Kembali Ke Bumi

Kembali Ke Bumi
UNDANGAN GUILD ASKEA


__ADS_3

Setelah perundingan antara Hunter rank SS selesai.


Saat ini aku dan Vito sedang berjalan di lorong menuju ke pintu luar.


"Hahaha tadi itu tidaklah serusuh pertemuan biasanya, bahkan dulu pasti gedungnya sampai hancur" ucap Vito.


"Hah ... apa kau barusan serius ngomong begitu?" tanya Dex tuang terkejut.


"yah bagaimana pun para Hunter rank SS itu memiliki harga diri yang sangat tinggi jadi mereka selalu membuat kerusuhan kalau ada masalah sedikit saja." ucap Vito. yang memegangi kepala Dex.


Dex yang mendengar itu mulai mengerti apa yang di maksud oleh Vito.


"Yah tadi juga menurutku sudah sangat rusuh!" ungkap Dex.


Lalu mereka mendekati mesin minuman otomatis.


Saat Dex mulai datang seorang dari arah belakang, dan dia adalah Hunter rank SS Benet.


"Woi kadal, sepertinya kau akrab dengan newbie ini. apa mungkin dia selemah dirimu?" tanya Benet dengan nada mengejek.


"Huh ... dasar wanita jadi jadian kenapa dia selalu mencari masalah dengan diriku!" ucap Vito dengan mata yang sinis.


"Wah ... berani nya seekor kadal betina ini mengolok olok diriku!" Benet mulai mendekati Vito.


"Hahaha ... mau ribut kau?" ucap Vito yang mulai bertranformasi menjadi hybrid naganya.


"Gas!" dengan cepat Benet melompat ke arah Vito.


Lalu Dex yang melihat mereka berdua malah diam saja sambil meminum kopi yang ia beli.


Serangan yang di layangkan Benet membuat Vito terhempas ke tembok hingga hancur.


Orang orang yang ada di dalam ruangan di balik tembok itu terkejut.


"Boleh juga aku sialan!!" Vito langsung membalas serangan Benet dengan tendangan yang kuat.


Sebuah angin besar merobohkan tembok di belakangnya.


"Kuhahaha apa ini serangan seekor kadal?" tanya Benet dengan mengejek.


Dengan cepat dia langsung melesat ke arah Vito, sembari membawa sebuah meja yang ada di dekatnya.


Setelah mendekati jangkauan serangannya dia langsung memukul Vito dengan meja yang dia bawa, Vito langsung menahannya sampai mejanya hancur.


Lalu sebuah tendangan dari sisi lain terlayangkan oleh Benet. Vito yang terkena serangan itu terhempas.


Serangan itu membuat Vito terhempas ke arah Dex.


"Hah sial kenapa dia mengarahkannya ke arahku!" gumam Dex sembari malempar kaleng kopinya ke arah Benet.


Lalu saat tubuh Vito berada di depan mata Dex dan hendak menghantamnya, Dex langsung menahannya dengan satu tangan.


"Kugh ... Sial, maafkan aku bung orang itu memang sedikit kacau." ucap Vito yang di tangkap oleh Dex.

__ADS_1


"Yah baiklah, masalahnya apa kalian mau menghancurkan gedung ini?" tanya Dex.


Setelah Dex melempar kaleng kopi, serangan tersebut berhasil mendarat tepat di perut Benet.


Kaleng tersebut juga mampu menciptakan sebuah memar kepada tubuhnya yang cukup tebal dan kuat.


"Hem ... ini luar biasa padahal dia hanya melempar nya!" gumam Benet yang kagum melihat kekuatan fisik Dex.


"Baiklah baiklah untuk saat ini aku biarkan kalian! Kuharap kita bertemu lagi dalam waktu dekat newbie." ucap Benet yang mulai menjauh sambil melambaikan tangannya.


"Hah sial aku gak mau ngelihat monster kek dirimu!" gumam Dex.


"Bung kau duluan saja aku harus mengurus masalah ini terlebih dahulu." ungkap Vito yang beranjak pergi.


"Ah baiklah jangan lupa mampir ke tempat ku!" teriak Dex.


Lalu setelah kejadian itu saat ini Dex sudah pulang ke guildnya


Dia saat ini sedang bersantai sembari melihat data perkembangan guild.


"Jadi kita harus merekrut anggota baru kah?" tanya Dex.


"Yah menurut ketentuan dari asosiasi begitu kalau kita menginginkan lebih banyak Dongeon dan rank tinggi setidaknya guild kita harus di akui dunia!" ucap Antony.


"Huh ... David pergi belikan makanan, chicken mekdi 4 bucket!" ucap Dex sambil melempar seikat uang.


"Ah baik ketua!" David menangkap nya dan langsung pergi.


"Kalau begitu bagaimana jika ketua mencoba mencari kandidat di gedung asosiasi." ucap Lia memberi saran.


"Wah iya itu ide bagus ketua." ucap Antony.


"Hem itu mengingatkan aku saat pertama kali jadi hunter, kalau tidak salah Rian juga melakukan itu ." gumam Dex dalam hati.


"Baiklah besok aku akan mencoba melihat lihat." ucap Dex sembari tersenyum.


"Ah iya aku ingin lihat pembagian dari guild Destroyer." tanya Dex.


Lalu Lia langsung mengambil data yang dia buat, pembagian hasil dari guild Destroyer yang sudah di uangkan 100% berjumlah 4 juta dollar.


Dan kompensasi permintaan maaf dari Tamaki 1 juta dollar.


"Hem ... permintaan maaf?" tanya Dex.


"Ah itu ... Aku dengar David sempat berdebat dengan salah satu petinggi guild Destroyer yang merendahkan kita." ucap Lia.


"Wah gila anak itu sangat hebat hehehe aku suka dia!" ucap Dex yang tertawa.


Lalu tidak berselang lama terdengar suara ketukan pintu.


Saat Lia beranjak dan membukanya dia terkejut karena yang berada tepat di depannya adalah seorang rank SS Vito.


"Ah kau sudah sampai?" tanya Dex yang menghampiri.

__ADS_1


"Bung aku baru saja kehilangan beberapa uangku, yah itu tidak masalah sih." Vito mengganti rugi bangunan yang kemarin dia rusak.


"Hahaha itu salahmu!" ucap Dex.


Lalu tidak lama setelah itu David kembali dari membeli beberapa makanan dan minuman.


Mereka langsung mengadakan pesta dadakan di dalam ruangan.


"Vito apa kau luang besok?" tanya Dex.


"Yah aku ini hanya seorang Hunter tanpa guild jadi aku luang." jawab Vito.


Vito adalah seorang yang tidak bekerja dengan guild manapun, dia hanya Hunter yang di sewa untuk beberapa urusan oleh asosiasi maupun guild.


"Apa kau mau menemani aku mencari beberapa orang untuk anggota ku?"


ucap Dex.


"Hahaha apa aku boleh join?" tanya Vito.


"Tentu saja..." Dex tersenyum.


"Wah terimaka ..." ucap Vito.


"Tidak!" ucap Dex.


"Hah apa kau baru bilang aku tidak boleh join?" tanya Vito.


Lia, Antony dan David yang mendengar ucapan ketua guild nya hanya diam dan terkejut.


Padahal sangat jarang seorang rank SS dengan seorang diri menawarkan untuk masuk ke sebuah guild tanpa syarat.


"Yah aku tidak mau mempunyai anggota yang suka membuat kekacauan!" ucap Dex sembari tersenyum.


"Hah baiklah, oh ya ngomong ngomong apa kau sudah menerima undangan dari Guild ASKEA?" tanya Vito.


"Hem?" Dex kebingungan dengan apa yang terjadi.


Beberapa hari lagi Guild ASKEA akan mengadakan seminar yang di isi oleh beberapa hunter.


Biasanya mereka melakukan hal tersebut setiap hari, mereka bertujuan untuk melihat orang orang berbakat.


"Ah sial itu ketua kau telah menerima undangan dari Tuan Rian!" ucap Lia.


"Hem benarkah? Apa kita harus ke Indonesia?" tanya Dex.


"Yah mau gimana lagi guild mereka berada di sana!" ucap Vito.


"Baiklah kalau begitu semua siap siap aku akan berangkat ke sana sembari mencari beberapa anggota!" ucap Dex dengan bersemangat.


Dia bersemangat buka karena mencari anggota atau semacamnya dia bersemangat karena, sudah dari lama dia ingin ke Indonesia untuk mencoba mie instan yang dia suka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2