
"Impact?" ucap Dex yang terkejut setelah mendengar hal itu."
"Oh ... Apakah kau tidak tahu? Aku adalah mantan dewa tingkat tinggi, aku memiliki nama, gabrielaz!" ungkap Sebastian.
Lalu mereka berdua saling menatap dan pertarungan antara mereka di mulai.
Dengan cepat secara tiba tiba Gabrielaz berada di depan dex, lalu melancarkan sebuah serangan sihir.
Sebuah ledakan terjadi dengan asap yang menutupi area sekitar, dan Dex yang melompat keluar menuju ke arah Gabrielaz dengan kecepatan tinggi.
Setelah tepat di depan wajahnya, Dex mulai menendang nya dengan lutut.
Akan tetapi tendangan itu berhasil di tahan oleh Gabrielaz, meskipun begitu serangan itu membuat Gabrielaz terhempas jauh.
Dia terhempas sampai menabrak bebatuan besar yang ada di sana, serta membuat seluruh area hancur.
"Huh ... Baiklah bisakah kau serius?" tanya Dex yang melirik ke arah Gabrielaz.
Lalu dengan nada sedikit mengejek dia berkata, "Apa untuk melawan Manusia aku harus serius?" ucap Gabrielaz.
Lalu satu buah batu besar yang ada di sana terlempar melayang dengan kecepatan tinggi menuju Dex.
Kemudian Dex mengangkat salah satu lengannya dan mengepalkan tangannya.
Batu besar yang bertabrakan dengan lengannya langsung remuk dan hancur, dan Dex juga tidak bergeming sama sekali.
"Oi..." ucap Gabrielaz yang berada di belakang Dex.
Lalu dia mengeluarkan sebuah senjata, sebuah pedang bermata dua yang keluar dari bayangan.
Mulai menebasnya ke arah Dex dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Dex yang mengetahui hal itu mencoba menghindari serangan yang di layangkan oleh Gabrielaz.
Meski berhasil menghindari serangan tersebut akan tetapi Dex masih terkena sayatan kecil di bagian lehernya.
"Ho... Mau main senjata?" tanya Dex yang mengeluarkan pedangnya dari penyimpanan.
Lalu Dex mulai membalasnya dengan menyerang bagian pundak Gabrielaz.
"Apa ini? Saja Kemampuan yang kau miliki. Orang yang berhasil mengalahkan Demon lord." tanya Gabrielaz yang berhasil menahan serangan Dex.
"Tidak, coba perhatikan baik baik pundak mu!" ungkap Dex dengan wajah tersenyum sembari menutup mata.
"Kugh..." ucap Gabrielaz yang merasa kesakitan.
Serangan yang berhasil di tangkis olehnya, memiliki efek serangan yang terlambat dan berhasil memotong salah satu lengannya.
Dia yang menyadari hal itu langsung melompat ke belakang secar cepat.
"Woi kenapa kabur?" tanya Dex.
Secara cepat Dex berada tepat di depan wajahnya, dan dengan pukulan yang sangat keras.
__ADS_1
Dex memukulnya sampai terhempas sejauh ratusan meter ke arah belakang.
"Huh ... Kau mengecewakan diriku.." sebelum Dex berkata seperti itu.
Tiba tiba sebuah pedang berada tepat di depan wajah Dex.
Dex yang melihat itu langsung terkejut dan membuka matanya lebar lebat, untuk menimalisir serangan tersebut.
Dex membuat sebuah ledakan dengan nebula skill.
Dex yang masih terkejut dengan serangan yang sangat cepat itu, langsung menerima serangan bertubi tubi dari Gabrielaz.
"Hahaha rasakan ini mati ... mati ... mati!" teriak Gabrielaz yang menikmati pertarungan.
Serangan bola hitam yang di lancarkan oleh Gabrielaz memiliki daya penghancur luar biasa.
Sesuatu yang di sentuh bola hitam itu akan membusuk dan menjadi abu tanpa sisa.
Gabrielaz adalah seorang Dewa tingkat tinggi yang memiliki julukan dewa waktu atau pembusukan.
Dia mampu memanipulasi waktu ke jutaan tahun ke depan, Kemampuan nya ini tidak bisa mengembalikan waktu.
Akan tetapi memajukan waktu suatu objek yang dia inginkan.
"Sial ... Kemampuan Ini aneh sekali, kalau aku terkena pasti akan menjadi abu." gumam Dex yang terus terusan menghindari seluruh serangan yang di lancarkan oleh Gabrielaz.
"Kuhahaha ... Ada apa manusia, kenapa kau tidak menyerang balik?" tanya Gabrielaz.
Lalu Dex menerima Serengan telak di tubuhnya sebuah bola hitam tepat mengenai seluruh tubuhnya.
"Kuhahaha ... Sudah berakhir? ini tidak memuaskan." ucap Gabrielaz yang mengira dirinya telah mengalahkan Dex.
"Uhuk-uhuk ... Apa kau lupa!" ucap Dex yang keluar dari asap.
"Huh ... Baga-bagaimana bisa!"
Gabrielaz yang melihat hal itu langsung memasang wajah dengan sangat terkejut.
"Apa kau sudah pikun? Di Abyss waktu dan penuaan itu di tiadakan!" ungkap Dex.
Gabrielaz yang mendengar hal itu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Dex, apa yang di katakan oleh Dex sama sekali tidak masuk akal.
Karena di abyss waktu dan penuaan masih berlaku, hanya rasa lapar dan kehausan yang di tiadakan di abyss.
Dan hanya Dex yang mengalami fenomena Anek seperti itu di Abyss, bahkan seluruh monster yang hidup di sini mengalami siklus penuaan dan kelahiran.
"Apa maksudmu! Itu tidak masuk akal, trik murahan apa yang kau lakukan!" teriak Gabrielaz yang marah setelah mendengar itu.
"Huh? Bukankah waktu di abyss itu tidak berjalan!" ucap Dex.
"Mana mungkin hal itu bisa terjadi! meski waktu di sini memang lebih lambat dari heaven maupun planet mu tetap saja waktu terus berjalan!" ungkap Gabrielaz.
Dex yang mendengar itu terkejut, dan dia baru sadar akan sesuatu.
__ADS_1
Dia kembali ke bumi enam tahun setelah dia masuk ke Abyss yang artinya waktu di abyss memang terus berjalan.
Dex menatap kedua tangannya dengan penuh rasa tidak percaya.
Lalu sebuah notifikasi yang sudah lama tidak di lihat olehnya mulai muncul kembali.
"DING, ANDA BERHASIL MENGETAHUI INDENTITAS ANDA SEBAGAI DEWA WAKTU!"
"DING, SELURUH WAKTU DAPAT ANDA KENDALIKAN SESUAI DENGAN KEHENDAK ANDA!"
"DING, GELAR DEWA WAKTU, NAMA DEX, KELAHIRAN BUMI."
Dex yang melihat hal itu sangat terkejut dan di tengah rasa yang tidak percaya.
Sebuah berang secara cepat berada tepat di depan jantungnya.
"Matilah!" teriak Gabrielaz
Lalu tiba tiba semua yang ada di sekitarnya seaakan menjadi berhenti.
Gabrielaz yang hendak menusuk jantung Dex pun menjadi berhenti seaakan waktu sudah tidak berjalan lagi.
"A-apa ini?" gumam Dex yang terkejut setelah melihat semua ini.
Lalu waktu berjalan normal kembali, dan sebelum pedang itu menusuk nya Dex langsung menghindari nya.
Akan tetapi secara mendadak tiba tiba Dex memuntahkan darah dari mulutnya.
"Kugh..." ucap Dex sembari mengusap mulutnya.
"Huh..." dengan cepat Gabrielaz menoleh ke arah dex.
"Sialan kau bisa menghindari serangan itu juga!" ucap Gabrielaz.
"Apa ... Kenapa aku memuntahkan darah?" ucap Dex.
Lalu Dex beranggapan jika tadi sesaat dia mampu membuat waktu di seluruh alam semesta berhenti.
Oleh karena itu fisiknya yang tidak mampu menahan, mulai mendapat konsekuensinya.
"Begitu kah, meski itu belum pasti tetapi terlalu berbahaya jika aku menggunakan kekuatan itu dalam waktu lama."
"Sialan!" teriak Gabrielaz yang mulai melesat ke arah Dex dengan sangat cepat.
Dex yang terkejut dengan itu langsung secara refleks mengeluarkan kemampuan penghentian waktu.
Meski dengan rasa sakit yang luar biasa, Dex dengan dengan cepat mengeluarkan Nebula Black hole untuk mengakhiri pertarungan.
Sembari menahan rasa sakit dia mengeluarkan seluruh kemampuan nebula black hole.
Sebuah lubang hitam muncul dan menyedot Tubuh Gabrielaz dan juga seluruh objek yang ada di sekitarnya, Nebula menyedot dengan raidus 2 ribu kilo meter.
Bersambung.
__ADS_1