
Saat ini terlihat lima orang yang keluar dari sebuah mobil berwarna hitam di depan gedung asosiasi Hunter.
Dan mereka semua mengenakan sebuah topeng dengan sebuah angka pada bagian wajah.
mereka adalah anggota pasukan elit milik asosiasi Hunter, biasanya mereka melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pemberontakan atau *******.
"Huh ... sudah lama sekali bukan no 3!" ucap seorang pasukan elit no 5.
"Iyah aku sangat tidak sabar ingin melihat tugas apa yang akan kita lakukan saat ini!"
Lalu mereka berlima memasuki gedung asosiasi Hunter dan memasuki ruangan rapat.
Dan semua mata yang ada di dalam ruangan langsung terkejut melihat mereka.
"Hahahaha ... liat para orang tua ini mereka terkejut seperti melihat hantu saja!" ucap no 5.
"Tolong jaga mulutmu no 5!" ucap no 1.
Anggota pasukan elit memiliki peringkat kemampuan, mereka di nilai dengan angka, semakin kecil angka mereka semakin tinggi peringkat.
"Hahaha ... tidak usah marah begitu dong!" jawab no 5.
"Ehem ... baiklah jika kalian sudah datang silahkan duduk aku akan menjelaskan apa yang arus kalian lakukan." ungkap Presiden asosiasi.
"Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah mencari tahu, tentang insiden ledakan yang sering terjadi akhir akhir ini!" ungkap Presiden.
"Cih! Woi pak tua apa kau menyuruh kami melakukan pekerjaan polisi, apa sekarang kamu menjadi lebih rendah?" ucap no 2.
"A-Ah ... tolong tenang dulu masih ada tugas lainnya! ini berkaitan dengan kejadian di korea. kalian harus menangkap orang yang telah menghancurkan kota." ungkap presiden.
"Baiklah tuan kami akan segera menyelesaikan tugas ini!" jawab no 1 yang langsung berdiri dan beranjak pergi.
"Huh ... kenapa dia sangat dingin sih!" gumam no 5.
Lalu mereka berlima langsung keluar dari gedung dan meninggalkan orang orang yang ada di asosiasi.
Sementara itu di ruangan guild back to earth.
"Ketua apa kau yakin benda ini aman?" tanya David kepada Dex.
"Kau tenang saja bahan yang aku gunakan jauh lebih kuat dari pada sebuah baja!" ungkap Dex.
Saat ini mereka sedang melakukan latihan ketahanan, Dex menciptakan sebuah armor dengan skillnya.
Dan menggunakan bahan Adamantite.
dan dia menggunakan David sebagai boneka percobaan.
"Hahaha ... David apa kau sudah membuat surat wasiat?" teriak Antony dengan nada meledek.
"Cih diam kau sialan! aku yakin sebentar lagi giliranmu."
Lalu terlihat ramzi dan Lia memasuki ruangan untuk melihat.
__ADS_1
"Huh apa ketua akan melakukan hal gila lagi?" gumam Lia.
"Sepertinya begitu, senior." ucap Ramzi.
Lalu Antony yang melihat Ramzi dan Lia langsung memanggil mereka untuk mendekat.
"Ah kalian cepat ke sini ketua sedang melakukan eksperimen!" teriak Antony yang melirik ke arah mereka berdua.
"Hahaha."
Lalu saat ini terlihat Dex bersiap dengan sebuah pedang yang dia beli di sebuah market Hunter.
Sebuah pedang dengan harga 1 miliar dan memiliki rank tinggi.
"Huh apa besi ini benar benar berharga 1 miliar?" gumam Dex yang melihat pedang itu.
Lalu dia berteriak kepada David, "Woi nak bersiaplah!" Dex melesat ke arah David.
Lalu dia menyerang bagian perut David dengan menusuknya. Dengan sangat kuat David terhempas ke arah tembok Ruangan.
Terlihat tembok yang hancur dan membuat sebuah bolong serta retakan yang besar.
Lalu Dex melirik ke arah pedang nya, terlihat pedang yang dia gunakan pecah dan hancur berkeping keping hanya menyisakan gagang pedang saja.
"Huh satu miliar ku!" gumam Dex menghela napas.
Lalu di balik asap yang terdapat di sisi tembok yang hancur keluar David dengan ke adaan baik baik aja tanpa luka sedikitpun.
"Hahaha ini luar biasa ketua armor ini benar benar kuat!" teriaknya yang berjalan keluar dari lubang.
"Apa kau benar benar baik baik saja?" tanya Lia.
"Hahaha aku bahkan lebih sehat dari nenek mu!" jawab David dengan tertawa.
"Sialan kau!"
Lalu Dex berjalan mendekati mereka, sambil melemparkan gagang pedang nya ke arah David.
Lalu David yang terkena itu terhempas lagi sampai tembok yang di kenainya hancur.
"Wah kau sangat jahat ketua!" ucap Lia.
"Haha ... Apa kalian sudah makan?" tanya Dex yang berjalan mendekat.
"Yah aku ada beberapa urusan, kalau begitu aku akan pergi dulu!" ucap Antony yang berpamitan dan pergi dari ruangan.
"Aku dan Ramzi mungkin saja senggang!" ucap Lia.
"Bagaimana dengan mu David!" teriak Dex.
"Ah maafkan aku Ketua aku ada janji dengan pacarku!" jawab David berteriak.
"Huh ... Baiklah, kalau begitu mari ikuti aku!" ucap Dex.
Lalu mereka berdua mengikuti Dex.
__ADS_1
Dan saat mereka keluar tepat saat membuka pintu ruangan latihan.
Terlihat Shea dengan seorang pria yang di kenal oleh Dex. Pria berjalan dengan dua kaki yang tebuat dari sebuah mesin.
"Tuan Dex lama tidak berjumpa!" ucap orang itu sambil tersenyum dan membungkuk.
Dex yang melihat orang itu terkejut, "Huh ... Bukankah kau Richard?" ucap Dex.
"Hahaha ... Aku tidak menyangka kau masih mengingat diriku!"
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Dex.
"Ah aku kebetulan ke sini karena melihat poster perekrutan anggota! Dan saat di depan gedung aku tidak sengaja bertemu dengan Hunter shea." Ungkap Richard.
"Apa kau ingin mendaftar?" tanya Lia.
"Ah iya, itu benar."
"Kalau begitu ikuti aku ke ruangan." ucap Lia membimbing Richard menuju ke ruang.
"Ah Ketua aku lebih baik membantu Lia, hehe.." ucap Ramzi berlari menjauh.
"Huh.."
"Ke-ketua? Apa kau baik baik saja?" tanya Shea.
Dex langsung menoleh ke arah Shea dan menjawab.
"Ah iya ... Apa kau sudah makan? Sebenarnya aku dan mereka tadi mau pergi makan."
"Belum ... Apa aku boleh pergi bersama mu?" ucap Shea.
Dex langsung menjawab, dan mereka pergi berdua untuk makan bersama.
Sementara itu di sebuah tempat di gedung terbengkalai.
Terlihat banyak mayat berserakan, dan lima orang yang berdiri, mereka juga orang yang telah membantai orang orang itu.
"No 4 apa kau yakin kalau mereka ada hubungannya dengan orang di Korea itu?" tanya no 1.
"Hem ... Menurut analisa yang aku lakukan mereka memiliki sebuah ke samaan, yaitu kemampuan yang mampu menciptakan sebuah bayangan." ucapku no 4.
"Heh ... Apa kita harus membantai mereka semua di seluruh dunia?" tanya No 5.
"Biar aku dan no 4 yang mencari mereka, kalian urusi saja orang di Korea itu!" ucap No 3.
"Apa kau yakin?" tanya no 1.
"Yah..."
Lalu mereka berpencar, dalam sekejap mata menghilang dari gedung terbangkalai itu.
"Huh ... Kenapa mereka selalu terburu buru!" gumam no 5 yang berjalan keluar dari gedung.
Bersambung.
__ADS_1