
Dan di saat mereka berlari ke arah gate, sebuah pedang dengan cepat menebas ke kepala.
Undead yang berhasil mengalahkan Han.
"Huh? Peter!" ucap Undead kecil yang terkejut melihat muridnya mati terbunuh.
"Yo ... Undead mau pergi kemana?" tanya orang yang menebasnya.
Orang itu adalah Dex, yang saat ini berdiri di atas sebuah tiang lampu lalu lintas.
Lalu saat Undead itu menoleh dan melihat ke arah Dex dia sangat terkejut.
Begitu pula dengan Dex yang juga sama terkejutnya ketika melihat wajah dari Undead itu.
Dengan tatapan yang penuh rasa kejut Undead itu mulai berbicara dengan terbata bata.
"Gu-guru ... apa itu kau?" ucap Undead itu dengan wajah yang tidak percaya.
Dex yang mengetahui wajah Undead itu langsung turun dan mendekatinya.
"Apa kau Abraham?" tanya Dex.
"A-apa ini bumi? apa ini tempat yang kau katakan guru, tempat yang penuh kedamaian tanpa harus saling membunuh untuk bertahan hidup?" tanya Undead yang bernama Abraham itu.
Dex langsung memasang senyumannya,
lalu membuka mulutnya dan berkata.
"Yah ... meski sedikit memalukan saat bilang ini damai!" ungkap Dex.
Abraham, adalah seorang Undead yang di temui Dex semasa dia berada di dalam abyss.
Mereka berdua bertemu saat Dex tengah memburu beberapa Monster.
Abraham yang saat itu berjalan sendiri tanpa tujuan, tidak sengaja bertemu dengan Dex.
Saat itu dengan wajah penuh ketakutan dia mencoba membela diri dengan sebuah ranting pohon yang di arahkan ke arah Dex.
Dengan tubuh yang di lumuri oleh darah monster yang sudah di habisinya, Dex mendekat ke arah Abraham kecil.
"Huh ... bocah Undead kah!" gumam Dex tepat di depan Abraham kecil.
Lalu tanpa melakukan apapun dia berjalan menjauhi Abraham kecil.
Setelah itu dengan wajahnya yang masih ketakutan Abraham berteriak sembari mencoba menyerang Dex dengan ranting pohon.
"Hiaaaa..." teriak Abraham kecil.
Saat Ranting itu mengenai punggung Dex, dia langsung menoleh ke arah belakang.
Lalu Dex secara langsung mengeluarkan tekanan luar biasa.
__ADS_1
Seluruh tempat yang ada di sana mulai hancur dan berhamburan.
Dex melakukan hal itu hanya untuk sedikit menakuti Abraham kecil..
Saat Dex melihat ke matanya Abraham kecil, dia langsung terkagum melihat tatapan penuh rasa ingin bertahan hidup.
"Hah ... Hei nak apa kau mengira aku akan membunuhmu? tenang saja aku tidak tertarik dengan anak kecil." ungkap Dex.
Lalu Abraham yang mendengar hal itu terkejut dan langsung menjadi ranting kayu yang di pegang yang.
Bukan hanya itu tangannya langsung menjadi lemas, karena lega dengan apa yang di katakan.
"Apa kau tinggal sendiri nak?" tanya Dex.
"A-aku tidak mem-miliki keluarga!" ucap Abraham kecil dengan sedikit ketakutan.
"Oh ... Begitukah, baiklah pergilah sana aku masih banyak urusan." ucap Dex.
Setelah itu Dex mulai berjalan pergi, akan tetapi Abraham kecil selalu mengikuti kemanapun Dex pergi sampai suatu saat Dex sedikit kesal.
"Hei nak ... Apa kau akan terus mengikuti diriku?" tanya Dex.
Lalu dengan wajah sedikit ketakutan Abraham kecil mulai bertanya kepada Dex.
"A-apa aku boleh menjadi Muridmu! Tidak maksudku tolong ajari aku!" ucap Abrahan kecil.
Dex yang mendengar itu terkejut, dengan apa yang di katakan Abraham.
Saat mendengar kata Demon lord wajah Abraham kecil menjadi sedikit kesal.
"Aku ... Aku membencinya, demon Lord dia telah menyebabkan kedua orang tua ku terbunuh." ungkap Abraham.
"Aku juga ingin hidup di dunia yang damai tanpa peperangan, dan saling membunuh! jadi untuk menciptakan dunia seperti itu aku harus bertambah kuat!" ungkap Abraham kecil sembari meneteskan air matanya.
Dex yang melihat hal itu tetap membiarkan Abraham, dan waktu terus berjalan.
Tetapi dengan keteguhan hatinya Abraham masih tetap mengikuti Dex meski dia berada di tempat yang sangat berbahaya.
Dia tidak menyerah dan terus berharap Dex mau menjadikan nya murid.
Abraham mulai menjalani hidup yang sama seperti Dex, di mulai dari berlatih keras dan mengalahkan monster.
Sampai ketika Dex mau menerima nya sebagai murid dan mengajari nya beberapa teknik berpedang yang di buat oleh Dex semasa di abyss.
Meski pada akhirnya Abraham dan Dex harus berpisah karena kepungan monster yang sangat banyak, yang membuat mereka terpaksa berlari ke arah yang berbeda.
Sampai pertemuan kembali mereka di bumi saat ini.
"Apa kau ingin melanjutkan pertarungan denganku? Abraham, ini adalah bumi yang sering aku ceritakan, meski saat ini di penuhi peperangan, aku yakin suatu saat hal itu akan berakhir." ucap Dex.
Lalu sembari mengeluarkan pedang dari sarungnya Abraham mulai mendekati Dex.
__ADS_1
Dan setelah cukup dekat dengannya dia langsung mengangkat pedangnya dan menancapkan nya ke tanah.
Abraham lalu berlutut dan berkata,
"Kau adalah guruku, Sekuat apapun aku tidak mungkin bisa menandingi guruku." ucap Abraham.
Dex yang melihat hal itu langsung tersenyum, dan memegang pundak Abraham Dewasa.
"Huh ... Tidak perlu formal, tapi kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Dex.
"Soal itu, maafkan aku guru. Saat ini semua Undead sudah di kendalikan oleh satu orang penguasa, dia adalah tangan kanan dari Demon lord." ungkap Abraham.
"Di kendalikan?" tanya Dex yang masih kebingungan.
Lalu Abraham menjelaskan jika para Undead mengekang tugas yang dia berikan maka mereka akan di hukum.
Kehidupan di kegelapan abadi oleh Sang penguasa abyss Demon lord.
"Oh begitu kah..." ucap Dex.
"Lalu apa kau datang ke sini untuk menghancurkan bumi?" tanya Dex.
"Ti-tidak guru tentu saja tidak mungkin aku berani melakukan hal itu kepada bumi!" ucap Abraham.
"Lalu apa yang akan kau lakukan bukankah kau akan di hukum jika melanggar tugas yang di berikan!" tanya Dex.
"Tidak perlu khawatir, aku adalah jendral ... Para jendral biasanya setia kepada perintah, jadi Demon lord tidak menggunakan sihir pengekang kepada kami!" ucap Abraham.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Dex.
"Ah soal itu. guru! Berhati hati lah Sebastian sang tangan kanan akan datang ke bumi dia bukanlah orang sembarangan." ungkap Abraham.
Saat mendengar itu Dex langsung bertanya kepada Abraham.
"Apa dia jauh lebih kuat dari pada kau?" tanya Dex.
"Tentu saja, aku bukanlah apa apa baginya." ungkap Abraham.
"Apa kau mau membantu bumi?" tanya Dex dengan wajah yang serius.
Abraham yang mendengar perkataan Dex langsung memasang wajah yang sangat kebingungan.
Dex yang melihat ekspresi dari Abraham langsung berjalan meninggalkan Abraham.
Dan di saat Dex mulai menjauh Abraham mulai memanggil nama Dex dan berkata,
"Tentu saja! Aku akan membantu mu guru!" teriak Abraham dengan kencang.
Dex yang mendengar ucapan yang di keluarkan dari Abraham langsung tersenyum dan kembali mendekatinya.
Bersambung.
__ADS_1