
Di tengah perdebatan antara Vito dan Benet sebuah ledakan terdengar tidak jauh dari vila yang mereka tempati.
Mereka yang berada di sana langsung bergegas mendekati suara ledakan yang terjadi.
Lalu saat berjalan mendekati ke arah TKP Dex langsung menerima panggilan telepon dari Steve.
Dex langsung berhenti dan mengangkat teleponnya.
"halo ada apa Steve? aku sedang dalam situasi genting." ucap Dex di telepon.
"Ah tuan Dex apa kau sudah melihat berita?" tanya Steve.
"Hah ... aku sedang sibuk saat ini. lagi pula. aku ini sedang di negara lain."
"Kalau begitu lebih baik kau cek berita sekarang!" ujar Steve di. telepon.
"Yah nanti saja.." teriak Dex
"Tunggu ini benar benar penting!"
ucap Steve dengan cepat.
Dex yang tidak tahu apa apa langsung menutup teleponnya dan langsung langsung berlari ke arah suara.
Setelah cukup dekat dengan suara mereka semua terkejut dengan sebuah gate yang sangat besar dan dan memiliki sebuah tanda waktu di atasnya.
Lalu tidak lama Dex langsung menerima telepon dari Steve lagi.
"Ah iya aku tahu apa yang kau maksud, apa gate besar ini Juga ada di seluruh dunia?" ucap Dex.
"Tidak. Saat ini yang di ketahui oleh asosiasi Hunter hanya terdapat 3 Gate besar ini berada di 3 negara." ungkap Steve.
"Huh berarti di tempatku ini adalah salah satunya?"
"Yah kira kira seperti itu, kalau begitu akan ku tutup lagi aku harus mengurus beberapa urusan."
Steve langsung menutup teleponnya.
Setelah itu banyak reporter yang berdatangan untuk mengabadikan fenomena langka ini.
Akan tetapi ke banyak dari publik yang ketakutan dengan kejadian ini.
Saat ini Vito mendekati Dex dan menanyakan kepadanya.
"Apa kau sudah tahu apa ini?" tanya Vito.
"Tidak aku juga baru melihatnya, lagi pula kenapa kau menanyakan itu kepada diriku?" ucap Dex.
"Hahaha ... Bung aku tahu kalau kau sebenernya menyembunyikan sesuatu!" Vito menepuk pundak Dex.
"Huh apa maksudmu?"
"Hem ... Kau tak perlu berbohong kepadaku, kau tahu soal Demon lord, bahkan saat kita melawan Kraken kau tahu kelemahannya dengan hal itu saja sudah membuktikan jika dirimu menyembunyikan sesuatu." ungkap Vito.
"Yah terserah apa katamu, lebih baik kita sekarang mencari tahu apa yang terjadi." ucap Dex berjalan mendekati gate.
__ADS_1
Terdengar suara speaker, "Semua orang harus menjauh dari gate kami guild ASKEA akan mencoba untuk mengamankan gate ini!" ucap seorang petinggi guild ASKEA.
"Ah Rian apa aku boleh ikut masuk?" tanya Benet.
"Yah tentu saja seorang SS rank seperti dirimu pasti sangat membantu." ucap Rian.
"Kalau begitu bagaimana dengan mereka berdua?" menunjuk ke arah Dex dan Vito.
"HAHAHAH ... sudah pasti boleh!" ucap Rian yang langsung mendekati ke arah mereka berdua.
"Apa kalian ingin ikut mengecek gate juga?" tanya Rian.
"Yah tentu saja jika kau menginginkan." jawab Dex.
Setelah itu mereka semua langsung bersiap siap.
Para anggota guild ASKEA yang memiliki rank A langsung mengikuti untuk masuk ke dalam gate.
Dan mereka langsung memasuki gate setelah semua persiapan selesai.
Saat ini di Amerika.
"Hem apa aku benar benar harus ke dalam sana seperti nya ini tidak berbahaya!" ucap Sam seorang SS rank.
"Tuan anda hanya ikut untuk memastikan ke amanan yang lain." ucap manager nya.
"Ah baiklah kalau ada sesuatu yang berbahaya akan aku musnahkan langsung!" tersenyum dengan rasa percaya diri.
Lalu di negara China.
Lu Feng langsung mengambil mikrophone dan berbicara didepan publik.
"Aku akan masuk dan memastikan apa yang ada di dalam bersama beberapa ajudanku!" ucapnya dan mata Semua orang tertuju kepadanya.
Lalu saat ini Dex dan yang lainya langsung memasuki gate yang ada di negara Indonesia.
Setelah masuk ke sana mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Terlihat dari kejauhan sebuah mansion besar yang nampak mencekam.
Lalu Rian dengan cepat menginstruksikan untuk beberapa orang berjaga di pintu masuk.
"Baiklah kalian berlima jaga di sini! Sampai kami kembali dari mansion itu." ucap Rian.
Lalu setelah itu Dex dan mereka langsung pergi berjalan mendekati mansion tua itu.
Sementara itu di dalam mansion.
Terdengar suara suara gagak yang menghuni di sekitar mansion.
"Hem ... Jadi sudah ada yang memasuki gate nya, makhluk yang di sebut manusia itu sangatlah tidak sabaran!" ucap seseorang yang ada di dalam mansion.
Lalu setelah para Hunter mendekati gerbang masuk mansion beberapa gagak yang ada di sana langsung berkerumun membuat sebuah dalam.
"Huh apa mereka hewan sumonan?" ucap seorang Hunter.
__ADS_1
Para gagak itu dengan rapih membentuk sebuah jalan untuk para Hunter.
Setelah itu mereka sampai di depan pintu mansion.
"Baiklah semuanya berjayalah di sini! aku, Benet, Vito dan Dex akan mencoba mengecek kedalam!" ungkap Rian.
Mereka langsung membuka pintu mansion, dan sesaat setelah membuka nya sebuah tekanan luar biasa langsung terpancar dari arah dalam.
"Hahaha ini menarik sekali!" ucap Benet.
Dengan cepat Benet berlari ke arah tekanan itu sendirian.
"Hah dasar wanita sialan kenapa dia malah pergi sendirian?" ucap Vito.
"Sudahlah biarkan saja dia lebih baik kita juga bergegas." Dex berkata sembari berjalan.
Mereka langsung menyusur lorong lorong mansion. Setelah tidak menemui apa apa mereka memutuskan untuk berpencar.
Saat ini Dex sedang membuka sebuah pintu.
Setelah beberapa saat memasukinya dia melihat beberapa Golem raksasa yang berjejer di depannya.
"Apa mereka semua hidup?" gumam Dex.
Sementara itu di sisi Benet, dia yang terus berlari dan mengintari mansion akhirnya bertemu dengan seseorang.
"Woi apa kau bos monster nya?" tanya Benet dengan nada percaya diri.
"Huh manusia?" ucap orang itu.
"Sialan kenapa kau tidak menjawab pertanyaan yang aku tanyakan!" Benet berjalan ke arah orang itu perlahan.
Dan di balik kegelapan di belakang orang itu ada sesosok mahluk besar yang menjaganya.
Dengan cepat mahkluk besar itu langsung melesat ke arah Benet.
"Grrraaa!"
Mahkluk itu bernama hell hound seekor anjing yang berasal dari neraka, mereka abadi selama tuan mereka masih hidup.
Setelah melesat dan mendekati Bener Hell hound langsung menyerang Benet dengan kuat.
Serangan itu berhasil di tahan, meski Benet terhempas cukup jauh.
"Em ... Menarik sekali !" Benet langsung melompat dan menghantam monster itu sampai hancur.
"Astaga vod kenapa kau menyerang manusia itu?" ucap orang itu.
Vod yang hancur langsung bangkit kembali tepat di belakang orang itu.
"Hei Manusia biar aku perkenalkan diriku kepadamu!" ucap orang itu.
"Hem.."
"Aku adalah salah satu dari tiga pilar Tuan Sebastian. Namaku adalah Rangga!"
__ADS_1
Bersambung.