
Mereka berjalan menuju parkiran sambil asik mengobrol
"kamu mandi di mana"tanya olivia
"aku mandi di kamar mandi dekat dapur, karna kau lama sekali" jawab paris
Merekapun menaiki mobilnya dan pergi untuk jalan-jalan, olivia sangat senang karna ini pertama kalinya olivia pergi berdua dengan paris, ini yang olivia inginkan selama 3tahun yang lalu tapi paris baru menyadarinya saat olivia harus pergi
Paris mendelati olivia yang sedang melihat danau di depannya tapi paris melihat olivia sedang melamun
Tiba-tiba paris memeluknya dari belakang dan membuat olivia terkejut
"kau mengagetkan ku saja" ucap olivia
"apa yang kau lamunkan sayang" tanya paris pada olivia
"tidak ada aku hanya senang bisa pergi jalan-jalan bersamamu" jawab olivia sambil tersenyum
"benarkah, kalau begitu aku akan sering mengajakmu jalan-jalan" ucap paris lalu mencium kepala olivia
"aku tidak ingin merepotkan mu, aku akan pulang setelah magangku selesai disini" jawab olivia
Paris membalikkan tubuh olivia supaya menghadapnya
"aku tidak merasa di repotkan olivia, ini yang aku mau selalu ada di dekatmu" jawab paris lalu mencium bibir olivia,
Olivia hanya diam tidak mendorong tubuh paris, lalu paris melepaskan ciumannya dan memeluk olivia, oliviapun membalas pelukan paris
Olivia sangat senang karna paris mencintainya 'jika ini mimpi jangan bangunkan aku tuhan dan jika ini nyata tetaplah seperti ini' ucap batin olivia
Merekapun pergi ke banyak tempat hingga malam, mereka menghabiskan waktu berdua sebelum paris pergi besok karna pekerjaan yang papahnya berikan
Di dalam mobil menuju restoran
"untuk apa itu" tanya olivia karna paris mengambil kain untuk menutupi mata olivia
"kamu harus tutup mata mu sayang" jawab paris sambil menutupi mata olivia
"kenapa harus di tutup segala, kau tidak akan meninggalkan ku kan paris" tanya olivia paris hanya tertawa mendengar olivia mengomelinya
"tentu saja tidak" jawab paris lalu melajukan lagi mobilnya setelah mereka berhenti tadi
Mereka sampai di subuah restoran, paris turun dari mobilnya dan berjalan membukakan pintu untuk olivia lalu menuntun nya masuk saat
Paris membukakan penutup mata yang olivia gunakan sesat kemudian olivia terkejut paris mengajaknya makan malam super romantis olivia sampai berkaca kaca
"kau yang menyiapkan ini" tanya olivia sambil melihat ke arah paris
"tentu saja aku ingin malam yang romantis dengan mu" jawabnya sambil tersenyum
__ADS_1
Olivia langsung memeluk paris, dan laki-laki itu membalas pelukannya
"terimakasih" ucap olivia
"sama-sama sayang, apa kau suka" tanya paris yang melihat olivia
"tentu" jawabnya sambil menganguk
Lalu paris mengajak olivia duduk sebelum makanan mereka datang, mereka menikmati makan malam romantis mereka dan setelah itu mereka pergi untuk pulang
mereka sudah sampai di apartemen olivia merekapun pergi untuk tidur
Olivia tidur dengan tangan paris sebagai bantalan untuk olivia, lalu tangan satunya memeluk olivia
Olivia balas memeluk paris sebelum mereka tidur mereka mengobrol
"apa kamu sudah berkemas" tanya olivia pada paris sambil mendongakan kepalanya melihat paris
"aku tidak berkemas, pakaian ku akan ku tinggalkan disini untuk nanti aku kesini lagi" jawab paris
"aku akan merindukanmu" ucap olivia, paris tersenyum mendengar olivia aka merindukannya
"aku juga" jawab paris lalu mencium kening olivia
Sedangkan paris kini sibuk dengan urusan kantor papahnya, mereka sering bertukar kabar mereka
Kini olivia sudah bekerja di rumah sakit sebagai dokter bedah seperti yang olivia cita-cita kan
"pagi dok, hari ini kita ada operasi" ucap suster tika, pada olivia yang sedang berada di ruangan nya
"baiklah siapkan semuanya" balas olivia yang di angguki oleh suster tika
"baik kalo begitu saya permisi dulu dok" jawab suster tika
"iya" ucap olivia
Setelah beberapa jam olivia selesai dengan operasinya dan olivia berjala menuju ruangan nya untuk beristirahat setelah beberapa menit
Tok.. Tok.. Tok..
Suara pintu ruangan olivia di ketuk seseorang dan seorang laki-laki muncul dari balik pintu setelah olivia menyuruh nya masuk
"bagai mana operasi nya lancar" tanya reza
__ADS_1
Laki-laki yang mengetuk pintu tadi
"yah lancar" jawabnya sambil tersenyum
"kita pergi cari makan yu ini udah jam makan siang loh" ajak reza yang di angguki olivia
"ayo" balas olivia
Merekapun pergi dan berjalan beriringan sambil mengobrol dan bergurau
Mereka tampak begitu sangat dekat, terkadang mereka di sebut sebut sebagai pasangan yang serasi
Saat dijalan mereka bertemu dengan seorang wanita dan menyapa mereka
"olivia, kamu oliviakan" tanya wanita itu saat olivia melihat kearah nya olivia terkejut karna wanita itu adalah sofi
"kamu, kenapa kamu ada di sinih" tanya olivia heran
"aku disinih jenguk nenek ku dia juga pasien di sinih" jawab sofi
Sofi melihat olivia begitu dekat dengan laki-laki yang berada di sampingnya
"ohh,, memangnya sakit apa" tanya olivia pada sofi
"neneku usus buntu, baru operasi tadi" jawab sofi yang memaksakan tersenyum
"ohh, baiklah semoga lakas sembuh, kalau begitu aku pergi duluan yah" ucap olivia sambil tersenyum berpamitan
"baiklah" jawab sofi
Olivia dan rezapun pergi meninggalkan sofi yang masih menatap ke pergian mereka
"kamu batalin pertunangan kita karna dia, ckck kamu bodoh paris lihat disini dia berpacaran dan kamu di sana sibuk dan merindukannya" ucap sofi sambil menyeringai tersenyum
"siapa dia" tanya reza pada olivia
"mantan tunangan paris" jawab olivia santai
Sontak membuat reza kaget
"apah, mantan dan kamu hanya santai saja" tanya reza heran
"iya emangnya kenapa" tanya olivia sambil memakan makanannya
"setidaknya jangan dekat-dekat dengan ny" jawab reza, olivia melihatnya
"kenapa" tanya olivia heran
"tidak ada apa apa" jawabnya reza dan memakan makanannya, olivia melihatnya aneh
__ADS_1
Mereka sudah kembali dari makan siangnya dan olivia kini telah memeriksa pasien yang olivia tangani,
"sore nyonya bagai mana keadaannya, apa ada yang sakit" tanya olivia pad salah satu pasien nya