
Dan saat tepat seribu tahun setelah kedatangan Dex di heaven.
Akhirnya dia mampu menguasai dan menggunakan impact, dengan cukup baik.
"Apa kau sudah akan pergi Dex!" ucap Sora.
"Yah tolong sampaikan salam ku kepada Zelusa nanti! terimakasih untuk selama ini!" ungkap Dex.
Setelah itu jiwa Dex memudar dan menghilang dengan bersama angin di heaven.
Lalu Dex membuka matanya dan melihat ke atap rumah sakit.
Tepat saat itu David dan juga Steve sedang ada di ruangan itu, dan saat Steve menoleh ke arah Dex.
Dia sangat terkejut melihat Dex yang membuka matanya, dan berkata.
"Ah-hah rupanya ada Steve juga ya." ucap Dex yang masih terbata bata saat berbicara.
"Tuan Dex apa kau sudah sadar?" teriak Steve sambil mendekat Dex.
"Ke-ketua apa kau sudah sadar."
ucap David.
"Yah aku sudah kembali!" ungkap Dex berkata sembari tersenyum.
Lalu Steve bergegas pergi keluar untuk memanggil dokter.
Tidak lama kemudian seorang dokter datang dan memeriksa tubuh Dex.
"Syukurlah ... sedari awal tuan Dex memang tidak menderita penyakit apapun, dan akhirnya dia bisa tersadar! untuk sementara lebih baik biarkan pasien beristirahat terlebih dahulu." ungkap sang dokter.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu!" ucap dokter itu yang beranjak pergi.
"Ketua apa kau tahu sudah berapa lama kau tidak sadarkan diri! kau sangat membuat kami semua khawatir." ungkap David sembari menahan tangisnya.
"Ah-ya maaf kan aku, aku ada beberapa urusan dengan Steve, bisakah kau keluar dulu?" tanya Dex kepada David.
"Baik ketua ... aku juga akan mengabari yang lain, kalau kau sudah sadar."
David beranjak pergi setelah mengatakan hal itu, dan meninggalkan Dex dan Steve berdua.
"Steve!" ucap Dex.
"Yah tuan apa yang mau kau sampaikan?" tanya Steve.
"Apa selama aku tidak sadarkan diri terjadi sesuatu hal yang aneh pada bumi!" tanya Dex kepada Steve.
"Ba-bagaimana kau bisa tahu? bukankah kau tertidur sangat lama." ucap Steve.
"Oh ...iya ngomong ngomong sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Dex.
"Soal itu ... kira kira sudah tiga Minggu kau tidak sadarkan diri." ungkap Steve.
"Lalu saat ini dunia sedang dalam keadaan yang kacau, terlepas dari kerusuhan yang terjadi. saat ini muncul banyak gate di atas awan di seluruh dunia!" ungkap Steve yang menjelaskan kepada Dex.
Lalu dia berjalan ke sisi lain ruangan dan mengambil sebuah air.
"Apa kau haus Tuan Dex?" tanya Steve.
__ADS_1
"yah sedikit."
"Lalu apa asosiasi sudah melakukan sesuatu pada hal itu?" tanya Dex.
"Untuk saat ini kami hanya bisa mengawasi saja, lagi pula gate hitam itu masih tidak melakukan sesuatu yang berbahaya." ungkap Steve.
"Terus apa kalian akan diam saja?"
tanya Dex.
"Tentu saja tidak, sekarang asosiasi dan militer di seluruh dunia sedang dalam posisi bersiap jika terjadi sesuatu kepada gate hitam itu." ungkap Steve.
"Begitukah..."
"Ah-ah ... kalau begitu saya akan pamit terlebih dahulu, presiden juga selalu menanyakan kabarmu jadi mungkin dia akan mendengar kalau kau sudah sadar." ungkap Steve yang berdiri dan beranjak pergi.
Lalu Dex melirik ke arah jendela,
serta bergumam.
"Apa bumi masih bisa di selamatkan? semoga saja apa yang dikatakan oleh Nebula itu tidaklah menjadi keyataan."
Beberapa saat setelah itu, David yang kembali dari luar langsung menghampiri Dex.
"Apa kau benar benar tidak apa apa ketua?" tanya David yang membuka pintu.
"Ya aku baik baik saja."
jawab Dex.
"Semua anggota mengkhawatirkan ke adaan mu selama ini!" ucap David.
"Yah dia rutin berkunjung bahkan seminggu bisa dua kali dia ke sini!" jawab David.
Lalu David duduk di samping Dex.
"Apa kau sudah mengabari anggota lainya?" Dex bertanya sembari menutup matanya.
"Yah sudah.."
ucap David.
"Baiklah aku akan istirahat dulu kau pergilah pulang ini sudah larut, kau bisa kemari lagi besok!" ujar Dex.
Lalu David berdiri dan berpamitan kepada Dex untuk pulang.
"Kalau begitu aku akan pergi pulang dulu, esok pagi aku dan yang lain akan datang kesini!" ucap David.
Lalu dia berjalan mendekati pintu dan keluar dari ruangan inap Dex.
Setelah itu Dex menutup matanya dan tertidur, sampai ke esokan harinya.
Semua anggota guild back to earth, datang bersamaan untuk menjenguk Dex.
"Ketua apa kau sudah sadar?" tanya Lia yang berlari ke arah Dex.
"Huh bisakah kau pelankan suaramu!" ucap Dex.
Lalu Shea menghampiri Dex dan berkata, "Ah-i-ini ketua kami membawakan kamu buah buahan!" ucap Shea.
__ADS_1
"Oh iya terima kasih taruh lah di sana."
Lalu David, Antony, Ramzi dan Mina menghampiri mereka.
"Ketua syukurlah kau sudah bangun!" ucap Antony.
"Kalian terlalu khawatir berlebihan." ucap Dex.
"Owh iya ... Dimana Richard?" tanya Dex.
"Ah soal itu, di sedang melakukan Raid bersama dengan beberapa rekruiter baru!" ucap Ramzi.
"Apa kalian merekrut anggota baru?" tanya Dex.
"Yah itu sudah keputusan dari Asosiasi, saat ini kita memiliki 2 Anggota baru." ucap Lia.
"Apa mereka berdua bisa di andalkan?" tanya Dex.
"Tentu saja kau tidak perlu khawatir ketua!" ucap David.
Lalu Shea menghampiri mereka sembari membawa buah buahan yang sudah di kupas dan di siapkan.
"Semuanya silahkan!" ucap Shea yang menyuguhkan.
"Ah terimakasih, maaf merepotkan!" ucap Dex.
"Yah kau memang merepotkan kami selama 3 minggu ketua!" ucap Lia sambil bercanda.
"Hei!" tegur Antony.
"Sudah sudah dia hanya bercanda saja!" ucap Dex.
"Iya aku ingat, ngomong ngomong soal guild, beberapa hari yang lalu kita mendapat surat dari asosiasi!" ungkap Lia.
"Surat apa!" tanya Dex.
Lalu Lia menjelaskan tentang isi dari surat yang di berikan oleh asosiasi.
Saat ini semua guild yang terdaftar di Asosiasi di wajibkan untuk melakukan perintah dari Asosiasi.
Setiap guild akan dikirimkan ke tempat munculnya gate, dan berpatroli.
Serta mengikuti pertempuran jika terjadi sebuah pertempuran saat gate nya terjadi sesuatu.
"Begitu kah? Apa kalian sudah mulai ikut berpatroli?" tanya Dex.
"Yah untuk beberapa hari ini aku sudah ikut berpatroli di beberapa tempat yang terjangkau gate hitam!" ungkap Antony.
"Apa kau menggunakan klon?" tanya Dex.
"Kau benar ketua ... Karena aku sering berlatih, klon ku saat ini bisa berjumlah 4 dan memiliki jangka waktu yang cukup panjang." ucap Antony.
"Wah ... Bukan kah itu sangat berguna?" gumam Dex.
"Oh iya ngomong ngomong soal Richard, akhirnya dia sudah mah untuk menyembuhkan kakinya!" Ucap David.
"Apa Shea sudah mengembalikan kakinya seperti semula?" tanya Dex.
"Iya ... Meski sedikit sulit karena kakinya hancur sudah cukup lama, tetapi akhirnya aku bisa menyembuhkan nya!" ungkap Shea.
__ADS_1
Bersambung.