
Karena banyaknya masalah saat ini Rama menjadi lupa memberi tahu orang tuanya Bahwa dia bisa membawa mereka ke Alam langit.. Tapi untuk Saat ini menunggu bagaimana Rama bisa menyeleseikan masalahnya satu persatu.. Yang pertama Adalah mengusir Pasukan Iblis dari Bumi dan Yang kedua Menentukan pernikahanya dengan Nadia... Dua masalah itulah yang Saat ini terasa berat difikiran Rama...
Pagi datang... Sang Mentari kembali menyinari Alam bumi dari gelapnya malam.. Rama yang sudah siap menjalani masa Ospek sudah bersiap... Kali ini Jam 7 Ospek pun dimulai.. Rama yang Sudah berangkat Dari rumah pukul 05:00 Dan juga menjemput Nadia...
Tak selang beberapa Waktu Saat Rama Dalam perjalanan Ke kampus,, Dia melihat Amel sedang dihadang oleh 6 orang yang sepertinya Satu dari mereka ada yang Rama kenal... Yaa Amel di Hadang oleh Miko... tapi mungkin dengan memanggil para preman setempat... Rama yang melihat itupun berinisiatif membantu...
"Sayaaaang..!!! Kamu tunggu disini Sebentar ya...!!! Aku mau bantuin Amel dulu..!!!" Rama pun meminta ijin pada Nadia..
"Ohhh..!!! Iya Sayang.. gapapa ko..!! Hati Hati yaa..!!! Aku disini Aja..!!" Jawab Nadia yang tidak ingin turun dari kendaraanya..
Dan dalam jarak yang sudah dekat Rama menyipitkan matanya.. dan tersenyum manis tersungging disudut bibirnya... seperti mengenali para preman itu...
"Ehhhmm Ehmmm...!!!! Apa kalian masih Belum puas...!!" Rama pun menghampiri para preman itu...
"Lhoh..!!!! Bukanya Dia yang ditaman waktu itu...!!! Wadduuhhh bagaimana inii...!!!" Batin Pemimpin preman itu..
"Bosss...!!! Sepertinya aku mengenali Pemuda itu..!!!" Tanya salah satu anak buahnya
"Ammmpuuunnn Mass...!!! Ampuunnn Semua ini Ulah dia Mas...!!! Dia yang meminta kita melakukan ini...!!!" Pemimpin preman pun bersimpun didepan Rama meminta ampun.. Miko yang melihatnya pun Kaget dan sedikit tak percaya...
"Wooeee...!!! Kenapa kamu malah minta ampun Sama Bocah ingusan itu...!!!! Cepat Hajar pemuda itu dan tangkap Gadis kecil itu untukku..!!!" Dengan Marah miko membentak Preman preman itu...
"Hajar saja sendiri...!!! Aku tak mau berurusan dengannya..!!! Mending aku pergi dari sini saja...!!!" Ucap pemimpin Preman itu..
__ADS_1
Bang***..!!! Aku Sudah bayar kalian Mahal..!! Kenapa malah takut sama bocah ingusan itu..!! Banci kalian Semua..!!!" Ucap miko yang masih belum sadar Atas ketakutan para preman itu...
"Baji****..!!! Siapa Yang Bancii..!!!"
Duuueeesssshhh...
Buuuuggghhhttt...
"Akkkkhhhh" Teriak Miko Tersungkur menahan Sakit di Pipinya... Ternyata Pemimpin preman itu tersinggung dengan ucapan miko... Dia marah lalu memukul miko secara membabi buta...
"Apa yang kalian Lakukan Haaah...!!! Kenapa malah Memukulku..!!!" miko masih bingung dengan situasinya..
"Bereng***..!!! Apa Kamu tidak tau dia itu Siapa..!!! Jangankan menghajar.. menyentuk bajunya saja Kau takkan mampu...!!!" Jawab pemimpin preman dengan Emosi dan sedikit takut pada Rama.. Dia masih ingat sekali bagaimana Rama menghajar dia dan teman temanya...
Sudaahh...Sudah.. Cukup...!!! Kalian pergi saja Dari sini... Biarkan dia..!!!!"
"Ehhh.. Akuu..!!! Aku Gapapa Ram..!!! Terima kasih yaa..!!" Jawab Amel masih bingung dengan situasi dan kondisi yang dia alami saat ini... Dia tidak percaya dengan para preman yang terlihat sangat kuat dan tangguh itu sangat ketakutan melihat Rama menghampiri mereka... Bahkan sampai bersimpuh memohon ampun pada Rama.. sedangkan miko masih terdiam dengan kebingunya dan banyak pertanyaan difikiranya saat ini... Semua rencananya gagal total dan bahkan Dia yang kesakitan terkena pukulan preman yang dibayarnya...
"Ehmm Bukanya Aku sudah memperingatkan Kalian dulu...!!! Kenapa Masih mengulanginya..!! Apa belum puas dengan ini..!!!" Rama pun mengacungkan kepalan tanganya pada para preman yang didepanya.. Dia tidak menyangka Para preman itu masih saja membuat onar dan mencari masalah..
"Amppuuuunnn maaasss..!!! Ini semua bukan kemauan kami.. Kami berani bersumpah mas..!!! Ini semua karena disuruh Dia..!!! Kami tidak berani lagi mas.. Ampuuunnn!!!" Ucap pemimpin Preman itu.. Dia bergetar ketakutan jika Rama menghajar mereka lagi..
"Iya mas...!!! Dia yang menyuruh kami semua..!!!" timpal Preman yang lainya.. yang Baru menyadari tentang Rama yang pernah menghajar mereka semua dulu..
__ADS_1
"Lalu sekarang,,!!! karena Uang kalian mau melakukan apa saja...!!!" Bentak Rama sedikit menggelengkan kepalanya..
"Ampuuun mas kami khilaf... kami berjanji mulai saat ini,,kami akan bertaubat dan tidak lagi membuat masalah..!!! Kami siap menjadi anak buahmu mas... kami rela melakukan apapun mas...!!!" Ucap pemimpin itu lalu diikuti anak buahnya... Mereka semua sudah sepakat akan menjadi orang yang lebih baik..
"Ehmmm..!!! Aku tidak butuh janji.. Tapi Aku butuh Bukti..." Ucap Rama lalu meninggalkan mereka semua...
"Ini terakhir kali aku memaafkan kalian semua..!!!" Rama menghampiri Amel yang masih mematung tak percaya dengan yang dia lihat dan dengar baru saja... begitu juga Miko yang semakin gila dengan apa yang dia fikirkan...
Rama mengajak Amel berangkat bersama sama dengan Nadia.. Saat ini Amel juga membawa kendaraan sendiri.. Jadi hanya mengikuti Rama dan Nadia dari belakang.. Sebenarnya Amel bisa saja melawan beberapa Preman itu.. tapi jika terus menerus melawan mungkin Amel akan kelelahan dan bisa saja kalah.. Karena 1 melawan 6 orang itu sangat Susah apalagi untuk seorang Wanita... meskipun Amel memiliki beberapa ilmu tenaga dalam.. Tapi dia tidak bisa dengan sembarangan menggunakanya.. Dan juga fisiknya masih terlalu lemah untuk bertarung dengan Lawan yang lebih dari 2 orang...
Beberapa Saat kemudian Rama dan yang lainya Telah sampai di kampus mereka... Ternyata Saat ini Waktu sudah lewat 15 menit dari Dimulainya Acara Ospek hari kedua... Rama, Nadia, Dan Amel pun saat ini sedang menghadap para senior untuk mendapatkan Hukuman.. Dengan Alasan Apapun para senior tidak bisa memaafkanya.. Kecuali Alasan itu masuk Akal..
Dan disaat Amel memaksa untuk menolak hukuman itu karena Alasanya dia dihadang oleh salah satu Senior dari Acara ospek tersebut.. Banyak yang menertawakanya,, menganggap Amel hanya mencari cari Alasan dan sebagainya.. Ada juga beberapa Senior yang masih mencari cari kebenaranya..
"Ehhmmm Sekarang Apa buktinya,, jika kalian tadi di Hadang oleh senior Ospek ini..!!!" Tanya Rendy dengan mengamati semua perkataan Amel..Dia mencoba mencari kebenaranya.. Walaupun Amel dan Rendy adalah saudara sepupu.. Tapi didalam Kampus semua Sama...
"Ehmm maaf kaak..!!! Kami tidak ada Bukti.. Tapi Kami punya saksi..!!!" Nadia pun ikut membela diri dari Hukumanya... dengan wajah sedikit melas menambah kecantikanya mengeluarkan Damage...
"Ouhhhh Apa adik Cantiiiikkk..!!! Saksi...??? Coba tunjukan padaku siapa Saksi itu..!!!" dengan Sikap yang Lembut dan Senyum manisnya Rendy mencoba Merayu Nadia... Berharap Nadia akan tertarik padanya...
Yaa..!!! menurut Rendy..
"Siapa sih yang bisa menolakku..!!! Karena Aku kan Superstar di Kampus ini... Sangat Banyak Wanita di kampus ini yang ingin dekat denganku..!!" Batin Rendy dengan menyombongkan dirinya...
__ADS_1
Rendy juga baru pertama kalinya melihat Nadia secara Langsung,, hingga membuatnya Terpukau dan Takjub Dengan kecantikan yang Luar biasa di depanya saat ini.. Dan juga dengan tubuh Yang seksi dan sedikit montok... membuatnya semakin tertarik dengan Nadia....
"Sunggun Wanita Idaman..!!!" Batin Rendy dengan mata berbinar binar... Seperti Suka pada pandangan Pertama...