KEKUATAN BOCAH DESA

KEKUATAN BOCAH DESA
IJAB QOBUL


__ADS_3

Setelah selesei dirias,, Nadia dipersiapkan menuju Ruang khusus pengantin Wanita yang letaknya tak jauh dari tempat akad Nikah,, Sedangkan Rama sudah berada di area akad nikah saat ini.. Dan menunggu kedatangan penghulu yang bertugas menikahkan merek berdua.. Kedua saksi dari kedua belah pihak juga sudah menempati posisi mereka..


Tak lama kemudian Bapak penghulu telah datang dan langsung menempati posisinya yang berada di depan Rama,, Ditemani oleh asistenya untuk mencatat semua yang dibutuhkan... Rama yang memilih Pamanya sebagai saksinya dan untuk Nadia Om Roy yang menjadi saksi dari pihaknya..


Disisi Lain Pak Syahrul menyerahkan wali nikahnya pada penghulu untuk menikahkan Anaknya.. Beberapa Saat setelah penghulu meminta untuk memanggil pengantin Wanita,, Perlahan tapi pasti,, Nadia berjalan pelan dengan di ikuti Ibu dan Juga kakaknya di kanan dan kirinya,, Dengan Mengenakan Pakaian pengantin berwarna Putih salju dengan pernik emas berderet di dadanya.. Kulit putih nan bersih semakin menghiasi keanggunanya mengenakan pakaian itu,, Ditambah Riasan dari Salon profesional membuatnya semakin cantik bagai bidadari turun dari surga,, Bahkan membuat semua orang,, Terutama untuk para lelaki yang melihatnya terpaku dan terpana dengan kecantikan Nadia,, Dan tak mengira wanita yang ada di depan mereka Adalah Nadia,, Hal itu semakin membuat Rama gugup dan juga jantungnya semakin berdetak tak karuan,, Sedikit keringat dingin keluar dari tubuhnya..


Perlahan Nadia Duduk disamping kiri pak Syahrul dan Rama berada di Kanan Pak Syahrul.

__ADS_1


Dengan penuh ketegangan dan juga hening,, Rama pun mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar dan di Sah kan oleh semua pihak yang menjadi saksi di acara pagi itu,, Rasa Bahagia dan haru mewarnai acara sakral yang telah usai itu.. Ibu Nadia dan Juga Ibu Rama sama sama meneteskan Air mata kebahagiaan di pipi Mereka masing masing,, Pak Syahrul pun juga tak dapat membendung mata yang berkaca kaca,, Karena bagaimana pun ini pertama kalinya Dia menikahkan Anaknya dan melepaskan tanggung jawabnya pada lelaki lain untuk mengantikan posisinya selama ini,, Senyum bahagia juga tercermin di wajah Nadia dan juga kakaknya beserta sahabatnya yang berada disekelilingnya,, Disisi Lain Rama merasakan kelegaan yang amat sangat dan juga melepaskan semua tekanan batin yang beberapa saat membelenggunya.. dan tekanan itu bahkan lebih kuat dari tekanan Raja Iblis di Alam langit... Rama juga merasakan kebahagiaan yang tak terkira ketika mendengar Suara SAH yang serempak di telinganya dan membuatnya tak lagi terbebani dengan mentalnya..


Setelah Acara Ijab Qobul selesei dengan khidmat dan dsertai Tangisan kebahagiaan,, Acara itu pun di lanjutkan ke tempat resepsi yang telah disediakan.. Rama dan Nadia pun di giring ke Panggung Dekorasi yang sangat megah dan Mewah dengan berbagai bunga menghiasi dekorasi tersebut,, Dengan di dampingi Kedua orang tua dari Rama dan Nadia untuk menempati tempat yang telah disediakan.. Acara pun dilanjutkan dengan Berfoto foto dan juga makan makan,, Tamu undangan perlahan saling berdatangan dan mengucapkan ungkapan kebahagiaan mereka atas Pernikahan Rama dan Nadia..


Disuatu sisi dimana Saat Revan datang bersama keluarga besarnya dan di temani sang guru yang juga ikut hadir disana,, "Yuzaa...!!! Benarkah kamu Yuza...!!!" Ucap Ibu Rama yang saat itu sedang bersalaman dengan Yuza di atas Panggung resepsi Dan secara reflek memanggil Nama Yuza..


"Hormat Hamba Tuan Putri..!!! Ini benar Hamba tuan putri..!!!" Bisik Yuza pada Ibu Rama dan juga sedikit Salah ucapan,, Tapi hal itu juga sedikit terdengan samar ditelinga Revan yang berada tepat berdiri dibelakang Gurunya.. Dan hal itu sedikit membuat Revan terkejut dan bingung..

__ADS_1


"Jangan terlalu formal padaku... Bersikaplah biasa saat ini... Aku tak ingin orang lain mengetahuinya...!!!" Ucap Ibu Rama yang mulai berbicara menggunakan kekuatan batinya dan berbicara pada Yuza.. Disisi lain Yuza pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu Rama melalui kekuatan Batinya..


"Baik tuan putri...!!! Maafkan Hamba...!!!" Jawab Yuza yang juga menggunakan kekuatan batinya.. Tapi Hal itu semua juga dapat di dengar oleh Rama meskipun jarak mereka tak terlalu dekat,, Rama merasa bahagia telah menepati Janjinya untuk mempertemukan Yuza dengan Ibunya.. Dan Hal itu juga membuat sang Ibu merasa bahagia,,


"Kita akan berbicara lagi Nanti setelah acara ini selesei...!!! Dan juga tetap bersikaplah biasa ketika bertemu denganku...!!! Aku tak ingin memancing kecurigaan orang lain pada kita...!!!" Ucap Ibu Rama mengingatkan Pada Yuza.. disisi Lain Revan semakin di buat Curiga dengan perubahan sikap dari Ibu Rama yang nampak diam dan hanya menatap Gurunya berlalu pergi.. Dan Revan pun berlanjut menyalami Ibu Rama tapi tak menunjukan kecurigaanya tentang hubungan bersama Gurunya..


Rama yang mengetahui isi hati dan fikiran Revan pun ingin mencoba memberi pengertian dan penjelasan pada Revan tentang hubungan Ibunya dengan guru Revan,, Dan tak ingin semakin menambah kecurigaan Revan pada Gurunya..

__ADS_1


Acara terus berlanjut,, Semua tamu undangan telah bergantian berdatangan,, Berbagai ucapan selamat dan juga Hadiah telah mereka berikan pada kedua mempelai,, Dengan hidangan prasmanan yang telah disediakan dan diiringi oleh beberapa Grub musik Ibu kota semakin memeriahkan acara resepsi tersebut,, Semua orang tak menyangka dengan Acara yang begitu Meriah dan sangat mewah terjadi dalam acara ini.. Dan hal ini adalah hal yang pertama kalinya terjadi di Kota Merah ini..Banyak orang yang menyanjung dan bahkan ada juga yang menyayangkan dan sedikit iri dengan pengeluaran yang begitu wah itu,, hanya untuk acara itu saja..


Setelah Acara selesei dan Orang orang mulai meninggalkan kediaman Rumah Nadia,, Hari yang sudah beranjak Sore Rasa lelah menghinggapi Semua orang yang turut serta mengatur dan mempersiapkan acara dari awal hingga Akhir membuat mereka semua fokus dengan pemulihan energi masing masing.. Disisi Lain Orang tua Rama saat ini juga kembali kerumahnya dan Diikuti oleh Guru Revan.. Tapi tadi guru Revan sempat berpamitan untuk hanya berjalan jalan saja karena ingin mencari suasana yang baru,, Revan yang sejak Awal curiga hanya mengikuti apa yang akan dilakukan oleh gurunya dan tak terlalu mempermasalahkanya... Hanya saja rasa penasaran itu terus bergelantung difikiran Revan tentang asal usul sang guru.. Karena selama ini sang guru tak pernah menceritakan apapun tentang asal usulnya bahkan tentang keluarganya,, Yang Revan Tau,, Gurunya hidup di kota ini hanya sebatang kara dan tak memiliki keluarga,, Tapi hal yang membuatnya bingung dan merasa ganjil adalah pengakuan Sang guru sebagai paman Rama dan menganggapnya Saudaranya..


__ADS_2