
Giyu yang melihat itu membiarkan mereka untuk pergi dan melarikan diri.
"Aku akan membiarkan kalian untuk saat ini pergilah sebelum aku berubah pikiran!" ucap Giyu.
Setelah pertarungan antara pasukan elit dan para ******* berakhir, saat ini.
Mulai bermunculan surat kabar dan berita di tv dan media sosial, tentang kekalahan pasukan elit dari para perompak.
Saat ini di dalam gedung guild back to earth.
"Sedang membaca apa kau?" tanya Dex kepada David yang sedang membaca surat kabar.
"Ah ... ini ketua apa kau tidak tahu, tentang kejadian ******* baru baru ini?" jawab David sambil menunjukan surat kabarnya kepada Dex.
"Hem ... pasukan elit, apa maksudnya?" tanya Dex.
"Huh ketua apa kau benar benar tidak tahu tentang pasukan elit milik asosiasi Hunter?" ucap David sembari memegangi keningnya.
"Mereka pasukan elit, bisa di bilang sebuah team yang di miliki asosiasi untuk memberantas pemberontakan atau semacamnya."
ungkap David.
"Lalu kenapa mereka kalah?" tanya Dex dengan wajah polos.
"Astaga ... dasar apa kau pikir mereka dewa yang bisa melakukan apa saja, mungkin aja musuhnya jauh lebih kuat dari mereka!"
jawab David.
"Hem ... begitu ya." ucap Dex sambil berjalan pergi.
Lalu tiba tiba terjadi sebuah gempa besar di sekitar gedung guild back to earth.
Dan Dex yang sedang membuka pintu tiba tiba pingsan dan tidak sadarkan diri.
Lalu David yang melihat hal itu bergegas untuk menolong Dex yang terjatuh.
Sementara itu di alam jiwa Dex saat ini, jiwa dia secara tiba tiba di pindahkan ke tempat dimana Nebula berada.
Saat Dex membuka matanya sosok nebula tepat berada di depannya.
"Apa kau sudah sadar manusia?" tanya Nebula dengan suara yang bergema di seluruh sisi.
"Huh dimana aku?" gumam Dex.
Lalu dia menoleh ke arah nebula dan mengetahui jika jiwanya sedang di pindahkan.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Dex yang paham sesuatu.
Dia mengetahui jika dia d panggil ke sini bukan tanpa alasan.
__ADS_1
"Tidak ku sangka kau akan cepat tanggap juga!" ucap Nebula.
"Yah begitulah, jadi cepat beri tahu aku."
"Kau harus melindungi bumi! meski aku tidak terlalu peduli dengan bumi, tetapi setidaknya saku harus memperingati kalian!" ungkap Nebula.
"Apa yang kau maksud, bukankah aku selalu mencoba untuk melindungi bumi sebisa ku?" tanya Dex.
Lalu dengan tubuhnya yang besar Nebula mendekati ke arah roh Dex dan berkata.
"Saat ini aku merasakan tekanan luar biasa yang berada di abyss, ada sebuah kemungkinan jika Demon lord sudah mulai memulai invasi nya." uangkan Nebula.
"Terus apa yang harus aku lakukan? lagi pula kenapa kau sampai memanggil ku kesini."
tanya.
"Apa kau tahu dengan kemampuan yang kau miliki saat ini tidak akan mampu untuk melindungi bumi!" ungkap Nebula.
"Huh ... apa kau meremehkan manusia? setidaknya banyak dari mereka masih mau berjuang meski lawannya jauh lebih kuat dari pada mereka." ucap Dex.
"Aku mengerti maksudmu, tetapi dengan kemampuan seperti itu bumi akan hancur bahkan hanya dengan sedikit pasukan Demon lord." ucap Nebula.
"Lalu aku harus bagaimana?"
tanya Dex.
"Pergilah ke heaven untuk saat ini, dan pelajari sebuah kemampuan bernama impact di sana."
"Impact?" Dex bertanya tanya dengan wajah yang masih bingung.
"Baiklah kau hanya memiliki waktu satu bulan di bumi! tapi mungkin seribu tahun di heaven!" ucap Nebula.
"Apa apa mak.." sebelum Dex berbicara dia langsung di pindahkan ke heaven.
Dan setelah sampai di sana, Zelusa langsung menyambut nya dan menghampiri Dex.
"Halo teman! Apa kabarmu, akhirnya kita bisa bertemu." ucap Zelusa sambil menghampiri Dex.
"Oh Zelusa sudah lama ya!" Dex langsung tersenyum senang.
Lalu dia mendekati ke arah Zelusa dan memukul kepalanya.
"Baiklah akhirnya dendam ku terbalas kan hahaha.." Dex tertawa dengan nada kejam.
"Ugh itu sakit teman, baiklah lagi pula kau datang ke heaven bukan tanpa tujuan." Zelusa mengajak Dex ke suatu tempat.
Sebuah tempat yang di penuhi array pelindung, yang di ciptakan untuk latihan para dewa.
”Apa aku akan berlatih impact atau apalah itu di sini?"tanya Dex.
__ADS_1
"Yah kau memang cepat mengerti, tapi melatih impact biasanya memerlukan waktu kurang lebih 10 ribu tahun." Ungkap Zelusa.
"Tapi Nebula bilang aku hanya punya waktu seribu tahun!" Dex berkata dengan wajah sedikit khawatir.
"Kau tenang saja, selama aku mengajari dirimu kau pasti akan dapat menguasai nya dalam 500 tahun." Ungkap Zelusa dengan wajah percaya diri.
Sementara itu.
Di tempat tubuh Dex saat ini, Dex yang jatuh pingsan setelah gempa langsung di larikan ke rumah sakit.
Dan 2 hari telah berlalu, para dokter dan Hunter type Healer tidak mampu membuat Dex tersadar dari pingsannya.
"Apa ketua akan baik baik aja?" tanya Lia.
Saat ini semua anggota guild berada di ruangan tempat Dex di rawat.
"Yah aku percaya kalau ketua baik baik aja!" Anthony mencoba meyakinkan Lia dan yang lainya.
Lalu David masuk ke dalam ruangan sembari membawa beberapa makanan.
"Sudah sudah, tidak ada gunanya mengkhawatirkan terlalu berlebihan. Aku sangat yakin kalau ketua akan baik baik saja!" ucap David.
"Yah aku juga yakin!" Dengan wajah sedikit khawatir Shea mencoba untuk tersenyum.
Dan saat ini, di heaven sudah 70 tahun berlalu sejak Dex datang ke heaven.
Dan dia masih belum bisa menggunakan impact, bahkan saat ini Dex masih mencoba untuk mempelajari dasar dasar dari impact.
"Huh ... Sialan apa aku memang tidak berbakat untuk bisa menggunakan impact!" gumam Dex.
Lalu datang Zelusa kemudian berkata, "tenang saja, lagi pula tidak semua dewa juga bisa menggunakan impact."
"Yah aku tahu! Tapi 20 Tahun yang lalu saat aku bertemu salah satu dewa tingkat tinggi dia mengalahkan ku dalam pertarungan hanya dengan menggunakan impact!"
ucap Dex yang kesal saat mengingat kejadian itu.
"Hem ... Itu wajar Dex, lebih baik makan dulu aku sudah membawakan beberapa makanan!" ucap Zelusa sembari mengeluarkan makanan.
"Ngomong ngomong soal makanan, aku jadi rindu masakan bumi lagi sialan! Kenapa hal seperti ini terulang lagi!" gumam Dex.
"Sudah lah, lagi pula ini hanya jiwamu saja tubuhmu masih ada di bumi, jadi mungkin saja saat ini kah sedang di rawat." ucap Zelusa.
Lalu setelah itu Dex melanjutkan latihannya, dan 400 tahun berlalu.
Dex sudah memahami konsep impact, meski begitu dia sama sekali belum bisa menggunakan impact, dan terus berlatih.
Saat ini dia sedang berlatih Tarung dengan beberapa Dewa tingkat rendah.
"Cih sialan rasakan ini!" teriak Dex sembari melancarkan serangannya
__ADS_1
Bersambung.