Kembali Ke Bumi

Kembali Ke Bumi
PERTARUNGAN PASUKAN ELIT


__ADS_3

Di sebuah lorong di saluran bawah tanah.


no 4 dan 3 sedang mencari ke berasalan orang orang yang selalu membuat teror ledakan.


"Apa kau yakin mereka ada di sekitar sini no 4?" ucap no 3.


"Yah ... memang nya kapan aku pernah salah?" jawab no 4.


Lalu mereka terus berjalan menelusuri lorong bawah tanah.


Sampai mereka melihat sebuah cahaya dari sebuah obor yang ada di depan mereka.


Lalu beberapa orang berjalan mendekati mereka.


"Huh ... apa kalian berdua penyusup?" tanya salah satu *******.


Lalu sebuah rantai menancap tepat di jantung ******* itu, dan teman temannya yang melihat itu terkejut dan bersiap untuk menyerang no 3 dan 4.


"No 3 habisi mereka!" teriak no 4.


"Tenang saja." lalu dengan santai no 3 menggunakan skillnya.


Sebuah rantai yang mulai bermunculan dari berbagai arah yang mulai menyerang para musuh dan membunuh mereka.


"Kugh apa apaan ini." sembari mencoba melepaskan rantai yang mencekik dirinya.


Lalu sebuah kepala melayang oleh rantai itu, no 3 dan 4 mulai melanjutkan perjalanannya.


Setelah beberapa saat mereka berjalan terlihat sebuah ruangan rahasia di dalam sebuah lorong bawah tanah.


"Waw ... ini cukup besar untuk ukuran markas penjahat." ucap no 4.


Lalu sebuah serangan dengan cepat terbang ke arah no 4.


No 4 yang terkejut mencoba untuk menghindar, tetapi serangan itu berhasil mengenainya.


"Ugh .. ini cukup sakit lho!" ucap no 4.


Tidak lama setelah itu terdengar suara kerumunan orang yang berlari mendekati ke arah mereka berdua.


Dan setelah itu terlihat mereka yang terkepung oleh puluhan orang.


"Dasar para makhluk hina dari asosiasi!" ucap seorang musuh.


"Huh ... kalian ini bicara apa sih?" ucap no 4.


Dan dengan sekejap kepala mereka semua melayang oleh skill milih no 4.


"Ups ... maaf aku terlalu berlebihan?" no 4 berdiri dengan santai.

__ADS_1


"No 4 seperti nya orang yang ada di balik pintu itu cukup berbahaya!" ucap no 3 sambil menunjuk ke arah pintu.


"Yah dia juga yang melukai ku jadi mungkin dia dalang di balik semua itu." mereka berjalan mendekat ke arah pintu.


Lalu sesaat mereka berjalan tiba tiba terjadi ledakan yang menghancurkan lorong bawah tanah sampai ke luar.


Dan jalanan yang berada di atas hancur bahkan sampai merubuhkan beberapa gedung di atasnya.


Serta terdengar banyak teriakan dari warga sipil yang berhamburan.


"Apa kau baik baik saja no 4?" tanya no 3 yang berhasil membawa no 4 ke luar.


"Huh sial aku kehilangan lengan kananku!" ucap no 4 sambil merintih ke sakitan.


"Setidaknya kau tidak mati..." Sebelum no3 selesai berbicara sebuah serangan berdatangan ke arah mereka.


Dengan kemampuan nya no 3 berhasil membuat pelindung dari lantai yang bermunculan dari arah tanah.


"Kuhaha ... Perkenalkan aku adalah seorang yang akan menjadi tangan kanan tuan Sebastian! Akan ku habisi kalian untuk permulaan."


ucap orang itu yang keluar dari lorong.


Lalu no 4 dan 3 melirik nya, dan merencanakan sesuatu.


"Aku tidak tahu apa kemampuan yang dia miliki, tapi kita bisa menghabisi nya selama orang itu tetap menganggap remeh kita!" ucap no 4.


"Baiklah aku maju duluan!" Lalu no 3 berlari ke arah orang itu sambil menyerang.


"Jadi dia bisa melayangkan benda yah!" gumam no 3.


Lalu secara tiba tiba kaki orang itu terikat oleh sebuah rantai, yang membuat dirinya tidak mampu menghindari serangan no 3.


"Huh kau pikir ini bisa mengenai diriku?" Teriak orang itu.


Lalu secara tiba tiba rantai milik no 3 malah kembali menyerang dirinya sendiri.


"Kugh?" teriak no 3 kesakitan karena terkena rantai miliknya.


"Sial bahu ku terluka."


Lalu sebuah batu tiba tiba melayang dan menghantam wajah no 3 sampai membuat dia terpental.


Dan merusak topengnya.


"Huh jadi kau seorang wanita?" tanya no 4.


Seorang pasukan elit identitas nya sangat di rahasiakan bahkan rekan setimnya.


Tidak mengetahui indentitas rekan nya masing masing.

__ADS_1


"Ugh ... Berhenti membahas hal tidak berguna lihat ke depan!" Teriak no 3.


"Baiklah..." sebelum no 4 selesai berbicara sebuah tiang yang hancur tiba tiba menancap ke perutnya sampai membuat dia terhempas.


"No 4!" no 3 berteriak kencang dan langsung menoleh ke arah musuh.


Tiba tiba orang itu mengangkat berbagai benda yang ada di sekitarnya dan mulai melempar kan ke arah no 4.


"Cih sialan apa kau ini gila!" gumam no 3 sambil menggunakan skill nya.


Semua benda yang terbang ke arah no 4 berhasil di hentikan dengan di rantai dengan rantai yang di keluarkan oleh no 3.


Lalu orang itu melesat ke arah no 3 selagi dia menggunakan skill nya.


Dengan pisau yang di bawa orang itu, dia berhasil menikam no 3 di bagian belakang perutnya.


"Kuhahah dasar lemah!" ucap oran itu menyeringai.


Setelah itu sebuah rantai keluar dari arah pisau yang menusuk no 3.


Dan mulai mencengkeram erat orang itu, dan dengan kuat no 3 melempar orang itu ke arah bebatuan yang telah hancur.


"Kugh ... Sial.." ucap orang itu yang memuntahkan darah setelah terbentur dengan kuat.


"No 4 apa kau masih hidup?" Teriak no 3 sembari Terus mengawasi musuhnya.


"A-ah ma-maaf seka-li...." ucap terakhir no 4 sebelum kehilangan nyawanya.


"Cih dasar sialan!" teriak no 3.


Dengan sebuah rantai berukuran sebesar sebuah gedung yang melayang ke arah orang itu dan menghantam nya.


Serangan itu menghancurkan area sekitar dan juga membunuh orang itu sampai tak tersisa.


Lalu dengan sisa tenaga yang dia miliki no 3 mencoba menghubungi rekannya yang lain, akan tetapi sesaat setelah mengeluarkan alat komunikasi.


Dari seluruh tubuhnya keluar sebuah darah, yang di sebabkan oleh penggunaan kekuatan yang berlebihan.


Dengan cepat no 3 tumbang setelah mengenakan tombol untuk menghubungi rekan yang lain.


Saat ini di sisi lain di Korea, tempat di mana gitu dan para anggota pasukan elit yang lain bertarung.


Terlihat sebuah daerah yang benar benar hancur.


"Kugh sialan apa kau bisa berdiri no 5?" tanya no 1 dengan nada yang terengah engah.


"Yah tapi nyawa no 2 sedang dalam bahaya." ucap no 5 sembari terus menjaga tubuh no 2.


"Hah sepertinya kita harus kembali terlebih dahulu." ucap no 1.

__ADS_1


Giyu yang melihat itu membiarkan mereka untuk pergi dan melarikan diri.


"Aku akan membiarkan kalian untuk saat ini pergilah sebelum aku berubah pikiran!" ucap Giyu.


__ADS_2