Kembali Ke Bumi

Kembali Ke Bumi
MENGALAHKAN PILAR


__ADS_3

"Ini tidak seru, apa orang itu tidak mau bertarung serius?" gumam Dex yang terus menembaki para hell hound yang terus berdatangan.


Saat ini di dalam salah satu gate besar di China lu Feng dan ke lima ajudannya terkejut.


Dengan apa yang mereka lihat, Seekor monster berkepala banteng dengan tubuh layaknya. manusia berukuran raksasa sedang berendam di dalam sebuah kubangan lava.


"Ketua feng sepertinya di dalam gate ini hanya ada satu ekor monster!" ucap salah satu ajudannya.


Lalu dengan cepat dia mulai mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


Dan dengan cepat berlari ke arah Monster itu dan melompat untuk menebas kepalanya.


Tetapi sebuah kapak besar dengan cepat menebas kepala ajudan itu sampai putus.


"Tuan Ca!" teriak salah satu ajudan lainya.


Lalu dengan cepat lu feng memerintahkan para ajudanya untuk bersiap siap.


Dan juga di gate besar Amerika saat ini Sam dan para Hunter yang ada di sana sedang bertarung melawan sala satu pilar.


Pilar itu menyebut dirinya dengan sebutan Idris.


Dia merupakan seorang raja dari iblis api.


"Kuhaha ... Apa kalian pikir. bisa melawan tubuh abadiku?" ucap ifrid.


Dengan nada kesal Sam langsung melancarkan serangan beruntun miliknya.


"Skill serat baja!" teriak Sam.


Sebuah serangan berbentuk serat berkumpul menjadi satu membentuk sebuah tombak besar dan melesat ke arah ifrid.


Karena ifrid di ikat oleh serat milik sam membuat serangan yang sam layangkan tidak bisa di hindari dan membuat tubuh bagian tengah ifrid tertembus tombak baja itu.


"Sudah ku duga itu tidak bisa membunuh dirimu Iblis Sialan!"


gumam Sam.


Lalu sebuah bola api raksasa terbang dengan cepat ke arah Sam.


Sam menggunakan skill nya untuk membuat sebuah tembok penghalang agar dapat menahan serangan yang di layangkan oleh ifrid.


"Cih sial aku hanya bisa menyelematkan beberapa hunter." gumam Sam.


Serangan bola api itu membakar semua Hunter yang tidak sempat berlindung.


"Kuhaha ... Apa aku akan terus bertahan sampai kematian mu datang?" ucap Ifrid tertawa dan langsung terbang dan mengeluarkan bola api yang lebih besar.


"Ah sialan ini terlalu berlebihan."


Lalu di tempat Dex dan Benet saat ini.


"Huh ... Kenapa aku bisa sampai muntah darah seperti ini?" ucap Benet.

__ADS_1


"Itu mungkin karena sabit besar itu!" jawab Dex yang berlari mendekat ke arah Benet.


"Kalau begitu apa kita harus menghindari semua serangan yang di layangkan oleh orang itu?" tanya Benet sambil mengusap mulutnya.


"Hahaha itu mungkin adalah pilihan terbaik! Tapi lihat di sana." Dex menunjuk ke arah sesuatu.


Dan saat Benet menoleh, terlihat seekor Hell hound yang ukurannya 10 kali lipat dari ukuran normal.


Dan juga tubuhnya yang di penuhi dengan api membara.


Sesuatu yang di injak hell hound itu langsung meleleh.


"Hah ... Sial ini bisa membuat kita kesulitan!" gumam Benet.


"Kau hadapi saja anjing itu! Biar aku yang melawan orang itu." ucap Dex yang mengeluarkan Pedang favoritnya.


"Kau punya skill penyimpanan?" tanya Benet.


"Yah semacam itu tapi sedikit berbeda, ambil ini dan urus anjing besar itu!" Dex langsung berlari ke arah pilar.


Benet langsung menggunakan sebuah mantel yang di berikan Dex. Dan langsung berlari ke arah hell hound.


Lalu dengan kuat Benet menghentak kakinya ke tanah sehingga sebuah gempa tercipta.


"Woi lihat kesini anjing kecil!" Dari arah belakang Benet memegangi ekor hell hound itu.


"Sial tanganku mulai melepuh!" ucap Benet yang terluka setelah memegang ekor hell hound.


"Baiklah saat nya membuat hot dog!" ucap Benet dengan penuh tersenyum.


Lalu dia membanting Hell hound berulang kali sampai ketika hell hound mengamuk.


Dia mencakar Benet dengan cakar yang di penuhi api.


"Wah ini panas sialan!" ucap Benet yang melompat mundur ke belakang.


Sementara itu di sisi Dex.


Dia yang mulai mendekat ke arah pilar itu menembakinya dengan Nebula bullet shoot.


Semua serangan itu di tahan dengan menggunakan artifaknya.


"Hem manusia kau pikir itu bisa mengenai diriku?" ucap Pilar itu.


Lalu Dex langsung berada tepat di depan orang itu dan menebas kepala nya hingga putus.


"Kuhahaha itu tidak akan bisa membunuh diriku!" Pilar itu melompat ke arah belakang sambil membawa kepalanya yang sudah terputus.


"Huh?" Dex yang melihat itu terkejut.


Dengan cepat pilar itu menyambung kepala kembali lalu berkata.


"Kau itu tidak tahu selama aku atau hell hound masih hidup, kami itu abadi!" Tertawa pilar itu menyeringai.

__ADS_1


Lalu dia melesat ke arah Dex dan melayangkan serangan beruntun.


"Cih sialan ada ada saja!" Dex yang sembari mundur dan menangkis semua serangan pilar.


Lalu Dex mengarahkan tangannya ke depan dan menembakan Nebula Bazoka shoot.


Yang membuat pilar itu hancur berkeping keping, Di kesempatan kecil itu Dex berteriak kepada Benet.


"Woi ... Benet kita harus membunuhnya bersamaan!" teriak Dex.


Benet yang mendengar itu lansung mengerti.


Dengan cepat dia menggunakan Maximum 50 yang membuat tubuhnya membesar setengah kali tubuhnya dan kekuatan fisiknya meningkat 50 kali lipat.


"Baiklah newbie hitung lah saat kau siap untuk membunuhnya agar kita bisa melakukan nya secara bersamaan!" teriak Benet.


"Baiklah saatnya melakukan pembantaian!" ucap Benet melompat tinggi.


Sementara itu di China saat ini.


"Jadi hanya kau yang tersisa?" ucap Seorang reporter yang bertanya kepada lu Feng.


"Woi apa kau tidak lihat dia sedang terluka."


Lalu terlihat lu Feng di bopong oleh beberapa orang.


Semua ajudanya terbunuh di dalam gate itu, meski dia berhasil mengalahkan salah satu pilar tetapi dia kehilangan salah satu lengan nya.


"Huf ... Sepertinya aku memang harus pensiun." gumam lu feng yang kehilangan kesadaran.


Dan di tempat Dex dan Benet. Mereka sudah berhasil membunuh pilar dan hell hound itu.


Akan tetapi satu detik saja tidak tepat mereka harus mengulang untuk membunuhnya dari awal.


Mereka bertanggung Terus menerus sampai akhirnya bisa membunuh pilar itu secara bersamaan.


"Kugh ... Aku terlalu banyak menggunakan aura!" ucap Benet yang memegangi kepalanya.


Tidak lama setelah itu dia langsung pingsan dan kehilangan kesadaran.


Dex yang melihat itu langsung berlari mendekat.


"Wah gila ini hebat banget tubuhnya hanya memar memar dan beberapa luka bakar ringan! Padahal lawannya itu cukup kuat." Gumam Dex yang terkejut.


Setelah itu beberapa saat setelah menunggu akhirnya Vito datang ke tempat mereka.


Dia terkejut saat melihat mansion itu sudah menghilang sepenuhnya dan menjadi lingkaran besar berisi lava dan kehancuran.


"Apa kalian benar benar mengalahkan mereka?" Tanya Vito.


"Ah yah kau bisa bawa kami keluar, dia pingsan dan aku sudah ke habisan tenaga." ucap Dex.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2