
"Pill itu aku yang membuatnya,,,sebaiknya cepat minum lah,, agar energimu dapat pulih kembali...!!!" Rama pun memperingatkan Shina...
Setelah meminum pill yang diberi oleh Rama.. Energi Shina pun juga telah pulih kembali... Tidak sampai disitu.. Saat ini Shina mencoba duduk bersila dan fokus dengan gejolak kekuatan yang meningkat secara langsung... Setelah beberapa saat kemudian...
Sepertinya Kekuatanku telah naik tingkat.. Apa ini karena pill yang kau berikan Rama...!!! Sehingga aku saat ini telah berada di master tahap akhir tingkat tiga..." Shina merasa sangat bahagia karena kekuatanya meningkat pesat dan ini adalah peningkatan terbesar Shina.. Karena sudah hampir satu Tahun kekuatan shina tidak pernah meningkat... dan hanya bertahan di Master tahap menengah saja...
"Ehmmm mungkin saja... Karena dari guruku.. Pill itu juga dapat meningkatkan kekuatan seseorang... Tapi entah mengapa itu tak berfungsi sama sekali padaku...!!!" Jawab Rama dengan tenangnya...
"Benarkah...!!! Terima kasih Banyak Rama... Karenamu kekuatanku dapat meningkat sekarang...!!!" Dengan Bahagia Shina pun berjingkrak jingkrak kemudian memeluk Rama.. Sedangkan Rama yang tak siap pun terdorong dan jatuh kebelakang Dengan posisi Shina yang masih diatas Rama dengan posisi memeluknya...
Dua Mata saling Bertemu... Bahkan Kedua bibir mereka Hanya berjarak Satu senti saja.. Detak jantung mereka pun berdetak tak karuan... Dengan posisi Shina yang berada di atas Rama.. Suasana saat ini sangat sepi dan tidak ada orang lain disana... Mereka berada di atas tempat tidur diruang perawatan kerajaan..
Rasa yang bercampur aduk semakin membuat perasaan mereka sedikit tertekan,, tapi juga ada sedikit rasa bahagia dihati mereka saat ini,, entah mengapa Rama saat ini lebih sensitif dan gejolak hasratnya terus meningkat.. Begitu juga dengan Shina yang pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rama padanya,,karena Shina yakin Rama saat ini juga memiliki rasa yang sama seperti dirinya... Deru nafas dua insan terus menggebu.. Rama yang sudah mulai tak sanggup menahanya pun akhirnya membenamkan wajah shina kewajahnya dan kembali mereka berdua saling bercumbu memadu kasih.. Tapi tak lama kemudian..
Took tok toookk....!!
__ADS_1
"Ramaa... Apa kau sudah sadar..!! Bolehkah aku masuk..??" Sebuah ketukan pintu dan suara seseorang dari luar membuat Rama dan juga Shina kaget dan melepaskan Ciuman mereka dan saling merapikan Diri.. Menahan Hasrat yang terpendam dan tak bisa terlampiaskan memang sangat tidak enak dan menyebalkan.. Itulah yang saat ini Rama dan juga Shina rasakan.. Dalam hati Rama juga sedikit lega karena tak bertindak lebih.. Karena di Alam Bumi Rama juga memiliki Nadia.. Tapi apalah daya.. Seorang lelaki memang sangat susah untuk memendam hawa nafsunya dan mudah sekali tergoda dengan keindahan yang lainya.. Dan itu sangatlah wajar apalagi di Masa puber Rama saat ini..
"Masuklah,,Aku sudah baik baik saja..." Jawab Rama yang sudah mulai tenang dan duduk pada posisi yang nyaman.. Sedangkan Shina hanya diam tertunduk malu karena kembali lagi melakukan hal itu dengan Rama.. Tapi di dalam Hati Shina juga sangat bahagia karena mereka sama sama sadar dan telah terjalin rasa suka satu sama lain..
Tak lama pintu pun terbuka,,dan Raja Air pun masuk di temani para penasehat kerajaan..
"Apa keadaanmu sudah baik baik Saja Ram..!!! Lalu sebenarnya apa yang terjadi semalam,," Raja Air pun penasaran dengan Apa yang terjadi pada Rama..
"Tidak ada apa apa.. Aku hanya merasa ada beberapa petir yang terus menyambarku dan itu sangat menyakitkan..!!!" Jawab Rama sedikit berbohong karena tak ingin menceritakan yang sebenarnya..
"Aku juga tidak tau dimana batu meteor langit itu... Karena setelah ada kepala Harimau yang menyerangku itu aku sudah tak sadarkan diri..." Rama pun sengaja menutupi kebenaranya...
"Ehmm begitu ya...!!! Baiklah sekarang kita makan dulu.. Pelayan sudah mempersiapkan semuanya... Ayo kita keruang makan..." Ucap Raja tak mempermasalahkan itu semua.. Walaupun Raja yakin ada yang Rama sembunyikan tapi Raja tak ingin memaksa Rama untuk menjelaskan semuanya.. Dan mengalihkan pembicaraan mereka dengan mengajak Rama dan juga Shina untuk pergi makan bersama..
Setelah Selesei makan bersama.. Rama pun memutuskan untuk mengajak Shina kembali ke penginapan.. Karena Rama juga khawatir dengan keadaan Shila yang sejak kemarin hanya di temani oleh pelayan kerajaan.. Dan setelah sampai di penginapan Shila yang sudah menunggu mereka berdua pun berlari dan memeluk Shina karena sejak kemarin Shila sedikit takut jika tanpa ada Shina disisinya..
__ADS_1
"Kamu tenanglah adik manis.. Kami semua baik baik saja.... Oya seperti yang aku janjikan kemarin.. Ini buatmu...!!!" Lalu Rama mengambil sebuah boneka berbentuk Naga dan memberikanya pada shila...
"Waaaahh...Boneka Naga...!! Terima kasih kak Rama,,Aku sangat menyukainya...!!!"Ucap Shila penuh dengan kebahagiaan dengan memeluk dan menciumi Boneka naga itu.. Dan juga karena diberi Boneka oleh Rama.. Karena ini pertama kalinya Shila memiliki mainan.. Tapi yang Shila tidak tau adalah Boneka Naga itu sebenarnya Salah satu pasukan Naga yang merubah wujudnya menjadi sebuah boneka,, dan saat ini pasukan Naga itu ditugaskan untuk menjaga Shila..
Shina yang melihatnya pun ikut Tersenyum bahagia dan sedikit air mata pun menetes dipipinya karena Bangga dan juga senang dengan apa yang dilakukan Rama.. Karena sebagai kakak,,Shina sama sekali belum pernah memberikan apapun pada Shila dan itu adalah hal yang menyakitkan bagi Shina belum dapat membuat adiknya bahagia..
Setelah itu Rama pun berpamitan kembali ke kamarnya untuk memahami dan menyerap Batu meteor langit yang sudah menyatu dalam Jiwanya... Rama mencoba memasuki Ruang Dimensinya saat ini,,dan ingin menemui Hydra dan juga Sakha yang saat ini menunggunya di Dalam Ruang dimensi yang Rama miliki... Karena semuanya telah menyatu dengan Rama dan berada di dalam Ruang dimensinya..
"Akhirnya kamu datang juga anak muda.." Ucap Hydra yang saat ini sedang duduk bersama Sakha disebuah Batu di depan istana yang Rama buat..
"Ternyata Kalian sudah menungguku ya..!! Ehmm lalu dimana jiwa batu Meteor Langit itu...!!!" Jawab Rama penasaran karena hanya melihat Hydra dan juga Sakha...
"Ha Ha Ha... Ternyata kamu masih belum paham anak muda,, Jiwa Batu meteor langit itu adalah Aku dan yang menjadi petir langit itu juga Aku...!!!" Ucap Sakha menjelaskan pada Rama,, karena ingin Rama mengetahui kebenaranya..
"Owh jadi Kamu sendiri jiwa dari Batu meteor langit itu...!!! Lalu kamu,, Kenapa tak berkata yang sebenarnya padaku waktu itu..." Rama pun menoleh kearah Hydra yang sedang diam di depanya..
__ADS_1
"Ha Ha Ha... Karena aku ingin mengetahui seberapa besar kekuatanmu saat ini dan mampukah kamu menghadapi kekuatan serangan petir langit itu..!!!" Jawab Hydra dengan sedikit tersenyum pada Rama..