
"Naiklah! Aku sudah banyak berlatih sejak insiden yang terjadi di Indonesia!" ucap Vito.
Dex langsung berjalan mendekati ke arah Vito yang dalam bentuk naganya.
Dan dia langsung menaiki dan menungganginya, lalu Vito langsung terbang ke arah guild back to earth dengan kecepatan tinggi.
Beberapa saat kemudian akhirnya Dex dan juga Vito telah sampai di gedung guild back to earth.
Terlihat wajah para anggota guild yang panik dengan fenomena aneh yang terjadi saat ini.
"Ah kalian sudah menunggu ku? Maaf aku harus menghadiri rapat darurat dulu." ucap Dex sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.
Setelah membuka pintu Dex langsung duduk dan melakukan sebuah percakapan dengan para anggota guild.
"Untuk saat ini aku ingin kalian semua bertugas bersiap siap, apapun yang terjadi tetap Pastikan berada jauh dari gate!"
ucap Dex.
"Tapi ketua bukankah kita di wajibkan untuk bertempur jika sesuatu terjadi pada gate?" tanya Richard.
"Ah ... Kau sudah kembali! Apa mereka berdua adalah anggota baru?" ucap Dex yang melirik ke arah anggota baru.
"Untuk saat ini guild kita harus mengawasi dari me jauhkan! Kita masih tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada gate itu!" ungkap Dex.
"Tapi bung lebih baik kita berada di garis depan! Jika terjadi sesuatu setidaknya kita bisa melakukan sesuatu untuk para warga sipil!" ungkap Vito.
"Huh ... Aku memang akan berdiri di garis depan, aku hanya menyuruh semua anggota guild ku menjauh!" ungkap Dex.
Lalu saat mendengar apa yang di katakan oleh Dex, semua anggota yang ada di sana.
Langsung tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Dex,
Mereka berpikir jika ketuanya tidak mempercayai Kemampuan mereka.
"Ketua! Aku tidak setuju dengan apa yang kau katakan, kami memang mungkin tidak terlalu berguna dalam pertarungan, tapi apa kami hanya harus melihat sesuatu hal mengerikan terjadi di depan mata kami!" ucap David dengan nada sedikit kesal.
"Huh ... Kalau kalian berpikir aku merendahkan kalian, lebih baik kalian buang jauh jauh pikiran itu!" Ucap Dex.
"Tapi ketua? apa yang harus kami lakukan?" Tanya Lia.
"Kalian bersiap saja di garis belakang. Aku yakin kalian juga akan mendapatkan peran penting nanti!" ungkap Dex.
Lalu Dex secara tiba tiba mengeluarkan tekanan yang sangat kuat.
Bahkan tekanan itu membuat semua anggota di sana langsung berlutut, dan menyebabkan beberapa retakan kecil di dinding ruangan.
"Baiklah siapa pun yang bisa berdiri saat ini akan aku biarkan di garis depan!" ucap Dex dengan nada penuh keseriusan.
Lalu semua orang yang ada di sana hanya bisa menahan emosi, karena sekuat apapun mereka berusaha.
__ADS_1
Mereka tidak akan bisa melakukan hal seperti apa yang di katakan Dex.
"Sudah lah bung! Lagi pula niat mereka baik." ucap David sambil menepuk tangannya.
Lalu Dex menghilangkan tekanan yang di keluarkan, dan setelah itu beberapa barang yang ada di sana langsung hancur.
"Baiklah kalau kalian sudah mengerti! Pergi ke ruangan perlengkapan." Dex memerintahkan mereka semua.
Lalu saat mereka berjalan keluar ruangan Dex yang tidak melihat kehadiran Shea di sana langsung bertanya kepada David.
"Apa kau melihat Shea?" tanya Dex.
"Ah ... Soal itu, dia bilang dia harus pulang karena perintah kepala keluarga Darius!" ungkap David.
"Begitu kah, baiklah..." Sesaat Dex keluar dari pintu ruangan secara tiba tiba sebuah tekanan besar terasa.
Bukan hanya itu bersamaan dengan hal ini tiba tiba sebuah gempa terjadi.
Gempa ini terjadi di semua negara, gempa besar ini bahkan menyebabkan banyak gedung yang runtuh.
Dan terjadi beberapa tsunami di berbagai negara.
Gempa ini tidak lain dan tidak bukan di sebabkan oleh tangan raksasa.
Tangan raksasa itu akhirnya berhasil menyentuh daratan bumi.
Saat berbenturan dengan tanah secara langsung gempa terjadi.
"Bung lebih baik kita bergegas." ujar Vito.
"Yah apa kau bisa membawaku ke tempat gate itu berada?" tanya Dex.
"Hahaha ... tentu saja mengapa tidak?"
Lalu Dex dan Vito berlari ke luar gedung, dan tanpa berlama lama Vito langsung bertranformasi menjadi seekor naga.
Dex dengan cepat menaiki Vito dan mereka dengan cepat terbang melesat ke arah salah satu gate yang berada tidak jauh dari mereka.
Sementara itu di seluruh tempat di dunia, terlihat saat ini sangat kacau.
Banyak warga sipil yang mengungsi di asosiasi Hunter yang berada di wilayah mereka.
Dan militer yang meningkat kan pertahanan di wilayah pengungsian.
Lalu saat ini di tempat kemacetan berada, semua orang yang panik secara tiba tiba melihat sesosok mahluk berukuran 3 meter dengan tubuh kekar dan membawa kapak.
"Guraaaah..." teriak mahluk itu.
"Lihat itu I-itu orge!" teriak salah seorang yang ada di sana.
__ADS_1
Dan di penuhi kepanikan mereka langsung berlari menjauhi orge itu.
Terlihat di belakang orge itu ada beberapa orge lagi.
Dan secara cepat sebuah tebasan langsung membuat kepala orge itu melayang.
"Kalian cepatlah pergi!" ucap orang yang menebasnya.
"Cih apa dunia akan hancur ?" gumam orang itu.
Orang itu adalah lu Feng salah satu rank SS, secara kebetulan dia hendak pergi dan mengungsi.
Tepat setelah kejadian gate besar, lu Feng memutuskan untuk pensiun dari Hunter.
Terlepas dari umurnya, dia juga sudah kehilangan salah satu lengannya.
Dan kematian semua ajudan kepercayaan nya membuat dia memutuskan untuk pensiun.
Akan tetapi saat ini dia terpaksa bertarung untuk keselamatan warga sipil yang ada di depannya.
"Sini kalian mahluk hina! Majulah." ucap Lu Feng.
Setelah mendengar provokasi dari lu Feng semua orge yang ada di sana menjadi sangat kesal.
Dan berlari ke arah lu feng secara bersamaan.
Lalu orge yang berjumlah 7 ekor itu langsung terbunuh dalam hitungan detik.
"Skill tebasan memantul.." ucap Lu Feng yang berhasil membunuh semua orge.
Lalu saat ini di tempat Dex dan Vito berada.
Tepat di depan salah satu gate besar hitam, terlihat sebuah tangan raksasa yang menempel dengan tanah.
Dan juga terlihat banyak Hunter yang bersiap untuk hal terburuk yang akan terjadi.
"Cih apa ini benar benar sebuah tangan?" ucap Vito.
"Vito apa kau bisa mendekat ke arah gate itu?" ucap Dex.
Mereka masih berada di atas udara dengan Vito yang masih berwujud naga.
"Aku bisa aja mendekat! Tetapi seperti nya itu terlalu berbahaya." ucap Vito.
"Kalau begitu kau turunlah! aku akan melihat lebih dekat!" ucap Dex.
Dan dengan menghentakan kakinya ke badan Vito Dex langsung terbang dan melompat ke arah gate berada.
Vito yang terkejut dengan yang di lakukan oleh Dex, kehilangan kestabilan nya dan terjatuh turun depan di atas beberapa tank yang berada di bawahnya.
__ADS_1
Bersambung.