
Dia bersemangat buka karena mencari anggota atau semacamnya dia bersemangat karena, sudah dari lama dia ingin ke Indonesia untuk mencoba mie instan yang dia suka.
Saat ini seluruh anggota Guild back to earth sedang bersiap untuk pergi ke undangan yang di berikan oleh guild ASKEA.
"Wah barang bawaan yang kau bawa banyak sekali yah Lia?" ucap Dex dengan nada menyindir.
"Hem ... ketua apa kau lupa aku ini adalah seorang perempuan jadi wajar jika bawaan yang aku bawa itu banyak!" ungkap Lia.
"Haha ... ketua lebih baik kau tidak berdebat dengan seorang perempuan!" ucap David.
"Yah kau benar."
Setelah itu tidak lama kemudian Vito datang menjemput mereka, dan mereka langsung menuju ke bandara untuk berangkat.
"Wah akhirnya aku akan pergi ke luar negeri!" teriak Lia yang senang karena bisa pergi ke luar negeri.
"Kau sebaiknya tidak terlalu norak itu akan memalukan guild kita!" bisik Antony.
"Eh! terserah aku lah." jawab Lia dengan sedikit marah.
Lalu mereka langsung menuju ke jalur pesawat pribadi, dan mereka menaiki pesawat milih Vito.
Beberapa hunter high rank biasanya memiliki tranportasi udara pribadi untuk memudahkan mereka bepergian.
"Wah apa kau membeli ini bung?" tanya Dex sambil melihat ke sekeliling pesawat.
"Hahaha apa kau suka ini? jika aku di izinkan bergabung ke guild milikmu aku bisa membelikanya satu!" jawab Vito.
"Ah kurasa itu tidak perlu."
Lalu seorang pramugari datang dan menawarkan mereka makanan.
"Tuan ini adalah kue kering dan kopi yang sudah kami siapkan."
ucap pramugari itu.
"Hahaha terimakasih, kamu boleh pergi sekarang."
Setelah mereka menerima makanan, tidak lama kemudian akhirnya pesawat mulai lepas landas terbang menuju ke Indonesia.
Setelah kira kira 7 jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke wilayah laut perbatasan Indonesia.
"Wah lihat itu pulau nya sudah mulai terlihat!" ucap Lia.
"Yah seperti sekita 2 jam lagi sampai ke kota tujuan di negara ini." ungkap Vito sembari berdiri dan beranjak pergi ke tempat pilot.
"Aku akan terbang duluan menunggu kalian di sana aku bosan di dalam pesawat!" ucap Vito.
"Huh apa kau mau terbang sendiri?" gumam Dex.
Setelah memberi tahu pilot, Vito langsung keluar lewat pintu yang sudah di desain untuk dirinya bisa keluar dari pesawat.
"Hem 2 jam lagi cukup membosankan." gumam David.
__ADS_1
"Bro apa kau sudah tau Indonesia negera seperti apa?" tanya Antony.
"Yah aku sudah searching di google sih."
Lalu setelah 2 jam dari perbatasan akhirnya mereka landing di bandara di kota Jakarta.
"Arrrgh ... Akhirnya sampai juga!"
Dex keluar dari pintu pesawat dan mulai merentangkan badannya.
Lalu seseorang dari guild ASKEA menjemput mereka.
"Permisi tuan Dex saya diperintah untuk menjemput anda dan anggota guild anda oleh ketua." ucap orang itu sambil menunjukkan ke arah mobil.
"Untuk anggota lainya bisa masuk mobil yang ada di belakang karena tidak cukup."
Setelah membuka pintu mobil, ternyata yang ada di dalam mobil yang akan di Naiki Dex adalah Benet.
"Hahaha newbie. Tidak ku sangka kita bertemu secepat ini!" ucap Benet sembari tersenyum.
"Ah Benet ... Apa kau juga datang ke acara ini untuk mencari orang berbakat?" tanya Dex dengan sedikit gugup.
"Kenapa kau gugup seperti itu? Duduklah." ucap Benet.
Lalu Dex langsung masuk ke mobil dan duduk di sampingnya.
"Yah aku ke sini karena ada beberapa hal, dan ku dengar kalau kau menerima undangan jadi aku memutuskan untuk datang." ungkap Benet.
"Yah aku ingin tahu tentang kaleng kopi yang kau lemparkan!" ucap Benet dengan tersenyum mengerikan.
"Oh i-iya soal itu..."
Lalu Setelahnya Dex menjelaskan apa yang dia lakukan saat itu dan mereka terus mengobrol di dalam mobil sampai ke tempat guild ASKEA berada.
"Hahaha selamat datang nak!" ucap Rian yang langsung mendekat ke arah Dex dan yang lainya.
"Ah apa kabar Rian?" tanya Benet.
"Wah ternyata kau datang juga, aku baik baik saja. Terlebih jarang terjadi insiden serius di Indonesia jadi akhir akhir ini aku hanya berdiam diri di kantor."
ungkap Ria Azhar.
Setelah itu mereka langsung di sambut dengan beberapa high ranker yang juga datang.
Mereka langsung di sambut oleh perjamuan. Dan setelah selesai mereka langsung di antarkan ke vila milik Rian Azhar.
"Sialan kenapa mereka semua menghamburkan uang untuk hal hal seperti ini?" gumam Dex.
"Yah Ketua bukankah uang mu juga cukup banyak kenapa ga coba beli hal mewah seperti ini?" tanya Lia.
"Aku pikir ini adalah pemborosan, kau harus menabung untuk sesuatu yang lebih penting!" ucap Dex.
"Bukankah kau hanya sedikit pelit bung?" ucap Vito.
__ADS_1
"Tidak seperti itu sialan!" Dex langsung beranjak masuk ke kamar nya.
Setelah masuk ke dalam kamar dia terkejut karena melihat kemegahan vila ini.
Lalu waktu berjalan sampai tengah malam, secara tiba tiba Dex merasakan sebuah aura yang cukup kuat yang mendekati dirinya.
"Hem?" Dex terbangun Dan membuka matanya.
Lalu sebuah pedang langsung menebas ke arah lehernya.
Akan tetapi Dex dengan cepat menghindari serangan tersebut.
Serangan itu membelah kasur yang di gunakan Dex dan menyebabkan tembok yang ada di depannya juga terbelah.
"Huh ... Siapa sih?" ucap Dex.
Lalu orang itu dengan cepat melancarkan serangan berikutnya.
Dex yang melihat itu mulai menghampiri semua serangannya dan dia mengambil sebuah vas bunga yang ada di dekatnya.
Dex langsung melemparkan vas bunga itu dengan kencang.
Serangan itu menyebabkan sebuah ledakan yang sangat besar.
Dan membuat seluruh ruangan yang ada di dekat kamar dek hancurkan berkeping keping.
"Hah sialan dia berhasil kabur."
hela napas Dex.
Lalu setelah mendengar suara ledakan dan gempa yang sangat kuat semua orang yang ada di vila itu mulai menghampiri ke arah ruangan Dex.
Semua orang terkejut di buatnya, dan setelah beberapa saat akhirnya Rian dengan cepat datang ke vila untuk mengecek apa yang telah terjadi.
Dex langsung menjelaskan semua yang terjadi dengan sedetail detailnya.
"Jadi begitu yah, ada kemungkinan ini adalah ulah dari orang orang penyembah Demon Lord itu!" ucap Rian.
"Hah jadi mereka belum musnah?" tanya Dex.
"Yah mereka akhir akhir ini sering muncul dan mengincar beberapa high rank."
"Wah sepertinya menarik! Apa aku boleh menghancurkan mereka jika ketemu?" ucap Benet.
"Hah dasar nenek lampir kau itu jangan sok kuat!" kata ejekan dari Vito.
"Apa kau bilang! Sudah bosan hidup yah kadal?" teriaknya Benet.
"Hahaha adanya kau yang bosan hidup Daras perempuan jadi jadian!"
Di tengah perdebatan antara Vito dan Benet sebuah ledakan terdengar tidak jauh dari vila yang mereka tempati.
Bersambung.
__ADS_1