
Saat ini dia sedang berlatih Tarung dengan beberapa Dewa tingkat rendah.
"Cih sialan rasakan ini!" teriak Dex sembari melancarkan serangannya
Dex yang terus melancarkan serangan fisiknya kepada para dewa tingkat rendah.
Meski serangan Dex cukup kuat tetapi mereka mampu menangkis dan juga menghindari serangan yang di layangkan oleh Dex.
"Woi Dex apa hanya itu yang kau pelajari selama ini?" ucap salah satu dewa tingkat rendah.
Dia dengan cepat berada di belakang Dex dan menyerangnya sampai Dex terhempas ke sebuah batu besar.
"Ugh ... sialan.." Dex yang mencoba untuk bangkit.
Lalu datang lagi sebuah serangan yang mengarah ke arahnya.
Dengan postur yang belum siap menerima serangan Dex mencoba menghindarinya.
Dan di saat Dex sedang melompat ke udara, tiba tiba sebuah pedang mengarah di depan wajahnya.
Dengan cepat Dex menggunakan skill nya untuk menahan serangan itu.
Sembari mendarat ke tanah Dex terengah engah, "Huf ... bisa kita akhiri dulu sampai disini ini tidak membantu sama sekali!" ucap Dex yang mulai kelelahan.
Saat ini Dex hanya mampu menggunakan 10 persen dari kemampuan yang dia miliki.
Zelusa memutuskan untuk mencoba menyegel kemampuan Dex selagi Dex berlatih menggunakan impact.
"Hah ... hari ini juga sama saja aku hanya mampu mengeluarkan sedikit dari kemampuan impact."
gumam Dex dalam hatinya.
Lalu dari belakang datang seorang Dewa yang menghampiri Dex.
Dia adalah seorang dewa tingkat tinggi, yang memiliki julukan Dewa kehancuran destroyer.
Meski begitu penampilan aslinya hanyalah bocah berusia 10 tahun.
"Yo apa kau Dex?" tanya Dewa itu sambil berjalan mendekat.
"Yah dan siapa kau, lalu apa mau mu menemui ku." ucap Dex.
"Ah perkenalkan aku Sora, Dewa ke hancuran!" ungkap Dewa itu.
Dex yang mendengar itu langsung memasang wajah yang terkejut.
Sambil menenggak air minumnya dia langsung bertanya apa yang di inginkan oleh Sora.
"Lalu apa mau mu?" tanya Dex.
"Apa kau mau aku bantu berlatih! mungkin saja dengan lawan yang bisa membuat mu terpojok kau akan mampu membangkitkan impact milikmu!" Ungkap Sora sambil bertanya.
__ADS_1
"Huh apa maksudmu? Apa kau tidak lihat aku bahkan kewalahan saat melawan Dewa tingkat rendah." ucap Dex.
"Kalau begitu..." Secara tiba tiba Sora berada tepat di belakang Dex.
Dan dengan sedikit kemampuanya dia mengeluarkan jantung Dex dari tubuh nya dan memegang nya.
Lalu dia berpindah ke depan Dex dengan sangat cepat.
Dalam hitungan detik itu, Dex yang menyadari jika jantung nya telah di ambil langsung memasang wajah terkejut dan kesakitan.
"Argh..." Dex langsung terjatuh dan berlutut.
Saat dia menggenggam dadanya dengan kuat, secara tiba tiba jantung yang tadinya terlihat sudah terlepas jadi terpasang kembali.
"Ugh ... Huh kenapa ini bisa kembali?" gumam Dex sambil merasakan rasa sakit.
"Apa itu menyakitkan?" tanya Sora dengan wajah yang tersenyum lebar.
"Cih ... Sialan apa yang kau lakukan?" teriak Dex yang memasang wajah yang dipenuhi amarah.
"Kenapa Kau marah begitu, aku hanya sedikit berkenalan dengan mu!" ucap Sora dengan tatapan tidak bersalah.
Lalu Dex langsung melompat ke arahnya dan mengeluarkan Pedang favoritnya, setelah mendekati ke arah Sora.
Dex dengan cepat langsung menebas kepalanya, tapi saat setelah itu Dex baru tersadar jika pedang yang dia gunakan untuk menebas kepala Sora.
Sekarang sudah hancur dan tidak dapat di gunakan kembali.
"Huh bagaimana bisa ini kan terbuat dari Adamantite!" gumam Dex dalam hatinya yang terkejut setelah melihat pedangnya.
Sementara itu di bumi saat ini.
Sudah dua Minggu berlalu sejak kejadian pingsannya Dex, dan sampai sekarang dia masih belum tersadar.
Lalu terlihat di jendela ruangan David sedang melirik ke arah luar.
"Huh ... Ketua cepatlah bangun apa kau tidak mau melihat bencana yang ada di seluruh dunia!" ucap David.
Saat ini di seluruh dunia sedang di gegerkan dengan kemunculan sebuah gate berwarna hitam di langit.
Hampir di seluruh negara setidaknya memiliki 10 gate hitam seperti itu.
Dan saat ini asosiasi dan para Hunter, serta militer sedang mempersiapkan diri untuk menangani kejadian terburuknya.
"Meski sudah seminggu untung saja gate itu tidak mengeluarkan apa apa." gumam David.
Lalu David melirik ke arah Dex dan mendekat.
"Ketua aku yakin kau tahu sesuatu tentang gate hitam itu jadi tolonglah cepat bangun!" David berbisik di salah satu telinga Dex.
Lalu dia beranjak pergi dan meninggalkan ruangan Dex untuk sementara.
__ADS_1
Saat ini para ******* yang sering meledakan diri sudah mulai menghilang, bersama dengan munculnya gate hitam di langit.
Lalu giyu yang sudah berhasil membuat kekacauan juga mulai menghilang dari pandangan publik.
Dan terlihat saat ini kediaman Giyu yang hancur tanpa sisa.
Dan juga saat ini adiknya sudah di rawat oleh asosiasi Hunter.
Asosiasi yang mengetahui identitas ******* adalah giyu langsung meminta bantuan dari para rank SS.
Dan 2 orang rank SS yang bersedia membantu berhasil menumbangkan Giyu.
Mereka adalah Hunter Benet dan Fujito, saat ini giyu di penjara di tempat yang sangat ketat dan terpencil.
Sembari menunggu keputusan hukuman apa yang akan dia dapatkan.
Sementara itu di heaven.
Dex yang sudah bertarung dengan Sora selama 300 ratus tahun tanpa henti.
Terlihat Dex sudah mulai bisa menggunakan impact walaupun masih kesulitan dan hanya bisa di gunakan sebentar.
Wujud Dex saat menggunakan impact, memiliki wujud berbeda dengan biasanya, dia menjadi memancarkan aura yang kuat.
Fisiknya juga meningkat, serta rambut nya yang menjadi berwarna putih dan panjang dan matanya menjadi berwarna hitam.
"Huh apa kau bisa lebih serius Sora!" ucap Dex.
"Hahaha sialan sejak pertama kita bertarung kau sangat kesulitan melawan ku! Tetapi sekarang kau menjadi sombong." ungkap Sora.
"Yah aku hanya harus mampu menguasai impact, jadi kurasa kau harus lebih serius!" ujar Dex.
"Baiklah kalau begitu! Impact!"
Lalu setelah Sora menggunakan impact.
Wujud anak kecil yang biasanya dia gunakan berubah menjadi dewasa dengan rambut merah yang di penuhi api.
Serta seluruh tempat yang berada di jangkauan seribu meter di dekat hancur.
"Hahaha ini baru menarik!" teriak Dex yang menahan tekanan dari wujud Sora yang sekarang.
Lalu dengan cepat mereka melanjutkan pertarungan yang telah mereka lakukan selama ratusan tahun tanpa henti.
Dan saat tepat seribu tahun setelah kedatangan Dex di heaven.
Akhirnya dia mampu menguasai dan menggunakan impact, dengan cukup baik.
"Apa kau sudah akan pergi Dex!" ucap Sora.
"Yah tolong sampaikan salam ku kepada Zelusa nanti! terimakasih untuk selama ini!" ungkap Dex.
__ADS_1
Setelah itu jiwa Dex memudar dan menghilang dengan bersama angin di heaven.
Bersambung.