
Setelah pertempuran yang cukup menegangkan melawan sang Dragon ice akhirnya sang vampir primordial mulai menunjukkan jati dirinya di hadapan para hunter, dengan cara mengeluarkan tekanan yang luar biasa.
Sementara itu di barisan belakang
banyak hunter yang putus asa,
"Kugh kenapa mereka masih belum mati padahal boss mereka telah kalah, aura miliku hanya tinggal sedikit."
"Sial sudah banyak dari kita para Hunter yang kehilangan nyawa, apalagi para suporter sudah mulai kelelahan."
Di barisan belakang di tempat para suporter yang sedang menyembuhkan orang orang yang terluka.
"semuanya bertahan lah percayalah mereka yang berada di barisan paling depan pasti bisa mengalahkan bosnya."
ucap Shea.
Seorang pria yang terkena serangan lizard man berteriak kesakitan.
"Argh ... sial kakiku telah hancur, arggggghh sakit tolong aku!"
"Aku akan menghentikan pendarahan mu sementara bertahan lah." ujar seorang healer.
Sementara itu ditempat Dex dan lainya.
"Apa apaan tekanan ini kenapa ada tekanan yang lebih kuat dari pada boss monster tadi!" ucap Richard yang sedang berlutut akibat tekanan.
Tan sembari merangkak menjauh berkata, "ugh .. aku akan ke barisan belakang untuk menjaga nona muda."
Sementara itu Dex berdiri dengan santainya.
"Huh?"
"Apa mereka kelelahan setelah tadi
bertarung melawan naga, tapi kenapa mereka semua berlutut seperti itu."
gumamnya.
"Dan lagi si sialan ini tidak mau keluar dari persembunyiannya?"
Lalu Dex pun bertanya kepada Richard, "Pemimpin apa kau baik-baik saja apa kau masih bisa bertarung?"
"Aku baik baik saja hanya luka ringan karena badai tadi, tetapi tekanan ini terlalu kuat sampai aku tidak bisa berdiri" jawab Richard.
Tan yang melihat Dex baik baik saja bertanya, "Tuan Dex bagaimana kau bisa berdiri dengan santainya?"
"Apa mereka semua berlutut karena tekanan kuat ini, kenapa sampai segitunya, tetapi akan aneh jika aku berpura pura juga. terlebih setelah membunuh seekor naga dalam sekali serang, mereka akan lebih mencurigai ku." gumam Dex dalam hati.
"Ah ... aku memiliki ketahanan mental yang kuat jadi hal seperti ini tidak mempengaruhi diriku!"
ucap Dex.
Pada dasarnya itu memang benar karena setelah jutaan tahun hidup, ketahanan mental yang DEX miliki berada di level yang berbeda.
"Ah, seorang Rank S memang berbeda."
gumam Tan sembari merangkak menjauh.
Lalu tidak lama setelahnya Richard berkata sembari menunjuk ke suatu arah, "seperti nya aku tahu dia ada di mana berkat domain ku aku bisa mengetahui dia berada di sana!"
Tanpa berpikir panjang Dex langsung menyerangnya.
"Ah baiklah, skill Nebula Bullet Shoot."
Serangan yang di lancarkan oleh DEX berhasil menghancurkan tembok yang membatasi antara ruang bos dan ruangan tempat sang vampir berada.
__ADS_1
Lantas sang vampir pun keluar dari persembunyiannya.
"Kukuku ... tidak ku sangka seorang Manusia bisa semenarik ini."
"Kukuku ... perkenalkan aku adalah raizu sang vampir primordial serta bawahan sang demon lord, kalian para manusia seharusnya bangga bisa melihat diriku yang agung!"
Lalu munculah para bawahan vampir primordial dengan jumlah 10 vampir.
"Ah ... lizard man yang kalian lawan adalah ciptaan dari skill blood of manipulator miliku mereka akan selalu bangkit sebelum aku mati."
"Kalau begitu akan ku bunuh kau!" ucap Richard sambil berteleportasi ke arah vampir primordial.
Setelah dekat dengan sang vampir primordial Richard pun menyerang sang vampir primordial tersebut dengan kekuatan penuh dan berhasil mengenai telak sang vampir.
Tubuh vampir primordial Yang terkena serangan Richard hancur berkeping keping, akan tetapi berhasil beregenerasi dengan cepat.
Sang Vampir yang mampu bangkit lagi hanya bisa tertawa.
"Kuhahaha ... lucu sekali aku sengaja membiarkan mu mengenai ku kau pikir aku akan mati?"
Lalu dengan kecepatan nya vampir itu mulai bersiap menyerang Richard yang sedang terkejut.
"Huh?"
"Biar ku beri kau sedikit hadiah manusia!" ucap Raizu.
Dan sembari menyerang ke arah Richard
Serangan itu mengenai telak Richard di bagian kakinya sehingga kedua kakinya hancur terpotong.
"Arrghh.." Richard berteriak kesakitan.
"Woi ketua!" ucap Dex dan melesat ke arah Richard.
"Kukuku."
"oi apa kau masih sadar? Ketua." ucap Dex.
"ja-jangan hiraukan aku fokus lah dia berbeda dengan semua monster yang kita lihat di dongeon ini!" jawab Richard dengan nada kesakitan.
Lalu dengan sengaja sang Vampir memerintahkan bawahannya, "Bawahan, habisi mereka!"
Setelah mendengar perintah yang di keluarkan oleh vampir primordial para vampir biasa pun mulai menyerang para hunter.
"Cih ... sialan aku benci vampir." gumam Dex.
Dex secara cepat menghantam wajah sang vampir primordial tetapi dengan regenerasi hebat wajahnya bisa kembali utuh.
"Lihat kemana kau." ucap Sang vampir dan mulai menyerang Dex.
Serangan tersebut mampu merobek baju zirah yang di gunakan DEX akan tetapi tubuhnya masih baik baik saja,
Sebaliknya kuku sang vampir malah hancur setelah menyayat tubuh DEX.
"Kugh ap-apaan tubuh manusia ini."
gumamnya.
Sebuah pukulan secepat kilat mengarah ke wajah sang vampir lagi dan membuat wajahnya hancur, akan tetapi tetap saja tubuhnya mampu beregenerasi.
"Kuhahaha ku akui kau berbeda dari manusi.."
Sebuah serangan mengenai tubuhnya dan menghancurkan nya tanpa adanya sisa sedikit pun.
"Seharusnya itu berhasil membunuhnya jika itu masih tidak berhasil aku tidak tahu lagi harus bagaimana."
__ADS_1
ucap Dex.
"Sialan, aku sedang berbicara dan beraninya kau menyerang ku!" ujar sang Vampir dan melesat ke arah DEX.
Lalu sang vampir primordial melayangkan sebuah serangan yang bernama Blood bang.
Sebuah serangan yang mengendalikan sebuah darah dalam tubuh target dan membuat pembuluh darah nya meledak.
Setelah terkejut serangan itu Dex langsung mengeluarkan darah dari mulut nya.
"Kugh ... apa ini?"
Lalu sang Vampir dengan bangga berkata, "Sekuat apapun fisik mu tubuh bagian dalam mu tetap tidak akan mampu menahannya kuhahaha."
Sembari menyeringai.
"Sialan aku bahkan pernah memakan monster di abyss dan membuat lambung ku meleleh, apa kau pikir ini bisa melukai ku?" gumam Dex.
"Menyerah lah manusia dan bekerja lah di bawah sang demon lord maka kau akan di berikan kekuatan yang tiada tara!"
Dex yang mendengar kata Demon lord pun mulai kesal.
"Huh ... apa kau bilang, demon lord jadi si botak itu masih hidup?"
Dex bingung dia mengira dia telah membunuh demonlord saat di abyss, jadi dia bingung saat vampir itu bilang kalau demon lord akan memberi dia kekuatan jika DEX mau bekerja di bawahnya.
"Sepertinya kau adalah sesuatu yang menarik bagaimana kau bisa tahu tentang demon lord?" tanya Raizu.
Lalu Dex berkata dengan tegas, "Tentu saja bodoh. karena akulah yang telah membunuhnya!"
Dengan cepat Dex melesat ke arah vampir itu dan vampir yang melihat Dex datang ke arahnya dengan cepat sangat terkejut.
"Huh?"
Dengan kurang dari satu detik tubuh sang vampir pun hancur berkeping keping karena pukulan dari dex, meski begitu dia tetap tidak mati.
"Ugh .. apa jangan jangan kau adalah orang yang di maksud Demon lord, satu satunya seorang manusia yang mampu hidup di abyss?" tanya Raizu.
"Ah ... kalau kau sudah tahu memang,
Kau mau berbuat apa, skill Nebula Bullet Strike!" jawab Dex sembari mengeluarkan skill.
Sang Vampir yang berhasil bangkit dan menghindari serangan Dex mulai meremehkan Dex.
"Kukuku kau tidak sekuat yang di bicarakan demon lord, dia bahkan berkata kau mampu membantai semua vampir primordial di tanah blood, sepertinya itu hanya omong kosong belaka."
"ah ... aku ingat saat aku dulu melenyapkan spesies mu, kalau tidak salah sekitar 200 ribu vampir biasa dan 10 vampir primordial atau apalah itu." ucap Dex.
Lalu dengan cepat Dex melesat ke arah vampir primordial.
"kugh 10-10. vampir primordial?"
kata Raizu yang terkejut ketakutan.
"Bagaimana mungkin seorang manusia mampu mengalahkan 10 vampir kelas atas, tetapi rumor yang kudengar waktu itu memang benar ada 10 vampir kelas atas yang mati dan 200 ribu vampir di bantai di tanah blood, apa jangan-jangan dia adalah pelaku nya."
gumamnya dalam hati.
Setelah mendengar kata-kata dari dex vampir primordial pun melompat menjauh dari dex dan bergerak ke arah shea yang tengah membantu Hunter yang terluka.
"Jika aku tidak bisa membunuh mu, maka kubunuh saja rekan mu kuhaha."
ucap Raizu yang bergerak ke arah Shea, dan menyerangnya.
Bersambung.
__ADS_1