
Setelah menutup telepon dia langsung berjalan dan pergi ke gedung Guild nya.
Dan setelah sampai di sana semua anggota di guild yang berkumpul saat ini bertanya tanya apa yang akan di bicarakan oleh Dex.
Dex lalu memasuki ruangan rapat, lalu lekas duduk di kursinya.
Setelah itu Dex menghela napas dan mulai membuka mulutnya dan berbicara.
"Huh ... Baiklah kali ini aku akan berbicara serius jadi tolong dengarkan dan jangan ribut, dan juga jawab semua pertanyaan yang aku lontarkan!" ucap Dex dengan wajah serius.
Lalu semua orang langsung menatap Dex dengan wajah serius.
"Pertama, aku ingin memastikan di antara kalian apakah ada yang mau mengundurkan diri?" tanya Dex.
"Ketua apa maksudmu?" tanya Lia.
"Tidak aku hanya memastikan apakah ada yang ingin keluar dari guild dan berhenti menjadi seorang Hunter." ungkap Dex.
Semua orang yang ada di sana hanya terdiam yang artinya, di antara mereka semua tidak ada yang berniat untuk pensiun sebagai hunter.
"Oke ... sepertinya tidak ada satupun, kalau begitu aku akan lanjutkan." ucap Dex.
"Apa kalian semua ingin menjadi lebih kuat?" tanya Dex kepada seluruh anggota.
Lalu semua orang serentak menganggukan kepala mereka tanpa mengatakan apapun.
Dex yang melihat itu langsung tersenyum.
"Baiklah ... aku anggap kalian menerima tawaranku!" ucap Dex.
Lalu Lia bertanya kepada Dex dengan apa yang di maksud tawaran.
"Ketua ... apa maksudmu dengan tawaran?" tanya Lia dengan wajah yang penuh dengan rasa penasaran.
"Hahaha ... iya juga aku belum mengatakan kepada kalian, sebenarnya aku ini seorang Dewa!" ungkap Dex dengan penuh tawa di depan semua orang.
Para anggota yang mendengar itu kebingungan dan menganggap jika Dex saat ini sedang bercanda.
Dex yang melihat reaksi dari semua orang langsung berdiri, lalu beranjak pergi sambil berkata.
"Baiklah ... untuk yang percaya dengan ucapanku bisa mengikuti diriku sekarang!" ucap Dex.
Lalu semua anggota yang sedang duduk langsung berdiri dan mulai mengikuti Dex pergi ke ruangan latihan.
Setelah sampai di sana Dex mulai menggunakan kemampuannya sebagai seorang dewa.
Dengan mengaktifkan Impact di susul dengan memunculkan notifikasi sistem kepada semua orang yang ada di ruangan.
"DING, DEWA WAKTU DEX MEMBERKATI KALIAN!"
__ADS_1
Lalu semua orang yang melihat itu langsung terkejut dan menyeka Mata mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ketua! apa ini nyata?" teriak Antony yang terkejut.
"Wah ini luar biasa." ucap Richard.
Lalu Dex nyali menggunakan kemampuan penghentian waktunya kepada semua benda yang ada di sana.
Akan tetapi seluruh anggota guild Masih dapat bergerak secara bebas karena Dex tidak menggunakan kemampuan nya kepada para anggota.
Dex lekas melempar sebuah pedang ke arah Antony, secara refleks Antony yang terkejut berteriak sembari menutup matanya.
Akan tetapi setelah dia membuka matanya kembali dia dan semua orang terkejut karena pedang itu terdiam di tempat, lebih tepatnya di udara bebas.
"Wah lihat itu! Luar biasa." ucap Lia.
Lalu Dex mengambil pedang itu kembali dan meniadakan Kemampuan nya.
Setelah melihat semua itu semua anggota Guild back to earth mulai percaya dengan apa yang di katakan oleh Dex.
"Baiklah ... Untuk menjadi Avatar ku ada beberapa syarat yang harus kalian penuhi!" ucap Dex.
"Hah ... Kenapa kau sangat pelit sekali ketua?" ucap Lia.
"Hahaha dia benar kenapa kau memberikan syarat?" tanya Richard.
"Aku akan kembali 5 hari lagi! kalian berlatih lah, terutama latihan fisik untuk Hunter." ungkap Dex.
Setelah itu Dex lalu beranjak pergi dari tempat itu, dan semua orang yang ada di sana kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan.
Kemudian secara tiba tiba, dari arah pintu muncul Vito dengan setelan kaos olahraga lalu dia berkata,
"Yoo ... apa kalian sudah siap untuk 5 hari kedepan?" tanya Vito kepada semua orang yang ada di sana..
Kemudian mereka semua menjawab dengan nada lantang bersama sama.
"Iya!"
Lalu saat ini satu hari telah berlalu, dan Dex saat ini berjalan menuju ruang rawat David.
"Yo apa kabar?" tanya Dex yang kembali mengunjungi David.
Dia berjalan menghampiri David yang masih belum pulih sepenuhnya akibat insiden lalu.
"Ah ketua, aku sudah baik baik saja, hanya tinggal beristirahat." ungkap David yang masih berbaring di tempat tidur.
"Begitu kah? Apa kau sudah membuat keputusan?" tanya Dex.
Lalu David sembari tersenyum berkata, "Haha ... Ketua apa kau menanyakan itu kepada orang yang sedang di rawat? Itu keputusan yang tidak mudah." ucap David.
__ADS_1
Dex lalu menatap dengan wajah serius dan berkata, "Baiklah, saat ini aku akan langsung menelpon asosiasi tentang kemunduran mu menjadi seorang hunter!" ucap Dex yang berdiri.
Lalu David menundukkan kepalanya dan bertanya kepada Dex.
"Apa aku tetap di perbolehkan bekerja di tempat mu ketua?" tanya David.
Dex hanya tertawa dan melambaikan tangannya sembari beranjak pergi ke luar dari ruangan rawat.
Lalu David menoleh ke arah jendela dan tersenyum.
Kemudian di tempat para anggota guild yang lain saat ini, mereka tengah berada di gunung.
"Hah-hah ... apa kita harus 3 kali turun naik lagi?" tanya Ramzi dengan Terengah engah.
"Hahaha kenapa kau bertanya seperti itu, semangat lah anak muda!" teriak Vito.
Mereka telah melakukan naik turun gunung sebanyak 7 kali dari kemarin.
Dan tersisa 3 kali menuju ke latihan tahap berikutnya, meskipun begitu terlihat banyak anggota yang mulai kehilangan semangat.
"Lia! Se-semangat aku yakin kita pasti bisa." ucap Shea yang terengah engah.
"Hah ... Apa kau tidak kelelahan? Bukankah ini terlalu gila." ucap Lia.
Lalu Mina menjawab, "Hah-hah benar ini terlalu berlebihan senior!" ucap Mina.
"Baiklah kita akan istirahat terlebih dahulu, semuanya istirahat di sini sembari menunggu yang tertinggi!" ucap Vito.
Sementara itu di belakang, Antony dan Richard serta ke dua anggota yang lainnya berada.
"Richard, apa kau sudah mendengar kabar dari David?" tanya Antony.
"Ah ... Soal itu, aku baru melihat pesannya kemarin." jawab Richard.
"Lalu bagaimana menurut mu?"
Antony langsung mengerutkan wajahnya.
"Itu sudah keputusan yang benar! Kau tahu trauma dan jika luka yang dia derita cukup parah."
ungkap Richard.
"Yah aku mengerti, tetapi aku tidak menyangka orang seperti Steve bisa menjadi penjahat seperti itu!" ucap Antony.
"Yah ... Tapi ku dengar David tetap bekerja di guild!" ucap Richard.
"Baguslah! Cepat kita akan tertinggal jauh!" lalu Antony mulai mempercepat larinya setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Richard.
bersambung.
__ADS_1