
"keputusan ada di tangan mu nak papa gak mau kamu menerima perjodohan ini tanpa adanya cinta" ucap papanya tersebut
"papah gak marah paris batalin pertunangan ini" tanya paris melihat papanya
"yah harus bagaimana lagi, papah gak mau lihat anak papah gak bahagia, papah akan bicara pada ayahnya sofi" ucap papah paris sambil bersenderan di kursi kerjanya
Paris tersenyum melihat papanya mendukungnya
"terimakasih pah biar paris saja yang bicara pada ayahnya sofi ini tanggung jawab paris karna membatalkan pertunangan ini" ucap paris pada papanya
"baiklah memang kamu harus bertanggung jawab" ucap papa paris
Paris berlalu dari hadapan papanya dan segera pergi ke kantor ayahnya sofi
***
Dikantor
"permisi pak tuan paris ingin bertemu dengan anda" ucap sekretaris ayahnya sofi
"suruh dia masuk" ucapa ayahnya sofi
"baik pak saya permisi dulu" ucap sekretarisnya dan berlalu tak berapa lama paris masuk ke ruangan ayahnya sofi
"siang om" sapanya paris
"siang paris, tumben kesini ada hal penting apa sampai kamu repot repot datang ke kantor om" ucap ayahnya sofi
"sebelumnya saya minta maaf om, saya kesini ingin membatalkan pertunangan ini" jawab paris sopan
Tentu ayahnya sofi terkejut dengan apa yang Paris katakan padanya
"kenapa kamu mau membatalkan pertunangan ini" tanya ayahnya sofi heran
"saya tidak mencintai sofi om, saya gak mau membangun hubungan tanpa adanya cinta om, sebelumnya saya juga minta maaf karna selama ini saya sering tidak punya waktu untuk sofi" ucap paris mantap pada ayahnya sofi
Tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang dan membuat paris dan ayahnya sofi melihat ke arah nya
"paris kamu ngapain ada di sini" ucap sofi terkejut karna paris ada di kantor ayahnya di saat jam kerja begini
Belum sempat paris menjawab suara kutukan pintu terdengar dan munculah laki-laki
"sayang apa sudah selesai" ucap laki-laki itu sontak paris terkejut karna laki-laki itu memanggilnya sayang di hadapannya dan ayahnya sofi
Sofi mendekati laki-laki itu dan melihatnya
"kamu ngapain kesini kan aku bilang tunggu dulu di luar"ucap sofi kesal
"kamu lama sekali sayang jadi aku mengikutimu" ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum
__ADS_1
Laki-laki itu menyapa ayahnya sofi dan Paris
"siang om, saya pacarnya sofi" ucap laki-laki itu pada ayahnya sofi, sontak paris dan ayahnya sofi saling melihat satu sama lain
"iya pah kenalin dia pacar aku, paris maaf-"ucapan sofi dipotong oleh paris
"tidak apa apa sofi, sebenarnya aku juga kesini mau membatalkan pertunangan kita, jadi sudah jelas kan om sekarang pertunangannya di batalkan" ucap paris pada ayahnya sofi
Ayahnya sofi memijit kepalanya pusing dengan kelakuan anaknya, tadinya ayahnya sofi tidak menerima pertunangannya di batalkan tapi melihat anaknya seperti ini mau bagaimana lagi
"baiklah paris pertunangannya kita batalkan" ucap ayahnya paris menyetujui
"kalo begitu saya permisi dulu om masih ada yang harus saya urus" ucap paris pada ayahnya sofi dan berlalu dari kantor ayahnya sofi
Sementara sofi dan laki-laki itu masih ada di sana dan sedang di introgasi oleh ayahnya
"apa yang kamu lakukan sofi, sejak kapan kamu berpacaran dengan nya" tanya ayah sofi
"ayah aku gak bahagia sama pertunangannya ini paris tidak pernah ada waktu untuk sofi bahkan kencan saja bisa terhitung, sofi lebih memilih Brian ayah dia selalu ada untuk sofi" jelasnya
Ayahnya sofi hanya diam dan menatap laki tersebut
"apa kamu mencintai sofi" tanya ayahnya sofi pada laki-laki itu
"saya sangat mencintai anak om, bahkan sebelum sofi bertunanga" jawabnya mantap
"baiklah terserah kalian" ucap ayahnya sofi
Gadis itu meliha seorang laki\-laki yang berjalan ke arahnya dengan mata tajam seakan ingin memakannya sekarang juga olivia menelan salivanya dan menatap laki\-laki itu
"siap dia" tanya reza sambil melihat laki\-laki yang sedang berjalan ke arah mereka
"dia sepupu aku, pasti bakalan ngamuk deh" ucap olivia pada reza
"bagus yah... Ayo ikut gue" ucap rizki sambil menarik tangan olivia, dan gadis itu hanya mengikuti olivia sudah pasrah jika rizki memarahinya
"za aku pergi dulu bye" ucap olivia sambil berlalu dari sana
__ADS_1
Rizki mengajak olivia ke suatu restoran untuk memarahinya, mereka sudah duduk di kursi mereka, olivia hanya menundukan kepalanya tidak mau melihat ke arah rizki
"ada yang mau lo omongin olivia hermawan"
Tanya rizki sambil melihat olivia, dengan melipat tangannya di dadanya
"rizki sebenarnya gue mau ngomong sama lo tentang ini tapi" olivia tidak melanjutkan ucapannya
"tapi apa olivia, lo bohongin gue dan orang tua lo, wahhh lo parah olivia"ucap rizki marah
"kayanya lo gak anggep kita olivia, kita ini khawatir sama lo, lo tau gue hampir gila dan tante sempet sakit karna lo ngilang kaya di telen oleh bumi ini, bahkan gue cari lo ke London olivia lo tau" ucap rizki benar marah
"maaf" hanya itu yang bisa olivia ucapkan
Rizki mengacak rambutnya frustrasi
"ayo pulang ke apartemen om sama tante udah nungguin lo disana" ucap rizki pada olivia
Olivia terkejut mendengar Orangtua nya ada di apartemennya
"lo serius orang tua gue ada di sini" ucap olivia pada rizki dan laki\-laki itu mengangguk mengiyakan
"matilah gue" ucap olivia
"haha.. Rasain kata siapa lo gak bilang bilang kalo mau kuliah disini" ucap rizki mengejek, olivia menatap kesal pada sepupunya ini
Setelah itu mereka pulang menuju apartemen dan dijalan menuju apartemen
"apa lo mutusin pindah kesini karna paris"tanya rizki olivia hanya diam
"benarkan dugaan gue, apa dia juga udah tau lo ada disinih" tanya rizki lagi olivia hanya mengangguk
"lo tau dia kaya orang gila nyariin lo sampe nyamperin gue, dan maksa gue buat kasih tau dimana lo berada, tapi kayaknya dia lebih duluan tau dimana lo" ucap rizki pada olivia
__ADS_1
"kita gak sengaja ketemu ki" jawab olivia pada rizki lalu olivia melihat kearah luar melihat jalanan