
Hari ini hari ulang tahun kampus semua murid sedang berkumpul di lapangan dan menikmati acara tersebut,
Dan malam nanti olivia juga berangkat untuk kuliahnya keluar negri, olivia menyempatkan diri untuk ikut acara ulang tahun kampusnya
"vi lo bukannya istirahat dan siap siap buat pergi malah disini" tanya bela yang di angguki diana dan muti
"gue mau nyumbang lagu, habis itu juga gue pulang ko" jawabnya pada sahabatnya itu
"yaudah dek ntar gue videoin buat kenang kenangan kita"jawab muti bersiap dengan kameranya
Setelah sambutan dari dekan dan beberapa acara, kini acara dimna semua murid bisa menyumbangkan bakat mereka
Olivia bersiap untuk naik ke atas panggung setelah ini gilirannya
"baiklah selanjutnya olivia dan juga raka akan membawakan sebuah lagu untuk kita semua dan silahkan untuk naik ke atas panggung" kata mc tersebut
Olivia dan raka menaiki panggung nya dan bersiap, raka memangku gitarnya dan olivia bersiap untuk bernyanyi
"sebelumnya kami minta maap jika lagu kami tak enak dan fals, dan semoga kalian menyukainya" ucap olivia pada semua mahasiswa disana
Olivia sekilas melihat raka dan mengangukan kepalanya raka mulai memainkan senar gitarnya semua hening untuk mendengarkan mereka
Aku diharapkan pilihan
Antar benar dan salah
Aku mencintai kamu
Sangat mencintai..
Kamu berjalan bersamanya
Selama kamu dengan ku
Begitu rumitnya dunia
Hanya karna sebuah rasa cinta...
Jadilah aku, kamu dan dirinya
Berada didalam dusta yang tercipta..
Mengapakah harus ku rasa
Sepenting itukah cintamu..
Kita berawal karna cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri..
Jadilah aku kamu dan dirinya
Berada didalam dusta yang tercipta..
Mengapakah harus ku rasa
Sepenting itu kah egomu
Kita berawal karna cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri..
Kamu di hadapkan pilihan
Antara aku dan dia
Begitu rumitnya dunia
Hanya sebuah rasa cinta..
Suara semua orang tepuk tangan, karena olivia bengitu menyati nyanyiannya dan terdengar begitu merdu
__ADS_1
"terimakasih" katanya dan turun dari panggung, bersama raka
"wahh lo keren vi sampai menghayati banget tuh lagu apalagi di barengan gitarnya raka" puji diana dan rakapun pamit karna masih ada urusan
"ayo kita harus berangkat sekarang"ajak bela dan merekapun pergi dari sana diparkiran
"bentar gue mau ke toilet bentar" ucap olivia sambil berlari menuju toilet
"cepetan jangan lama" teriak muti yang di acungi jempol oleh olivia
Sesampainya di toilet dan olivia selesai dengan urusannya saat olivia membuka pintu toiletnya olivia terkejut karna paris yang tiba-tiba ada di sana dan mendekati olivia, olivia melangkah mundur karna paris trus melangkah mendekatinya sayangnya olivia tertahan oleh tembok
"apa yang kau lakukan ini toilet wanita " tanya olivia paris hanya diam dan tangannya menghalangi olivia supaya tidak bisa kabur darinya
"kenapa, apa kamu akan pergi" tanya paris
"ya" jawab olivia singkat
"kenapa" tanyanya lagi
"karna kau yang menyuruh ku untuk pergi" jawabnya sambil menatap mata paris
"jika aku meminta kamu tinggal disini kamu akan menurut" tanyanya lagi sambil memajukan wajahnya sampai napas nya bisa olivia rasakan
"tidak" jawannya
"kau yang menyuruh ku menjauh darimu dan pergi darimukan dan sekarang aku akan pergi dan kau tidak bisa mencegahku lebih baik kau per... "ucapan olivia tiba-tiba terpotong karna
Cup...
Paris mencium olivia, olivia melebarkan matanya tak percaya paris menciumnya dan ini
'ciuman pertama gue' batin olivia
Paris menjauhkan wajahnya dari olivia dan melihat Olivia masih terdiam dan belum fokus
"jangan menyuruhku pergi olivia, karna aku gak akan pergi" ucap paris dan
Pintu toilet terbuka dan
"olivia cepet ta....n" ucap diana yang langsung bisa melihat olivia dan Paris begitu dekat
Olivia mendorong tubuh paris supaya menjauh darinya dan olivia berjalan dan menarik tangan diana menjauh
"apa yang lo lakuin sama paris" jawabnya saat berjalan menuju parkiran, olivia menghentikan langkahnya dan menatap diana, tapi olivia masih diam
"gue sahabat sama lo udah lama dan lo gak mau cerita sama gue" katanya lagi
"dia ambil ciuman pertama gue di" jawabnya sambil menundukan kepalanya
"APAAA" diana tak percaya apa yang olivia katakan padanya
"apa lo bilang gue gak salah dengerkan" tanyanya lagi
"paris cium gue, dia minta gue jangan pergi" jawannya
Diana mengelengkan kepalanya tak percaya
"apa dia sakit, dia sendiri yang bilang supaya lo jauhin dia dan pergi" katanya olivia hanya diam
"apa lo bakalan tetep pergi" tanyanya olivia mengangukan kepalanya
"bagus deh, yaudah lupain itu kita harus pergi sekarang" katanya sambil menarik tangan olivia
Saat olivia pergi paris ingin mengikutinya tapi ponselnya berbunyi dan itu dari paparnya
"hemm" jawabnya
__ADS_1
"pulang sekarang" kata paparnya yang di seberang sana
"paris masih ada urusan pah" jawabnya malas
"ini penting paris, kamu harus pulang sekarang juga" kata papanya seperti memerintah
Paris mematika telponnya sepihak tak peduli jika papanya akan marah,
Paris berjalan menuju mobilnya untuk segera pulang
30menit kemudian paris sampai di rumah dan mendekati papanya yang sedang mengobrol bersama pria yang seusia papanya dan seorang wanita yang menatapnya dan tersenyum pada paris
Paris menghampiri papanya dan menyapa pria yang paris tau rekan bisnis papanya
"malam semua" kata Paris memberikan salam bagai manapun juga paris harus melakukan itu jika tidak ingin papanya marah
"duduklah" jawab papanya
"paris masih ada urusan pah" katanya
"sudahlah duduk dulu sebentar yah sayang" jawab mamanya sambil memegang tangan paris
Terpaksa paris menuruti apa kata mamahnya dan mereka asik mengobrol dan tak menghiraukan paris yang sudah kesal
"paris menurutmu sofi bagaimana" tanya papanya tiba\-tiba
Paris menatap papanya malas
"dia baik cantik" jawabnya cuek
Mereka semua tersenyum termasuk sofi yang di puji oleh paris
"kalo gitu kalian akan kami jodohkan" jawab ayah sofi yang di angguki oleh papa paris
Sontak paris terkejut dengan yang di katakan ayahnya sofi
"paris bukan anak kecil lagi, paris bisa cari pasangan sendiri" jawannya tak terima lalu paris berlalu menuju kamarnya
Sofi dan ayahnya sudah pulang dari rumah paris ayah paris melangkah menuju kamar paris dan membukanya
Paris menatap papanya kesal
"papa gak peduli tapi kamu gak bisa menolaknya paris kita sudah lama bekerja sama dengan ayahnya sofi" kata padanya dan berlalu meninggalkan paris
Paris kesal dan pergi dari rumahnya setelah membuat kamarnya berantakan
"kamu mau kemana paris" tanya ayahnya saat paris melewati ruang tengah dimana papah dan mamahnya masih mengobrol
Paris tak mendengarkan Papanya yang terus memanggil namanya paris berlalu dengan mobilnya menuju bandara
__ADS_1
Olivia sudah siap untuk pergi dan mendorong kopernya dan di sampingnya ada sahabat sahabatnya dan orangtua nya