia berjalan menuju toilet sesudahnya olivia melihat diana sedang mengobrol bersama seorang laki-laki, saat diana menyadari olivia sedang berjalan menuju ke arahnya diana menyuruh laki-laki itu pergi dari sini sebelum olivia melihatnya
Olivia tidak bisa melihat laki-laki itu karna orang itu membelakanginya olivia duduk kembali di kursinya
"lo ngobrol sama siapa" tanya olivia pada diana
__ADS_1
"bukan siapa siapa ko, lo udahkan makanya" tanya diana pada olivia dan gadis itu mengangguk
"udah ko" jawabnya
"yaudah ayo yu kita ke toko buku sambil jalan pulang" ajaknya olivia hanya mengikuti sahabatnya ini
Saat mereka keluar restoran dan berjalan untuk pergi ke toko buku, sambil berjalan mereka mengobrol
"apa lo gak kangen sama rumah, lo gak mau ikut pulang bereng gue" kata diana tiba-tiba menanyakannya kembali
"gue lagi pingin disini, bentar lagi gue juga lulus kuliah dan bakalan segera pulang nemuin orang tua gue" jawabnya sambil melihat langit malam yang indah karna di hias banyak bintang-bintang
"seseorang pasti kangen banget sama lo" ucapnya sambil melihat ke arah olivia,
"siapa yang kangen sama gue kalo bukan orang tua gue, bela dan muti" jawabnya sambil menatap balik diana dan terkekeh
"aku" suara laki-laki yang selama ini olivia rindukan olivia menghentikan langkah kakinya
tiba-tiba olivia mendengar suara langkah kaki mendekatinya, lalu ada tangan seorang laki-laki yang memeluknya dari belakang olivia tidak membalikan badannya untuk melihat laki-laki itu olivia hanya diam mematung
olivia tau laki-laki ini karna harum parfum yang selalu laki-laki pakai olivia tau, karna olivia sangat menyukai harumnya
"apa kamu tidak pernah merindukanku olivia, bahkan kamu betah tinggal di negri orang" tanya laki-laki itu pada olivia gadis itu hanya diam dan tidak menjawab
"sebegitu bencinya kah kamu sampai kamu tidak pernah tahu seharian ini aku ada di dekat mu dan selalu ada di samping mu" ucapnya lagi, olivia bisa merasakan napas laki-laki itu di lehernya laki-laki itu benar-benar merindukan olivia
"apa belum cukup hampir 3tahun ini kamu pergi dan menjauhi ku olivia" katanya lagi olivia perlahan menepiskan tangan laki-laki itu yang memeluknya
Olivia berbalik dan bertemu mata tajam laki-laki itu kini menjadi tatapan sayu
"kenapa? Bukannya kau yang memintaku untuk pergi, aku sudah pergi tapi kau mencari ku apa kau gila paris" tanya olivia pada laki-laki itu
__ADS_1
Benar laki-laki itu paris dan yang mengolah dengan diana adalah paris mereka sengaja janjian untuk bertemu di toko buku, seolah olah kebetulan mereka bisa bertemu, tapi karna paris yang tak sabar malah menyapanya duluan
"aku memang sudah gila olivia itu karna kau meninggalkan ku" jawabnya yang balas menatap mata olivia
"kenapa" tanya olivia yang berdiri di hadapan paris
"karna aku mencintaimu olivia" ucap paris olivia terkejut dengan apa yang Paris katakan padanya
Olivia tersenyum dan menggelengkan kepalanya tak percaya
"ini gak lucu paris, dan kamu diana makasih udah mempertemukan kita" jawab olivia lalu pergi meninggalkan mereka, sontak diana terkejut dari mana olivia tau kalo diana akan mempertemukan paris dan juga olivia
Paris mengejar olivia tapi gadis itu menaiki taksi lalu pergi paris mengejarnya supaya taksi itu berhenti tapi taksi itu tak juga berhenti alhasil paris menghentikan lariannya paris merutuki dirinya sendiri dan berjalan mendekati diana untuk pulang ke apartemen olivia pasti olivia pulang pikirnya
Sesampainya di apartemen diana dan paris tidak bisa menemukan olivia di sana
"kemana gadis bodoh itu pergi" ucap diana yang kesal pada olivia
"ahhh ini semua gara-gara lo yang gak sabar" ucap diana pada paris
"gue sangat merindukan nya" jawab paris dantai
"ia tapi ini bukan saatnya ****, kita sudah janjian lo inget, ahhh kemana gadis itu ini sudah larut" ucapnya frustrasi
"gue akan cari dia" ucap paris yang langsung berlalu dari apartemen olivia
Diana hanya merutuki paris yang sudah pergi dari apartemen
Olivia menghentikan taksinya dan turun olivia berjalan menuju sebuah apartemen dan mengetuk pintu, olivia tersenyum dan menyapa laki-laki yang membuka pintu untuknya
"haii " sapaya sambil tersenyum laki-laki itu heran kenapa olivia ada di sini malam malam begini
__ADS_1