
"Huh selanjutnya kau..." Sebelum selesai berbicara, secara cepat satu Undead lainnya berada tepat di samping giyu.
Dan mengarah kan pedangnya tepat di leher giyu.
"Huh!" giyu yang Terkejut dengan hal itu, Lansung di kejutkan dengan Undead besar yang kembali bangkit dan memasang kepalanya sendiri.
"Hah ... Dasar merepotkan, sepertinya aku harus mengganti kepala yang baru!" ucap Undead yang bangkit sembari menyeringai.
Giyu yang melihat hal itu langsung terkejut dan berkeringat dingin.
"Mustahil sekali bagaimana mungkin, aku sudah membuat kepalanya terpisah dari tubuhnya!" ucap Giyu dalam hati.
Lalu Undead kecil yang ada di sampingnya, langsung berkata membisikan di telinganya.
"Lebih baik kau tidak makan macam, adikmu mungkin akan dalam bahaya!" ucap Undead itu berbisik.
Mendengar hal itu, Giyu memasang ekspresi yang sangat marah, dan aura kuat langsung menyelimuti area sekitar.
"Sialan ... jika kau berani menyentuh adikku akan ku bunuh kau!" ucap Giyu.
Bersamaan dengan itu Giyu mengeluarkan skillnya, saat ini dia tengah menggunakan armor dan membawa 2 pedang.
Skill ini adalah kemampuan milik giyu, yang memungkinkan dirinya bertransformasi menjadi God of war.
"Ho ... menarik sekali seorang manusia mampu mengeluarkan tekanan sebesar itu!" gumam Undead itu.
Dengan cepat sebuah kapak melayang ke arah Giyu, dia yang menyadari hal itu langsung menangkisnya dan berlari ke arah Undead besar itu.
"Kuhahaha kau pikir bisa memotong ku dengan pedang kecil ini?" ucap Undead besar.
Undead itu menahan serangan gitu dengan salah satu lengannya, di saat dia berpikir bahwa serangan yang di lancarkan gitu emang.
Lalu efek tebasan yang keluar dengan telat secara tiba tiba memotong seluruh benda yang ada di jalur tebasannya.
Bahkan lengan milik Undead itu terputus, dan saat dia mencoba untuk menyambungkannya.
Lengannya yang terkena tebasan oleh giyu itu tidak berhasil di sembuhkan.
"Si-sialan ... apa yang kau lakukan manusia!" teriak Undead itu.
"Apa kau terkejut, karena lenganmu tidak bisa pulih?" tanya Dex.
"Sialan trik murahan apa yang kau pakai!" ucap Undead itu.
Dia yang sedari tadi terus tersenyum sekarang mulai memasang wajah yang panik dan marah.
"Sialan! Akan ku cabik cabik kau!"
teriak Undead itu.
Lalu tubuh Undead itu membesar, dan seluruh area yang ada di sana mulai hancur.
__ADS_1
Tekanan yang dia keluarkan mampu menghempaskan seluruh benda yang ada di dekatnya.
Lalu sesaat dia hendak mengamuk, sebuah tebasan dengan cepat memotong kepalanya.
Dan tebasan itu dengan sangat mudah mampu membunuh undead besar itu.
"Kau seharusnya tidak membuat kekacauan seperti itu!" ucap orang yang menebasnya.
"Argh..?" suara yang keluar dari kepala yang terbang dan melirik orang yang menebasnya.
Dan setelah itu sebuah ledakan, terjadi yang menghancurkan area di sekitar dan juga para sel tahanan.
Ledakan itu berhasil menghancurkan seisi penjara dan membunuh para tahanan.
"Ah ... Kau sangat beruntung! Aku hanya di tugaskan untuk membebaskan mu oleh tuan Sebastian!" ucap Undead kecil.
"Cih ... Kenapa kau membunuh rekanmu!" tanya Giyu dalam mode bersiap menyerang.
Undead besar yang mengamuk itu di bunuh oleh rekannya, dan dengan eskpresi yang santai dia berkata.
"Ah ... Tuan Sebastian tidak membutuhkan bawahan yang lemah sepertinya!" ucap Undead kecil.
Lalu dia kembali menyarungi pedangnya, dan dalam hitungan detik dia menghilang dari pandangan giyu.
Secara cepat suara terdengar berbisik di telinga giyu.
"Jika kau ingin adik mu selamat! Buat lah kekacauan." ucap suara itu.
"Sial dia sangat berbahaya!" gumam giyu.
Lalu saat ini di negara jepang, dalam menghadapi para monster yang terus keluar dari dalam gate.
Jepang dan guild destroyer memutuskan untuk menggunakan sistem shift.
Para Hunter akan bergantian menjaga area yang dekat dengan gate dan membasmi para monster.
Dengan hal ini juga Jepang berhasil menahan serangan monster yang terus berdatangan.
"Ketua Tamaki, aku mendengar sudah banyak negara yang hampir hancur karena gate hitam ini." ucap salah seorang anggota guild.
"Ah ... iya aku tahu lagi pula kita juga kesulitan saat ini." ungkap Tamaki.
Lalu Shizuka mendekat ke arah tamaki, dan berkata.
"Ketua sepertinya sudah saatnya pasukan es ku yang menjaga gate!" ungkap Shizuka.
"Baiklah ... aku akan menghubungi, ke tempat Fujito berada saat ini!" ucap Tamaki.
Lalu beberapa saat setelah itu para pasukan es yang di ciptakan oleh Shizuka mulai bermunculan.
Dan menggantikan para Hunter untuk sementara waktu.
__ADS_1
Tamaki yang mencoba untuk menghubungi Fujito saat ini sedang berada di ruangan monitor.
"Ah Fujito apa kau masih berjaga?" tanya Tamaki.
"Ah ... Iya mereka terus berdatangan, ada apa ketua? Apa di tempat kalian butuh bantuan." tanya Fujito.
"Tidak ... Tetapi ku dengar penjara tempat tahanan tingkat tinggi hancur! Dan terlihat banyak narapidana yang melarikan diri." ungkap Tamaki.
"Apakah Giyu juga termasuk?" tanya Fujito.
Lalu setelah mendengar ucapan dari Tamaki Fujito menutup teleponnya.
Dan dia beranjak pergi dari tempatnya saat ini.
"Ah Fujito san? kau mau kemana?" tanya seorang Hunter yang ada di dekatnya.
"Aku ada urusan, kalian terus berjaga di sini!" Lalu Fujito berjalan menjauh dari tempat pertahanan gate.
Disisi lain di tempat Han saat ini, dia yang sedang bertarung dengan seorang Undead saat ini.
Lalu datang Undead kecil yang membebaskan giyu dari sel tahanan.
"Ah guru! apa kau sudah menjalankan tugasmu!" tanya Undead yang bertarung dengan Han.
"Yah cepatlah! Kita harus kembali, bunuh saja manusia itu!" ucap undead kecil itu.
"Guru?" gumam Han dalam hatinya.
Dan setelah mendengar apa yang di katakan Undead kecil itu, Undead yang sedang bertarung dengan han.
Dengan cepat mengeluarkan serangan, yang membuat tebasan dan menghancurkan seluruh objek yang ada di depannya.
Han yang menahan serangan itu langsung terpental dan membentur gedung gedung di belakangnya.
"Kuhahaha ... Maaf manusia, tetapi tugasku sudah selesai! Kita akan bermain lain kali!" ucap Undead itu.
"Oi ... Peter cepat gate nya akan di tutup, apa kau mau ikut di sini dengan para kroco?" tanya Undead kecil.
"Ah maaf guru..." ucap undead yang melawan Han tadi melompat ke dekat Undead kecil.
Lalu mereka langsung pergi kembali ke tempat gate yang ada di dekat Dex.
Dan di saat mereka berlari ke arah gate, sebuah pedang dengan cepat menebas ke kepala.
Undead yang berhasil mengalahkan Han.
"Huh? Peter!" ucap Undead kecil yang terkejut melihat muridnya mati terbunuh.
"Yo ... Undead mau pergi kemana?" tanya orang yang menebasnya.
Orang itu adalah Dex, yang saat ini berdiri di atas sebuah tiang lampu lalu lintas.
__ADS_1
Bersambung.